KONI Tawarkan 24, PBSI Minta 26
Posted by valsus on February 22, 2009
JAKARTA – PB PBSI harus bersabar menunggu keputusan KONI menyangkut kuota pelatnas terpadu. Itu terjadi seiring adanya perbedaan jumlah kuota yang ditawarkan payung organisasi olahraga Indonesia dan perhitungan PB PBSI.
KONI memberikan tempat 24 pemain untuk mengisi pelatnas terpadu selama 2009. Sementara itu, kubu induk organisasi olahraga yang dipimpin Djoko Santoso tersebut berharap kuota mencapai 26 orang.
”Kami tidak melihat kebutuhan pengurus besar, tapi peluang dan prestasi yang bisa diberikan pada multieven yang diikuti nanti,” ucap Mulyana, kabid binpres KONI.
Apalagi, dia melihat PB PBSI baru menyertakan 23 di antara 26 nama yang diinginkan. Itu pun terdiri atas pemain kedua di pelatnas Cipayung, Jakarta Timur.
Misalnya, tunggal pria yang tidak mencantumkan Sony Dwi Kuncoro, Maria Kristin di tunggal wanita, Markis Kido/Hendra Setiawan di ganda pria, dan Nova Widianto/Lilyana Natsir di ganda campuran.
Di nomor ganda pria, PB PBSI juga baru mendaftarkan tiga nama di antara empat pemain yang didaftarkan. Mereka adalah Simon Santoso, Tommy Sugiarto, dan Andi Nugroho Saputro.
Begitu pula di ganda campuran. Dua tempat kosong karena Muhammad Rijal dan Frans Kurniawan belum mendapatkan pasangan. Kursi lain diisi pemain pelatnas Cipayung yang dipanggil setelah masa kepengurusan Djoko. Empat pemain di nomor tunggal wanita, tiga pasang ganda pria, tiga di ganda wanita, dan satu pasangan yang sudah lengkap di ganda campuran, Devin Lahardi/Lita Nurlita.
Menurut Mulyana, para pemain papan atas yang memperkuat Olimpiade didaftarkan pada Program Atlet Andalan (PAL).
Terpisah, Kabid Binpres PB PBSI Lius Pongoh mempertimbangkan pembinaan dan prestasi dengan mendaftarkan banyak pebulutangkis muda. Dia membandingkan perkembangan regenerasi Indonesia dengan Malaysia.
Pada SEA Games XXIV/2007 Nakhon Ratchasima lalu, Malaysia sudah berani menurunkan para pebulutangkis mudanya. Tak heran, saat ini beberapa pebulutangkis yang dimiliki Malaysia mulai matang.
Meski didominasi pebulutangkis muda, Lius tidak akan menurunkan sembarangan. Maka, dipilihkan skuad pelatnas utama.
”Kami tidak ingin mengambil risiko. Kami juga harus tahu diri karena tumpuan medali masih dibebankan pada bulu tangkis,” tuturnya.
Nah, permintaan PBSI untuk mencantumkan 26 pemain dalam daftar pelatnas terpadu juga bukan tanpa alasan. ”Jika pas 24 orang, nanti akan sulit memilihnya. Sekarang kami membutuhkan 26 orang, termasuk untuk sparring. Jika sudah entry by name, baru dikerucutkan dengan melihat berdasar hasil pemantauan di pelatnas nanti,” ucapnya. (vem/diq)
(Sumber: Jawapos.co.id)







