SEJAHTERA BADMINTON CLUB

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

REGERENASI PEMAIN DAN PELATIH SEMAKIN MENDESAK

Posted by valsus on May 19, 2009

Oleh Fitri S

Guangzhou, 18/5 (Roll Sports) – Indonesia diperkirakan masih akan mengandalkan pemain-pemain yang ada sekarang pada kejuaraan dunia beregu Piala Thomas dan Uber tahun depan serta Sudirman 2011.

Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PB PBSI Lius Pongoh mengisyaratkan hal itu saat dimintai evaluasi mengenai hasil yang dicapai Indonesia pada Piala Sudirman yang baru saja berlalu, ketika Indonesia terhenti di semifinal.

“Dua tahun ke depan, tunggal putra, tunggal putri, dan ganda putri masih kurang,” kata Lius.

Menurut Lius, hal ini disebabkan karena regenerasi pemain belum berjalan dengan baik pada semua sektor, yang mengakibatkan kemampuan antara pemain utama dengan pelapis di bawahnya masih terpaut jauh.

Ia mencontohkan pemain tunggal putri Maria Kristin seolah melenggang sendirian, sementara rekan-rekannya masih jauh tertinggal. Selain Adriyanti Firadasari yang satu angkatan, tunggal putri Pelatnas lainnya, Aprilia Yuswandari, Linda Wenifanetri, dan Rizki Amalia masih terhitung belum apa-apa.

Akibatnya ketika Maria cedera, tidak ada yang benar-benar dapat diandalkan untuk menggantikan perannya pada kejuaraan beregu seperti Piala Sudirman yang baru saja berakhir.

Sektor tunggal putra yang dianggap mempunyai lebih banyak pemain pelapis pun, proses regenerasinya tidak berjalan mulus. Pemain-pemain yang berada di bawah Sony Dwi Kuncoro dan Simon Santoso masih jauh tertinggal.

Mungkin hanya ganda putra dan campuran yang rantai regenerasinya berjalan cukup baik. Selepas pasangan Olimpiade Candra Wijaya/Tony Gunawan, Indonesia mempunyai pasangan Luluk Hadiyanto/Alvent Yulianto disambung dengan munculnya Markis Kido/Hendra Setiawan yang dibawahnya kemudian hadir pasangan Bona Septano/Muhammad Ahsan.

Pada ganda campuran, di bawah pasangan Nova Widianto/Liliyana Natsir, Indonesia masih punya Devin Lahardi/Lita Nurlita, Fran Kurniawan/Pia Zebadiah, dan Tantowi Ahmad/Richi Puspita Dili yang mulai berkibar di turnamen-turnamen kelas menengah.

Perbanyak pemain

Menyadari sangat kurangnya pemain yang siap tanding, Sekjen PB PBSI Jacob Rusdianto mengatakan akan segera berusaha memperbanyak pemain utama pada tahun-tahun ke depan.

Selain menyelenggarakan Pelatnas Pratama seperti yang baru dimulai di Akademi Militer Magelang beberapa waktu lalu, PBSI juga akan mempercepat peningkatan kemampuan pemain dengan memperbanyak pengalaman bertanding.

“Kita akan berusaha mengirim mereka untuk sebanyak mungkin punya pengalaman tanding di luar negeri. Itu yang harus dilakukan kalau ingin menyamai China, Malaysia, dan Korea,” kata Jacob.

Sistem Pelatnas desentralisasi, tambahnya, akan dipertimbangkan untuk semakin memperbanyak calon-calon pemain muda yang dapat di andalkan, meskipun masih terbentur berbagai kendala.

Selain masalah pendanaan, kurangnya pelatih yang akan ditempatkan di daerah pun menjadi kendala terwujudnya proses Pelatnas desentrasilasi.

“Pelatih yang ada sekarang pun kurang ditopang untuk regenerasi. Kalaupun membuka desentrasilasi, pelatih-pelatihnya dari mana,” kata Jacob yang juga mengatakan akan memperbanyak pelatih.

Bicara soal pelatih, mundurnya pelatih tunggal putra Hendrawan dari Pelatnas di tengah usahanya membangun kembali tunggal putra tentu menjadi pukulan tersendiri bagi Pelatnas.

PBSI harus segera mencari pengganti yang sepadan jika tidak ingin program menjelang Kejuaraan Dunia di India Agustus yang akan datang berantakan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,801 other followers