SEJAHTERA BADMINTON CLUB

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

Singapore Super Series; Pemanasan menuju Djarum Indonesia Open Super Series 2009

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on June 8, 2009

Kejuaraan Super Series pasca perebutan Piala Sudirman 2009 pertama adalah Aviva Singapore Open Super Series 2009 yang akan berlangsung pekan depan dari tanggal 9 – 14 Juni 2009 sebagai ajang Super Series pertama setelah perebutan Piala Sudirman yang kembali bertahan di China. Singapore Super Series sekaligus sebagai pemanasan bagi pemain-pemain Indonesia untuk mempersiapkan diri pada kejuaraan pekan berikutnya Djarum Indonesia Open Super Series 2009 yang berlangsung di Jakarta. Sebagai ajang pemanasan namun juga sebagai ajang pembuktian bagi pemain-pemain Indonesia untuk dapat meraih gelar di Singapura. Dari lima nomor yang dipertandingkan, sayang sekali Taufik Hidayat yang sudah tidak bermain di pelatnas, absen di Singapura Super Series. Taufik kemungkinan akan lebih memfokuskan diri untuk dapat bermain di Indonesia Super Series.

Sementara dari Indonesia sendiri, pada kejuaraan Singapore Super Series 2009 in menurunkan pemain terbaiknya meski tidak turun dengan kekuatan penuh, akan tetapi menempatkan beberapa wakilnya. Untuk pemain-pemain pelapis tidak diturunkan di Singapura karena lebih di fokuskan pada Djarum Indonesia Open Super Series 2009 yang akan berlangsung dari tanggal 16 – 21 Juni 2009.

Ditunggal putra, Indonesia menurunkan Sony Dwi Kuncoro dan Simon Santoso. Keduanya berada di pul bawah yang kemungkinan bertemu dapat terjadi di semifinal. Sony Dwi Kuncoro yang diunggulkan di tempat ke 3 kemungkinan akan melangkah mulus hingga perempat final. Di perempat final Sony baru akan menemui lawan yang cukup ulet yang kemungkinan akan kembali bertemu dengan Park Sung Hwan (KOR). Park Sung Hwan terakhir bertemu di semifinal piala Sudirman dimana Sony Dwi Kuncoro menang dengan harus bersusah payah dalam pertandingan 3 set. Sung Hwan juga pernah mempecundangi Sony di semifinal Piala Thomas 2008 silam dimana Sony harus kalah yang cukup menyakitkan bagi kubu Indonesia. Sementara Simon Santoso juga berpeluang ke perempat final dan baru menemui lawan tangguh Peter Heog Gade (DEN). Jika Simon mampu menghadapi Peter, maka peluang untuk berhadapan dengan Sony di semifinal pun terbuka lebar. Unggulan pertama tetap dimiliki Lee Chong Wei (MAS) yang berada di pul atas. jika skenarionya lancar, maka Sony dapat kembali bertemu Lee Chong Wei di final.

Ditunggal putri, satu-satunya wakil Indonesia Adriyanti Firdasari di babak kedua akan menemui lawan ulet Saina Nehwal (IND). Firda yang tampil tanpa didampingi pemain Indonesia lainnya Maria Kristin yang sedang cedera, memiliki jalan terjal yang harus dilalui. Firda kemungkinan hanya akan melangkah hingga ke perempat final. Pemain Indonesia lainnya Pia Zebadiah yang saat ini bermain di nomor ganda juga tidak bermain di Singapura Super Series. Kita lihat saja apakah di Djarum Indonesia Super Series akan diturunkan atau tidak.

Nomor ganda putra merupakan nomor yang diharapkan meraih tiket final di Singapore Super Series 2009. Ganda putra Markis Kido/Hendra Setiawan menempati unggulan pertama di prediksi akan melangkah mulus hingga ke semifinal. Di semifinal baru menemui hambatan dengan pemain kuat China Fu Haifeng/Cai Yun.  Namun pemain Indonesia lainnya Rian Sukmawan/Yonathan Suryatama Dasuki yang juga turun di Singapore Super Series , berpeluang menekuk pemain China sebelum sampai ke semifinal.  Rian/Yonathan berpeluang menekuk pemain China di perempat final jika saja mampu menghadapi hadangan di babak pertama dan kedua. Sedangkan di pul bawah, Indonesia menempatkan M. Ahsan/Bona Septono.  M. Ahsan/Bona yang biasanya bermain agresif kemungkinan akan melangkah hingga semifinal.

Sementara itu ganda putri Indonesia menurunkan pasangan Shendy Puspa Irawati/Meiliana Jauhari yang menempati unggulan ke 7 dan Nitya Khrisinda Maheswari/Greysa Polii. Shendy/Mei diprediksi mampu melewati rintangan hingga ke semifinal. Disemifinal tembok China sudah menunggu apakah itu Cheng Zhu/Zhao Yun Lei maupun Zhang Yawen/Zhao Tingting. Sedangkan pasangan ganda putri lainnya Nitya Krishina Maheswari/Greysa Polii kemungkinan juga akan melangkah mulus hingga ke perempat final sebelum bertemu dengan unggulan nomor satu Eei Hui Chin/Wong Pei Tty (MAS).

Nomor ganda campuran, Indonesia tetap menumpukan harapannya pasa pasangan Nova Widianto/Lilyana Natsir. Disamping juga ganda campuran lainnya Devin Lahardi/Lita Nurlita yang juga akan bermain di Singapore Super Series. Namun peta kekuatan ganda campuran yang kiat merata juga sulit diprediksi apakah Nova/Lily mampu meraih gelar di Singapura atau tidak.  Pertandingan sesungguhnya akan terjadi di pul atas saat perempat final yang kemungkinan akan mempertemukan Nova/Lily dengan Chen Xu/Zhao Yunlei yang meski pemain usia muda dan relatif baru bermain di kancah Internasional, akan tetapi hasilnya memang luar biasa. Nova/Lily yang performancenya mulai menurun kemungkinan akan kesulitan saat menghadapi pemain China tersebut. Sedangkan Devin/lita meski tidak sekuat Nova/lily akan tetapi dengan semangatnya yang cukup tinggi kemungkinan akan melangkah hingga perempat final sebelum bertemu dengan pemain kuat China Zheng Bo/Ma Jin. Pemain Indonesia lainnya Flandy Limpele kali ini kembali berpasangan dengan Anastasia Russikh (RUS) setelah sebelumnya pernah kembali berpasangan dengan Vita Marissa. Namun sayang sekali Vita tidak main di Singapura.

Dari kelima nomor yang dipertandingkan, Indonesia berpeluang meraih gelar di nomor ganda putra, ganda campuran dan ditunggal putra. Mudah-mudahan saja hasilnya memuaskan.