Jelang Super Series Singapura Tambah Latihan demi Gelar
Posted by valsus on June 6, 2009
Suasana di hall tempat latihan pelatnas PBSI di Cipayung sudah sepi pada suatu siang dua pekan yang lalu. Sebagian besar lampu mulai padam karena semua pemain telah kembali ke asramasetelah melakukan latihan.
Meski suasana tak lagi terang, di salah satu lapangan masih ada aktivitas. Pelatih ganda campuran Richard Mainaky terlihat memberikan petunjukke pada Tontowi Achmad dan Fran Kurniawan.
“Postur mereka tinggi. Saya memberi tahu supaya mereka bisa meloncat maksimal. Ini di luar program,” kata Richard.
Itu adalah contoh bagaimana pemain berusaha menambah porsi latihan ekstra dari program yang sudah diberikan pelatih. Latihan ekstra ini dilakukan sejumlah pemain. Hanya caranya berbeda-beda.
Pada hari yang lain, Devin Lahardi dan Greysia Polii sibuk di sudut hall yang lain. Saat Devin berlatih sendiri, Lita Nurlita ,yangmen jadi pasangannya ,sedang di-drill oleh Richard.
“Pemain ganda memang agak sulit. Harus sama-sama kalau mau tambah porsi ,beda dengan pemain tunggal,” kata Devin.
Ruang fitness yang ada di sudut hall adalah salah satu tempat yang biasa disambangi pemain. Tiga kali seminggu, pelatih fisik Felix Ari Bayu Marta berada di ruang fitness. Felix biasa memberikan menu latihan apa yang sebaiknya dilahap guna meningkatkan kondisi di luar program yang sudah diberikan pelatih.
Ada juga pemain yang mencari suasana baru dengan melakukan fitness di luar pelatnas. ” Saya cukup di pelatnas. Memang kadang bosan dengan suasana di pelatnas. Kalau di luar ada suasana dan kawan baru,” ujar Fran.
Belakangan ini nomor ganda putri terlihat paling akhir menyelesaikan latihan. “Kebetulan saja kami yang selesai paling belakangan. Saya memberikan program ,tapi ada pemain yang masih merasa kurang dan menambah waktu sendiri. Biasanya mereka konsultasi harus menambah latihan yang seperti apa untuk memperbaiki kekurangan,” ucap Aryono Miranat, pelatih ganda putri.
Pada nomor ganda putra, di awal latihan pelatih Sigit Pamungkas memberikan menu teknik dan strategi. Setelah program selesai, pemain melakukan latihan gim. Dalam latihan gim, sering kali mereka bermain tidak dengan partner sesungguhnya. Sigit biasanya duduk di tepi lapangan sambil memberikan instruksi.
“Di ganda putra, yang membuat kemampuan pemain meningkat adalah latihan gim. Mau berapa kali mereka main, saya tak pernah melarang. Tapi ,kalau sudah mendekati hari pertandingan, biasanya porsi akan berkurang,”sebut Sigit.
Latihan ekstra ini memang amat tergantung dari kemauan atlet dan ketersediaan waktu dari pelatih. Yang jelas, jika dilakukan tepat sasaran ,hasil positif tentu akan didapat.
“Pemain memang harus selalu merasa lapar latihan. Mereka yang sudah merasa puas dengan apa yang didapat bukanlah seorang pemain bermental juara,” ujar Christian Hadinata, Kasubid Pelatnas PBSI.
Adakah hasil signifikan dari pemain yang menambah porsi latihannya sendiri? Mungkin sebagian jawabannya bisa dilihat di Super Series Singapura yang akan digelarpada9-14 Juni. (Erwin Fitriansyah)







