SEJAHTERA BADMINTON CLUB

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

Wilson Badminton Swiss Open 2009 Kubu Indonesia Berguguran, Taufik Jadi Primadona

Posted by valsus on March 13, 2009

(Bulutangkis.com) – Harapan Devin Lahardi Fitriawan/ Lita Nurlita yang merupakan ganda pertama Indonesia yang memulai pertandingan punah. Permainan yang sangat ulet terlihat pada set kedua. Seakan tidak mau mengulangi kesalahan pada set pertama yang tertinggal 21-15, mereka mencoba untuk mengurangi kesalahan sendiri.

Pertarungan sangat ketat dan set kedua ditutup oleh team China dengan angka ketat 22-20 akibat pengembalian bola tipis Lita yang kembali kelapangannya. Setelah pertandingan, Lita duduk di samping meja wartawan yang bersebalahan dengan saya. Dengan suara yang lembut, ramah dan berahabat itu, dia masih gregetan dengan kekalahan tipis tersebut. Padahal kedua pasangan sudah bisa mengimbangi permainan lawan. Nasi sudah menjadi bubur. Semoga pertandingan hari ini (Kamis, red) akan memberi arti untuk kedepan.

Joko Riyadi/ Candra Wijaya juga tidak luput dari kekalahan atas pemain Malaysia Koo Kien Keat/ Tan Boon Heong juga dengan dua set langsung. Rally-rally yang mengagumkan terjadi dan penonton sangat terhibur dibuatnya. Seperti terkomando dengan apik, bola-bola pasangan Malaysia banyak diarahkan ke Joko Riyadi. Candra Wijaya terlihat sangat menikmati permainan meskipun harus takluk ditangan Koo Kien Keat/ Tan Boon Heong dengan skor terakhir 21-17 dan 21-16.

Kekalahan teman satu group yang tinggal di hotel yang sama Joko Riyadi/ Candra Gunawan melimbas ke pasangan Alvent Yulianto Candra/ Hendra Aprida Gunawan dengan rubber set melawan pasangan baru Korea yaitu Yong Dae Lee/ Baek Choel Shin. Alvent/ Hendra sempat unggul pada set pertama dengan angka 21-18. Sedang pada set kedua dan ketiga, pasangan Indonesia tersebut tunduk dari team Malaysia.

Suhu kekalahan merambat juga pada pasangan ganda wanita Nitya Khrishinda Maheswari/ Greysia Polii atas pasangan unggulan 6 dari Denmark Lena Frier Kristiansen/ Kamila Rytter Juhl dengan 2 set langsung 21-14, 21-17.

Taufik Hidayat primadona

Siapa sih yang tidak tahu Taufik Hidayat? Itulah jawaban yang saya peroleh dari beberapa penonton dan juga teman-teman wartawan dari media lain. Kejadian tahun lalu terlihat saat Taufik bermain di St.Jakobshalle, yaitu penuhnya pengunjung dan tepukan tangan, serta kata kagum yang terucap dari penonton.

Kedatangan Taufik masih sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat Eropa dan Swiss pada khususnya. Mereka menilai bahwa Taufik adalah pemain yang punya karakter dan gaya istimewa. Gayanya yang kalem dan berkharisma di mata masyarakat Eropa.

Unggul 21-19 pada set pertama melawan tunggal putra asal China Gong Weijie. Kekalahan Taufik pada set kedua dengan angka tipis 18-21, berhasil dibayar di set ketiga dengan kemenangan yang cukup telak untuk pemain sekelasnya dengan skor 21-14. Sebagai unggulan tujuh pada kejuaraan ini permainan Taufik sepertinya suatu taktik adu fisik belaka. Akhir-akhir ini Taufik Hidayat sering sekali menang pada permainan rubber set. Taufik seakan ingin menguras tenaga lawannya dengan taktik tersebut.

Taufik masih bertaji dan benar-benar tidak bisa dianggap remeh. Semoga besok Taufik berjaya lagi melawan musuh bebuyutan Lee Chong Wei yang berhasil menaklukkan tunggal putra asal Thailand Boonsak Ponsana dengan skor 21-8, 21-15.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,802 other followers