SEJAHTERA BADMINTON CLUB

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

Seleknas Menilai Tiga Aspek

Posted by valsus on March 14, 2009

Pekan ini, meski ditinggal hampir seluruh pemain pelatnas utama yang berlaga di Super Series Swiss, pelatnas PBSI di Cipayung tetap terlihat ramai. Pasalnya sejak 10 hingga 15 Maret digelar seleksi nasional (seleknas) untuk mencari pemain pelatnas pratama.

Seleknas ini diikuti total 67 pemain. Perinciannya, 12 pemain tunggal putra, 7 tunggal putri, dan masing-masing 8 ganda putra, putri, serta campuran. Mereka terpilih berdasarkan peringkat setelah mengikuti sirkuit dan kejuaraan nasional.

Sebagian besar pemain yang ikut seleknas adalah eks pemain pratama dalam kepengurusan PBSI sebelumnya. Ada beberapa nama seperti Bellaetrix Manuputty atau ganda Afiat Yuris/ Wifqi Widarto, yang kemampuannya dinilai bagus dan langsung lolos tanpa seleksi.

Semua kontestan bakal menjalani seleknas yang digelar dengan sistem setengah kompetisi. Hingga Rabu (11/3), pemain seperti Senatria Agus (SGS Bandung) di tunggal putra dan Ana Novita (Djarum) masih memimpin klasemen.

”Juara masing-masing nomor otomatis akan langsung masuk ke pelatnas pratama. Sisanya akan dinilai tim khusus,” kata Lius Pongoh, Kabid Pembinaan dan Prestasi PBSI.

Menurut Lius, komponen yang akan dipakai untuk menilai adalah aspek teknis, psikologis, dan kesehatan. Rencananya pemain yang lolos seleksi teknis akan menjalani psikotes pada 16 Maret. Sehari kemudian mereka akan dites kondisi kesehatannya.

”Aspek teknis porsi penilaiannya paling utama. Mereka akan dites kesehatannya supaya tak masuk ke pelatnas dengan membawa cedera,” kata Lius lagi.

Rencananya, seluruh pemain yang lolos ke pelatnas pratama akan berlatih di Magelang. Slot yang tersedia untuk pemain sebanyak 24-26 orang.

”Sebetulnya tidak terpaku dengan jumlah itu. Kalau ada pasti akan diajukan. Tapi, kalau materi pemain tidak mencukupi juga tidak akan dipaksakan,” sebut Lius.

Beberapa waktu lalu, Wakil Ketua Umum II, I Made Oka, menyebut pelatnas pratama yang digelar di Magelang ini untuk pembentukan karakter pemain.

”Kalau dari muda sudah disiplin, kita harap ketika menjadi pemain utama dan kembali ke Cipayung mereka akan terbiasa disiplin tanpa diawasi,” tutur Oka.

Untuk mengasah kemampuan, rencananya secara berkala mereka akan kembali ke Jakarta untuk berlatih dengan pemain utama yang ada di Pelatnas Cipayung. Cara lain dengan melakukan latih tanding melawan klub-klub yang berdomisili di sekitar Jateng seperti Djarum Kudus.

”Kalau mereka berlatih dengan sesama pemain pratama terus-menerus kemampuannya akan sulit berkembang,” kata Christian Hadinata, Kasubid Pelatnas. (win/bolanews.com)

One Response to “Seleknas Menilai Tiga Aspek”

  1. C...n..r.. said

    payah dulu saya adalah pemain badminton terbaik dari sebelum sekolah , SD, SMP, hingga SMA…di turnamen badminton dtingkat pelajarpun saya selalu juara.
    saya mempunyai kemampuan di atas rata2 tetapi karn saya dai keluarga tdk mampu ayah seorang supir, ibu tukang jualan lontong sayur,sehingga saya gk bisa masuk club, juga di tempat saya tdk ada club, saya cuma latihan rutin sepulang sekolah dengan adik saya di lapangan dkt rumah dan sekolah,
    sebenarny cita2 saya mw jadi atlet bulutangkis tapi apa mw dikata nasi sudah jadi bubur… dan saya sekarang sudah berusia 23 th..
    kalau saja saya punya uang pasti saya ikut club, n ikut seleksi masuk platnas cipayung,
    mungkin andai nasib saya bagus mungkin saya menjadi salah satu pemain terbaik dunia..
    tapi itulah nasib,,, kedepannya mungkin saya akan menjadikan anak saya atlet badinton n bola
    I love Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,802 other followers