Sponsor Alternatif Kenapa Kita Tidak Bisa ?
Posted by valsus on May 20, 2009
Meski sudah mulai terbuka, Cina sebagai negara komunis tak mudah mengumbar soal nilai kontrak suatu sponsor. Apalagi, bos bulu tangkis Cina, Li Yongbo, pernah mengatakan bahwa besarnya kontrak sangat relatif sebab dengan kemampuan teknis yang tinggi, Lin Dan cs. tak akan terpengaruh dengan apa pun merek raket yang dipakai.
Keputusan menerima Li Ning tanpa menyebut besarnya kontrak mengundang prasangka terhadap Yongbo, godfather bulu tangkis Cina yang sukses.
“Ada kabar Yongbo juga menerima bagian keuntungan karena ikut menjadi aktor penentu terjadinya kesepakatan antara Li Ning dan tim bulu tangkis Cina, tapi hal ini sulit dibuktikan karena di Cina semuanya serbatertutup,” ujar Ji Fei Wang, wartawan dari koran harian Chengdu Economic. Rumor lain menyebut Yongbo memiliki saham di Li Ning.
Apa pun, yang jelas pengurus bulu tangkis Cina pandai menjual pemainnya yang berprestasi. Hal ini harusnya dijadikan pelajaran oleh PBSI. Hingga kini, PBSI baru mendapat kesepakatan kerja sama dengan Yonex. Tempat kosong di dada pemain yang sudah bisa dijual hingga kini masih melompong. Pasalnya kabar beberapa waktu lalu yang menyebut Pertamina digaet untuk menjadi partner hingga kini juga belum terealisasi.
Persaingan
Sebenarnya, pihak Yonex tidak risau dengan maraknya sponsor pesaing,
“Kehadiran produk pesaing itu wajar terjadi. Tidak di cabang bulu tangkis saja. Kami tak khawatir dengan munculnya pesaing baru. Yonex tetap mengandalkan teknologi dan kami yakin hal itu yang membuat kami lain daripada produk pesaing,” tutur Berry Tamba, Senior Promotion Executive Sunrise Yonex.
Yonex antara lain masih memiliki Malaysia, Indonesia, dan Jepang serta beberapa negara Eropa yang menjadi partner. Selain itu, brand Yonex memang fokus dan lebih terkenal di cabang bulu tangkis. Beda dengan Li Ning, yang juga merambah ke cabang lain seperti renang dan menembak.
Adanya campur tangan dari pemerintah agaknya membuat tim bulu tangkis Cina akhirnya melepas Yonex dan beralih ke Li Ning. Maklum, Cina tentunya berusaha timnya memakai produk negeri sendiri.
Untuk menghadapi persaingan Yonex sudah memiliki rencana matang.
“Kami sudah memiliki perwakilan di banyak negara. Mungkin yang selama ini masih kecil akan digarap lebih serius lagi supaya menjadi lebih besar,” sebut Berry.








BAD _minton said
pengurus pbsi kurang kreatif dan kurang semangat aja dalam mencari sponsor pendamping yonex.di bawah ini ada perusahaan2 yang mungkin berpotensi untuk membantu dunia perbulutangkisan indonesia dengan dana mereka yang tanpa batas dan melimpah.
1.NOKIA
sebagai sponsor pendamping yonex….secara penjualan hp nokia di indonesia paling tinggi dari negara lain manapun di seluruh dunia..ya itung2 balas jasa & ucapan terima kasih kepada rakyat indonesia.
2.MASKAPAI PENERBANGAN(SAUDI AIRLINES,FLY EMIRAT,GARUDA INDONESIA DLL)
kan lumayan tuh bisa dapat tiket gratis setiap ada pertandingan di luar negeri…
HEMAT PANGKAL KAYA ha..ha..
3.PROVIDER KARTU SELULER
pembuatan kartu perdana edisi atlet..pasti laku keras apalagi semenjak thomas & uber banyak orang2 yg terjangkit shydrom “MENDADAK BULUTANGKIS” a.k.a para abg-abg.