CEDERA MARKIS KIDO LEBIH SERIUS DIBANDING OLIMPIADE
Posted by valsus on February 21, 2009
Tanda tanya menyelimuti nomor ganda putra Indonesia di ajang Super Series All England. Ganda andalan yang diharapkan bisa memutus paceklik gelar, Markis Kido/Hendra Setiawan, belum tentu bisa turun lantaran Kido masih berkutat dengan cedera lutut kiri
Kido menjalani pemeriksaan magnetic resonance imaging (MRI) pada Rabu (18/2). Hasil MRI ini baru diketahui satu atau dua hari kemudian. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui secara detail cedera Kido.
“Dipakai untuk meloncat rasanya masih sakit. Obat yang diberikan lewat suntikan belum ada pengaruhnya,” kata Kido.
Sebelum Olimpiade 2008, cedera di tempat yang sama juga sempat dialami Kido. Namun, saat itu rasa sakit bisa sedikit diatasi dengan obat lewat suntikan dan terapi sinar.
“Sekarang sepertinya lebih serius dibanding sebelum Olimpiade. Dulu dipakai loncat masih bisa,” ujar Kido.
Sejak minggu lalu, pelatih Sigit Pamungkas berusaha mencari solusi untuk menyiapkan latihan Kido di tengah cedera. “Latihan Kido sementara fokus di tangan,” kata Sigit.
Namun, jika cedera tak kunjung pulih, bisa jadi Kido tak berangkat ke SS All England dan Swiss, yang merupakan satu paket tur ke Eropa.
Pemain Baru
Sementara itu, PBSI memastikan tempat kosong yang ditinggalkan pemain yang mundur seperti Taufik Hidayat, Vita Marissa, Alvent Yulianto dan Hendra Aprida Gunawan bakal diisi. Hanya, hingga saat ini belum ada pemanggilan pemain tambahan dan siapa saja nominasinya.
“Setelah pulang dari All England dan Swiss pemanggilan tambahan akan dilakukan. Sekarang kita berkonsentrasi persiapan dulu,” jelas I Made Oka, Wakil Ketua Umum II PBSI.
“Rijal akan dicarikan pasang-annya setelah berpisah dengan Vita. Bisa saja dari pemain pratama yang sudah terpantau dan kami nilai bagus,” ujar Richard Mainaky, pelatih ganda campuran.
Hal yang sama juga terjadi di nomor ganda putri dan tunggal putra. “Materinya bisa dari pelatnas pratama. Mereka mungkin harus ikut seleknas dulu. Tapi, hal itu kita serahkan pada kebijakan pengurus,” tambah Aryono Miranat, pelatih ganda putri. (win)







