SEJAHTERA BADMINTON CLUB

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

SENSANI TRIO MARIA

Posted by valsus on February 14, 2009

(Bulutangkis.com) – Kita mengenal bahwa di sekitar tahun 2000 muncul sensasi tiga srikandi bulutangkis berbadan imut, yaitu Atu Rosalina, Yuli Marfuah dan Dian Novita Sari.

Dilihat dari permainannya, permainan mereka cukup bagus dan bermain agresif, terutama Atu Rosalina. Meskipun sebenarnya, ketiganya itu benar-benar mendapatkan kritikan dan celaan dengan permainan mereka.

Di tahun 2009 ini, mungkinkah muncul kembali sensasi seperti Trio Wek-Wek namun dengan performa dan permainan yang memuaskan?

Hingga saat ini, srikandi-srikandi Indonesia yang masuk jajaran ranking 50 besar dunia adalah Maria Kristin Yulianti (11), Adrianti Firdasari (24), Pia Zebadiah Bernadet (35), Maria Elfira Cristina (42), Maria Febe Kusumastuti (37) dan Rosaria Yusfin.

Dan kita menyadari, tiga pemain muda PB Djarum, trio Maria benar-benar main meyakinkan. Maria Kristin tercatat yang terhebat. Pertama kali memulai debut bulutangkis internasional sekitar tahun 2003, permainannya terus membaik hingga saat ini.

Sensasi pertama Maria Kristin adalah dengan menyumbangkan medali emas perorangan dan beregu di SEA Games 2007 yang lalu. Ini benar-benar merupakan kejutan besar bagi kubu putri Indonesia.

Memasuki tahun 2008, penampilkan Maria kian memuaskan. Bermain sebagai pemimpin tim Uber 2008, Maria dkk. berhasil maju ke final walaupun harus rela kalah telak dari Cina 0-3.

Penampilan Maria tidak berhenti sampai di situ. Memasuki bulan Juni, tampil di Indonesia Open 2008 sebagai satu-satunya tunggal putri yang lolos ke babak 16 besar, tak disangka-sangka dia berhasil melewati deretan pemain unggulan. Sebut saja peraih emas Olimpiade 2004 dan 2008, Zhang Ning. Di semifinal, Maria berhasil mengalahkan Zhang Ning meskipun lewat pertarungan ketat. Berhasil masuk final, Maria tidak menyiakannya. Melawan juara dunia Zhu Lin, dia sempat merebut set kedua walau akhirnya kalah.

Sensasi yang paling mengejutkan adalah keberhasilan dia meraih medali perunggu Olimpiade 2008. Deretan pemain-pemain unggulan yang dikalahkannya dari babak 1 hingga semifinal adalah Juliane Schenk (Jerman), Yoana Martinez (Spanyol), Tine Rasmussen (Denmark) dan Saina Nehwal (India). Namun, sayang, Zhang Ning berhasil membalaskan dendamnya. Di perebutan perunggu, Maria main begitu memuaskan dengan mengalahkan peringkat 2 dunia Lu Lan dari Cina.

Apabila Maria Kristin bermain penuh prestasi, bagaimana dengan duo Maria lainnya, Maria Febe dan Maria Elfira. Kedua pemain ini sudah sering bolak balik masuk pelatnas, terutama Elfira yang sudah senior. Prestasi mereka ternyata cukup mumpuni juga. Elfira pernah menjadi juara di suatu kejuaraan internasional dengan mengalahkan pemain unggulan, dan Febe berhasil menjadi juara Bulgaria Terbuka 2008.

Sebenarnya, sensasi Trio Maria ini masih sangat diperlukan bagi kubu Indonesia. Kita lihat saja, apakah mereka bisa meningkatkan kekompakan mereka? Dan apakah mereka akan bisa menyusul prestasi trio SMY (Susi Susanti, Mia Audina, Yulianti Santosa) atau VIM (Verawaty, Ivana Lie, alm.Minarni)?

Bravo Trio Maria!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,802 other followers