BANDAR LAMPUNG (Lampost): Atlet-atlet asal Astika Serang mendominasi Kejuaraan Bulu Tangkis Antarpelajar Tingkat Nasional Murni-Lampung Open IV yang berlangsung di GOR PB Murni, Kompleks Polri Rajabasa Blok F, Rajabasa, Minggu (28-2).
Dari enam nomor final yang digelar, Astika merebut tiga gelar. Bahkan, dua gelar dari kategori tunggal putra dan putri sekolah dasar disabet setelah terjadi all Astika final. Satu gelar Astika lainnya didapat dari tunggal putri SMP.
Tuan rumah Lampung memborong dua gelar dari tunggal putra dan putri tingkat SMA. Satu gelar di tunggal putra SMP direbut pebulu tangkis asal Semen Padang.
Juara I tunggal putra dan putri dari tingkat SD sampai SMP mendapat beasiswa Rp 800 ribu, piala, piagam, dan perlengkapan bulu tangkis. Sedangkan juara II, beasiswa Rp 600 ribu dan III Rp 400 ribu plus piagam, piala, dan sepatu.
Untuk juara di kategori SMA putri hadiah yang didapat sama dengan tingkat SD sampai SMP. Khusus untuk tunggal putra, juara I mendapat beasiswa Rp1 juta plus piagam, piala, dan alat olahraga, juara II beasiswa Rp 750 ribu, dan juara III beasiswa Rp 500 ribu.
Final tunggal putri SD mempertemukan dua atlet asal Astika, Sinta Arum dan Mayrina Lukmanda. Sinta Arum yang tampil dominan mampu menyudahi perlawanan Mayrina dalam dua set 21-10 dan 21-14.
Sedangkan di putra, dua wakil Astika kembali bertarung di final. M. Panji harus berjuang keras menundukkan rekan se-klubnya Ihsan M. dengan rubber set 21-19, 19-21, dan 21-18.
Di tunggal putri SMP, wakil tuan rumah Ari Nur Firda dari SMP 1 Kalirejo gagal mengimbangi permainan Tiyasari dari Astika. Unggul 21-10 pada set pertama, Ari gagal mengulanginya di dua set berikutnya dan kalah 9-21 dan 11-21.
Di tunggal putra, gelar juara direbut atlet asal Padang, Dwi Prasetio. Pada final atlet klub Semen Padang itu mengalahkan wakil klub Bhayangkara Palembang, Rizki Akbar, dua set langsung 21-12 dan 21-12.
Tuan rumah PB Murni mendapat satu gelar dari tunggal putri atas nama Tri Wulan. Menghadapi Yunita Sari dari klub Azaka Bandung, Tri mampu mendikte permainan lawan. Tri hanya butuh dua set untuk menyudahi perlawanan Yunita 21-8 dan 21-13.
Partai cukup seru terjadi di final tunggal putra SMA antara Yudi Perdana dari Bina Tangkas Metro dan Bayu HB dari Sejahtera Pringsewu. Yudi langsung tampil menekan pada set pertama dan menutup permainanan dengan skor 21-17. Sayang, stamina yang kurang mendukung membuat Yudi tidak mampu berbuat banyak di dua set berikutnya. Bayu HB yang unggul stamina memaksa Yudi untuk bermain reli-reli panjang yang diselingi smes dan dropshot. Set kedua pun menjadi milik Bayu HB dengan skor 21-14. Stamina Yudi pada set ketiga yang benar-benar merosot. Hal tersebut mampu dimanfaatkan Bayu HB untuk menyudahi perlawanan Yudi dengan skor 21-8. n LUG/O-1







