Suryanaga Juara Umum Bulu Tangkis Piala Bupati Sidoarjo
Posted by valsus on February 24, 2009
Jawa Post, Selasa, 24 Februari 2009
SIDOARJO – Suryanaga Gudang Garam (SNGG) masih menjadi klub bulu tangkis terkuat di Jawa Timur. Setidaknya, hal itu bisa dilihat dari hasil kejuaraan bulu tangkis Piala Bupati Sidoarjo di GOR Pagerwojo yang berakhir kemarin (23/2). Tim besutan Cahyadi tersebut mampu menjadi juara umum dengan mengoleksi 5 medali emas, 6 perak, dan 7 perunggu.
Gelar itu diawali oleh kemenangan M. Amin Istigfar yang mengalahkan Noufal (Gemilang Surabaya) dengan skor 2-1 (19-21, 23-21, 23-21) di kelas tunggal pemula pria. Sang penutup pesta SNGG adalah pasangan pria Ericson/Nurwahid yang mengalahkan Ricky/Suherly (Surya Baja Surabaya) dua set langsung (21-18, 21-18) di kelas ganda taruna pria.
Tanda-tanda kejayaan SNGG sebenarnya sudah terlihat dari banyaknya atlet yang lolos ke final. Total, tim yang bermarkas di GOR Suryanaga, Jalan Dharma Husada Indah, Surabaya, tersebut meloloskan sebelas atlet. Tiga di antaranya harus saling jegal sesama penghuni SNGG. “Dengan mengirimkan sekitar 67 atlet, kami memang membidik agar bisa menjadi juara umum. Itu target awal yang kami usung,” papar Cahyadi di sela-sela pertandingan.
Namun, dia sempat dikejutkan oleh kekalahan beberapa pebulu tangkis andalannya. Illa Alvionita contohnya. Atlet yang bertarung di kelas tunggal remaja wanita tersebut bertekuk lutut di hadapan Ni Ketut yang juga penghuni SNGG.
“Biasanya, Ni Ketut ini selalu kalah kalau bertanding dengan Illa. Tapi, kali ini kok bisa menang. Ini kejutan. Mungkin ini karena motivasinya yang sangat kuat agar tak terus-terusan kalah dari Illa. Selain itu, dia tentu sudah mengetahui gaya permainan Illa karena sering berlatih bersama. Ini yang akan menjadi evaluasi,” jelas Cahyadi.
SNGG dibayangi Citra Raya Unesa (CRU) yang berada di peringkat kedua. CRU mengoleksi 3 emas serta 3 perunggu. Hebatnya, seluruh pebulu tangkis CRU yang lolos ke final sanggup menggondol emas.
Mereka adalah Rona yang menggasak Rosario (SNGG) dengan skor 2-1 (21-10, 17-21, 21-18) di kelas tunggal pemula wanita, Maya Rosita yang menang atas Eka Tindra (SNGG) lewat rubber set (21-14, 19-21, 21-7) di kategori tunggal taruna wanita, serta Andrean yang membenamkan Yasirul (Satria Surabaya) dua set langsung (21-15, 21-15).
“Sejak awal kami memang memperkirakan SNGG akan menjadi saingan terberat. Tapi, target kami terpenuhi, yaitu emas di nomor taruna pria dan wanita. Tiga emas cukup baik. Sebab, kami hanya menurunkan sepuluh atlet,” tutur Yudi Haniek Priyanto, pelatih CRU. (ru/ko)







