Hendri Kurniawan Saputra, Pebulu Tangkis Singapura Asal Indonesia
Posted by valsus on May 30, 2009
Merasa Lebih Sejahtera, Pilih Pindah Warga Negara
Hendri Kurniawan Saputra belum bisa memiliki gambaran waktu untuk pensiun. Tapi, dia telah menetapkan hati dengan memilih profesi pelatih. Bukan di Indonesia, negara kelahirannya, melainkan menjadi pelatih Singapura, seperti status warga negara yang sekarang dia sandang.
SEPINTAS, wajah Hendri Kurniawan Saputra mirip dengan Muhammad Rijal, pemain ganda campuran Pelatnas Cipayung. Tapi, melihat bendera di kostum yang dikenakan, Hendri merupakan penggawa Singapura.
“Saya berkewarganegaraan Singapura sejak lama, sejak 2005. Adik saya, Sinta (Mulya Sari) dan Hendra (Wijaya), juga sudah bergabung di sana,” ujar putra pasangan Sugeng Subagio dan Sri Sariyani itu.
Ya, memang bukan rahasia lagi bahwa keluarga Hendri beramai-ramai memilih Singapura sebagai negara yang dibela pada kejuaraan internasional bulu tangkis. Sebelumnya, saudara kembar Hendri, Wandry Kurniawan, juga hijrah ke Negeri Singa tersebut. Tapi, dia menolak untuk berganti kewarganegaraan dan memiih pulang ke tanah air.
Wandri pun merasa prestasinya kurang moncer di bulu tangkis. Alasannya mirip yang jamak dikemukakan oleh pemain atau pelatih yang memilih meninggalkan Indonesia, persoalan kesejahteraan.
Di Singapura, Hendri mendapatkan uang saku Rp 20 juta setiap bulan. Jumlah itu masih ditambah dengan asuransi kesehatan dan beasiswa di sebuah akademi serta sewa apartemen yang harganya tak disebutkan dalam rupiah. Dia juga berhak menerima pemasukan dari Yonex sebagai sponsor sebesar Rp 8 juta per bulan. Pemerintah Singapura, menurut Hendri, pun sangat membantu saat dirinya harus menjalani pengobatan dan pemulihan cedera.
Pada Maret atau lima bulan menjelang Olimpiade lalu, otot pergelangan tangan kanan Hendri putus dan harus dioperasi. Dalam kuitansi yang diberikan rumah sakit, dia harus membayar 18 ribu dolar Singapura atau sekitar Rp 120 juta. Eh, pemerintah sudah membayarnya tuntas.
Namun, ada yang dinilai lebih menggiurkan oleh Hendri dan keluarganya. “Di sini saya bisa leluasa mendapatkan pekerjaan setelah pensiun nanti. Saya tinggal tunjuk sesuai dengan keinginan,” terang pria kelahiran Semarang, 12 Mei 1981, tersebut.
Dengan segala tunjangan dan fasilitas yang diberikan, Hendri tak ragu untuk terus melanjutkan karir di Singapura. Dia pernah membandingkan saat masih berada di Indonesia. Meski menjadi juara nasional dan memenangi beberapa turnamen internasional junior bersama Eny Erlangga, Hendri tak bisa masuk ke pelatnas. Klub yang menaungi, Pelita Jaya, malah menjual dia ke PB Jaya Raya.
Dengan kemampuan yang dimiliki dan latar belakang pendidikan, anak keempat di antara sembilan bersaudara itu sadar bahwa pelatihlah profesi yang bakal digelutinya nanti. Bekalnya berupa prestasi yang sudah ditorehkan selama ini. Dia menjadi ganda campuran terbaik di Singapura yang lolos ke Olimpiade bersama Li Yujia.
Apalagi, di apartemen yang ditinggali kini, Hendri masih merasa tinggal di tanah air. Maklum, dia tinggal bersama Hendra yang kini menjadi pasangannya di ganda pria dan Sinta yang masih konsisten di nomor tunggal wanita.
Beda lagi soal pacar, Hendri tetap memilih wanita Indonesia sebagai pendamping hidup. Putri Yuliana Sari menjadi tambatan hatinya meski harus backstreet. Maklum, orang tuanya belum mengizinkan dia berpacaran.
“Saya sengaja cari jodoh di Indonesia. Soal makanan dan tempat tinggal, saya bisa langsung cocok dengan Singapura. Tapi, kalau istri, Indonesia saja lah,” kelakar dia. (ko)
Data Diri
Nama: Hendri Kurniawan Saputra
Lahir: Semarang, 12 Mei 1981
Orang tua: Sugeng Subagio dan Sri Sariyani
Anak ke-4 di antara 9 bersaudara
Nomor Spesialis:
- Ganda pria bersama Hendra Wijaya
- Ganda campuran bersama Li Yujia







