Milo School Competition (MSC) 2009 Pekanbaru; Dimas : ‘’Senang bisa bermain dengan Taufik Hidayat
Posted by valsus on May 30, 2009
(Bulutangkis.com) – Milo School Competition (MSC) 2009 digelar di tiga kota yaitu Pekanbaru, Banjarmasin dan Manado. Kota Pekanbaru mendapat kehormatan sebagai tempat pertama ajang kejuaraan bulutangkis antar SD dan SMP ini di gelar. Event yang berlangsung dari tanggal 26 Mei 2009 hingga 31 Mei 2009 mendapat sambutan dari para pelajar SD dan SMP di Pekanbaru dengan peserta yang berpartisipasi hingga 750 orang.
Kejuaraan yang ini merupakan bukti nyata dari Nestle Indonesia membantu memajukan bulutangkis Indonesia. Dengan mengambil thema ”MILO Cari Juara Bulutangkis Indonesia Masa Depan” kejuaraan ini berlangsung di GOR Angkasa Pekabaru dengan memperebutkan total hadiah Rp. 64 juta di tiga kota penyelenggara sebagai uang pembinaan dan Piala Taufik Hidayat. Para juara di tiga kota untuk nomor perorangan akan berlaga di Jakarta saat Grand final.
Taufik Hidayat yang merupakan peraih medali emas olimpiade 2004 di Athena dan juara dunia 2005 selain menyumbangkan piala untuk diperebutkan akan menjadi Duta Milo melakukan coaching clinic di tiga kota kepada atlit-atlit peserta Milo School Competition (MSC) 2009.
Hari ini (Sabtu, 30 Mei 2009) jam 13.00 wib, GOR Angkasa Pekanbaru dipenuhi anak-anak didik sekolah yang mengikuti coaching clinic bersama Taufik Hidayat. Ada sekitar 20an siswa mendapat kesempatan bermain bulutangkis dengan Taufik. Semua atlit cilik bermain dengan penuh semangat memperlihatkan kemahirannya untuk mengimbangi kebolehan sang idola.
Coaching clinic yang diberikan Taufik Hidayat dengan penuh antusias dan keramahan mengundang simpati yang dalam bagi siswa-siswa yang hadir. Begitu juga dengan para orang tua yang menemani ana-anaknya bertanding. Tak jarang pukulan-pukulan Taufik menimbulkan decak kagum bagi anak-anak didik dan spontan para anak didik memberikan tepukan pujian.
Dimas Pratama D. (13 thn) atlit cilik dari SMP Negeri 3 salah seorang anak didik yang mendapat kesempatan coaching clinic dengan Taufik Hidayat. ‘’Sangat senang bermain dengan Taufik Hidayat. Biasanya hanya lihat Taufik Hidayat di tv, sekarang bisa main sama.’’ ujar Dimas dengan bangga.
Milo School Competition (MSC) 2009 ini memperebutkan nomor perorangan dan beregu. Dimas Pratama ikut pada semua nomor baik perorangan maupun beregu. Pada nomor beregu sekolahnya berhasil masuk final yang akan berlangsung besok pada hari Sabtu di GOR Angkasa Pekanbaru. Sementara pada nomor tunggal perorangan langkah Dimas telah terhenti. Begitu juga pada nomor ganda putra perorangan yang baru berlangsung siang tadi Dimas yang berpasangan dengan Dedi Kurniawan (15 tahun) harus puas menjadi semifinalis. Langkah Dimas Pratama D./Dedi Kurniawan terhentu dan harus mengakui keunggulan Robby/Yohan dengan skor 16-21, 18-21 dari SMP Rengat, Riau. (ferry kinalsal)







