Empat Pemain Hengkang dari Pelatda Bulu Tangkis Jatim
Posted by valsus on March 13, 2009
SURABAYA – Belum sebulan Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) Bulu Tangkis U-16 Jatim berjalan, hambatan sudah menghadang. Pelatda yang digelar mulai 1 Maret lalu itu telah kehilangan empat atletnya. Hal itu membuat jumlah atlet yang bernaung di Pelatda kini menjadi 16 orang.
Menurut manajer Pelatna bulu tangkis U-16 Jatim Widjanarko Adi Mulya, keluarnya keempat pemain tersebut karena masalah di luar arena. ”Mereka keluar karena alasan sekolah. Kami tidak bisa memaksa mereka untuk tetap tinggal,” ungkapnya kemarin (11/3). Wijar – sapaan akrab Widjanarko – tak menyebutkan nama empat atlet tersebut. Hanya, dia memastikan bahwa mereka berasal dari Surabaya.
Meski ditinggal empat pemainnya, Pelatda tetap jalan terus. Sebab, ajang ini sudah dianggarkan untuk dilangsungkan dalam jangka panjang. Hanya, belum ada keputusan apakah keempat pemain yang mengundurkan diri itu akan digantikan atlet lain atau tidak.
Wajar jika atlet-atlet yang hengkang tersebut mengalami masalah dengan sekolahnya. Sebab, ketika mengikuti pelatda, mereka diharuskan untuk tinggal di mes atlet yang berada di kompleks GOR Bulu Tangkis Sudirman, Surabaya. Jarak antara tempat tinggal dan sekolah yang jauh pun mencuatkan masalah.
Sementara itu, 16 pebulu tangkis yang tersisa kini digembleng oleh duet pelatih Romy Arnold dari Suryanaga Gudang Garam (SNGG) dan Felix Anthonius dari Hi-Qua Wima (HQW). Pada bulan pertama ini, kedua pelatih tersebut memfokuskan diri untuk membentuk ketahanan fisik para penghuni pelatda.
”Fisik adalah dasar sebelum berlanjut ke program latihan lainnya. Saat ini banyak yang fisiknya belum bagus. Terutama yang berasal dari luar Surabaya,” ujar Wijar
Even pertama yang akan diikuti para pebulu tangkis Pelatda adalah Piala Wali Kota Surabaya. Even tahunan tersebut digelar bersamaan dengan peringatan ulang tahun Kota Pahlawan pada Mei mendatang. (nar/ca)







