SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

BULU TANGKIS (PROFILE) – HARYANTO ARBI DARI ANGAN-ANGAN JADI KENYATAAN

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on February 25, 2009

Kejuaraan bulu tangkis All England yang berlangsung di Birmingham Inggris tinggal kurang dari satu bulan lagi (digelar, 3-8 Maret 2008) tetapi gaungnya terutama di pelatnas Cipayung, Jakarta Timur sudah terasa.

Semarang, 11/2 (Sports.Roll) – Kejuaraan bulu tangkis All England yang berlangsung di Birmingham Inggris tinggal kurang dari satu bulan lagi (digelar, 3-8 Maret 2008) tetapi gaungnya terutama di pelatnas Cipayung, Jakarta Timur sudah terasa.

Bahkan, jauh-jauh hari pebulu tangkis seperti Sony Dwi Kuncoro dan Taufik Hidayat (akhirnya mengundurkan diri dari pelatnas) berusaha untuk menjadi juara pada All England yang sering dikatakan sebagai juara dunia tidak resmi.

Hal itu memang layak dan harus dilakukan karena sejak tahun 1995 tidak satupun pebulutangkis tunggal putra Indonesia yang mampu meraih juara pada turnamen yang pertama kali digelar tahun 1899.

Putra Indonesia terakhir yang mampu menjadi juara All England adalah Haryanto Arbi tahun 1994. Selain Heryanto Arbi, yang pernah menjadi juara adalah Tan Joe Hok (1959), Rudy Hartono (1968-1974 dilanjutkan tahun 1976), Liem Swie King (1978-1979 dilanjutkan tahun 1981), pada tahun 1980, King juga melangkah ke final tetapi dikalahkan pebulu tangkis India, Prakash Padukone yang pernah belajar bulu tangkis di Indonesia.

Kemudian tahun 1991, Ardy B. Wiranata berhasil keluar sebagai juara setelah itu kosong dan tahun 1993-1994, Haryanto Arbi berhasil mengisi kekosongan juara dari Indonesia. Tetapi setelah itu sampai tahun 2008, tidak satupun pebulutangkis Indonesia yang keluar sebagai juara All England di nomor tunggal putra.

Nama Haryanto Arbi tentunya cukup dikenal karena selain dua kali juara All England, adik pahlawan Piala Thomas 1984, Hastomo Arbi juga keluar sebagai juara dunia tahun 1995.

Haryanto Arbi yang kini