Susi: Sparring dan Kompetisi Lebih Penting
Posted by valsus on June 10, 2009
Bagi Susi, latihan dengan menghadirkan atmosfer kompetisi mirip sesungguhnya lebih penting bagi para pemain untuk menghadapi pertandingan sebenarnya. “Melatih kedisiplinan memang diperlukan. Namun, pemain bisa lebih cepat matang dengan lebih banyak melakukan sparring atau pertandingan. Sehingga mereka lebih menguasai kondisi pertandingan yang mereka hadapi,” tutur Susi.
Istri Alan Budikusuma itu menilai, saat ini kualitas sparring di pelatnas tidak sebaik dulu. Itu disebabkan keputusan PB PBSI memangkas jumlah pemain senior. Padahal, keberadaan mereka masih dibutuhkan untuk menjadi lawan tanding pemain muda.
“Kalau hanya mengurung pemain pratama dan menggeber fisik, itu kurang tepat. Sebab, di dalam sana mereka hanya akan bertemu dengan pemain yang selevel. Itu kurang membantu perkembangan pemain,” kritiknya.
Di mata Susi, jam terbang adalah sesuatu yang sangat penting bagi seorang pemain. Semakin banyak pengalaman seorang pemain, dia akan memiliki intuisi yang baik untuk menentukan strategi dalam suatu pertandingan. Dia akan mengetahui dengan baik kelebihannya. Sebaliknya, dia juga akan cepat memetakan kekuatan lawan.
Yang tidak kalah penting adalah adaptasi terhadap kondisi lapangan. Berbeda tempat pertandingan, bisa saja kondisi yang dihadapi seorang pemain berbeda. Salah satunya kondisi angin yang berembus.
“Seorang pemain yang jarang mengikuti turnamen bisa lupa segala teknik yang dipelajari. Sehingga bingung apa yang akan dilakukan untuk menghadapi lawan,” bebernya. Minimal, lanjut Susi, para pemain muda itu harus mengikuti sampai sepuluh kompetisi per tahun. (vem/ang)







