MANTAN PEBULUTANGKIS NASIONAL RAMAIKAN TETRA PAK OPEN MILK CUP 2009
Posted by valsus on June 2, 2009
Jakarta, 1/6 (Roll News) – Sejumlah mantan pebulutangkis nasional seperti Susi Susanti, Ivana Lie, Sarwendah Kusumawardani dan Rosiana Tendean tampil dalam pertandingan eksebisi guna meramaikan ajang Kejurnas bulutangkis usia dini “Tetra Pak Open Milk Cup 2009″ yang berlangsung di GOR Bulutangkis Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin.
Dalam pertandingan eksebisi itu, Susi berpasangan dengan Sarwendah harus mengakui keunggulan pasangan Ivana/Rosiana dengan skor 21-16.
Meski cuma bertanding satu set, kehadiran para mantan ratu bulutangkis Indonesia di era 80-an tersebut mengundang decam kagum ratusan atlet bulutangkis usia dini yang datang dari berbagai daerah.
Usai bertanding, atlet-atlet cilik bulutangkis berebutan berfoto bersama Susi dan rekan-rekannya.
Susi yang pernah menyumbang medali emas tunggal putri saat Olimpiade Barcelona tahun 1992 mengatakan, sangat mendukung penyelenggaraan Kejurnas Bulutangkis Usia Dini dalam rangka merangsang minat dan bakat anak-anak Indonesia agar menyenangi olahraga tepok bulu ini.
“Oh, bagus sekali. Saya kiri ini langkah yang baik untuk menarik minat dan bakat anak-anak agar sejak usia dini bisa bermain bulutangkis,” kata Susi.
Menurut istri Alan Budikusuma itu, untuk menghasilkan atlet yang berprestasi di tingkat nasional dan internasional maka harus dipersiapkan sejak usia dini.
“Melalui kejuaraan seperti ini mereka nantinya lebih terlatih untuk bertanding di kejuaraan yang lebih tinggi seperti kejuaraan antar klub, antar daerah, PON dan lain-lain,” kata Susi yang telah meraih juara di berbagai event bulutangkis dunia seperti All England, Kejuaraan Dunia dan Olimmpiade itu.
Rekan Susi, Rosiana Tendean yang juga dipercaya menjadi ketua panitia dalam kejuaraan ini mengatakan Kejurnas Swasta Bulutangkis Usia Dini Tetra Pak Open Milk Cup 2009 diikuti 18 provinsi yang terdiri dari 119 klub dengan jumlah peserta 1.260 peserta.
Peserta dibagi dalam dua kelompok umur yaitu kelompok anak-anak di bawah 12 tahun dan pemula di bawah 14 tahun.
“Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi mata rantai dari sistem pembinaan prestasi yang berkelanjutan dan dapat melahirkan pemain muda potensial yang akan menjadi harapan bangsa dan negara,” kata Rosi.







