Ujian Berat Menanti Indonesia
Posted by valsus on June 10, 2009
JAKARTA, KOMPAS.com – Mulai 16 – 21 Juni, para pecinta bulu tangkis di Tanah Air bakal mendapat tontonan menarik dan bermutu. Pasalnya, dalam sepekan itu akan terjadi pertarungan antara para jawara olahraga tersebut dalam turnamen bertajuk Djarum Indonesia Open Super Series 2009 di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.
Menurut rencana, turneman berhadiah total 250.000 dolar AS (sekitar Rp 2,507 miliar) itu akan diikuti pemain-pemain top dunia. Peraih medali emas Olimpiade Beijing 2008, Lin Dan (China) serta rival utamanya asal Malaysia, Lee Chong Wei, bakal tampil di sini, termasuk pemain Denmark Peter Hoeg Gade.
Mereka akan menjadi ujian terberat bagi pemain Indonesia, Sony Dwi Kuncoro, yang tahun lalu menjadi juara. Selain itu, Simon Santoso diharapkan mampu menjadi pelapis Sony sehingga Indonesia bisa berjaya di sektor tunggal putra.
Sementara itu di nomor tunggal putri, pemain yang masuk empat besar dunia juga bakal ikut. Mereka adalah pemegang medali perak Olimpiade Beijing Xie Xingfang (China), serta kompatriotnya Wang Yihan, pemain nomor dua dunia Zhou Mi (Hongkong).
Kehadiran tiga pemain top ini membuat peluang pebulu tangkis Indonesia untuk jadi juara menjadi sangat tipis. Tapi jika Maria Kristin berada dalam performa terbaiknya dan cedera lutut tak mengganggu, maka harapan Indonesia untuk membuat kejutan seperti pada Olimpiade Beijing (Maria Kristin sabet medali perunggu) bisa terulang lagi.
“Di nomor tunggal putri, Indonesia tetap punya peluang meskipun berat. Kita berharap Maria Kristin (dan Adrianti Firdasari) bisa meraih hasil maksimal. Untuk Maria, dia tidak dikirim ke Singapura Super Series dengan harapan cederanya bisa pulih. Dengan demikian, harapan untuk maju ke final dan bahkan menjadi juara tetap ada,” ungkap Kepala Sub Bidang Pelatnas PB PBSI Christian Hadinata, Selasa (9/6).
Untuk ganda putra, harapan Indonesia tetap pada pundak Markis Kido/Hendra Setiawan yang sedang berjuang di Singapura. Tetapi pasangan nomor satu dunia tersebut akan mendapat tantangan berat dari pasangan China Cai Yun/Fu Haifeng.
Meskipun demikian, diharapkan juga ada kejutan dari pemain-pemain Pelatnas lainnya seperti Rian Sukmawan/Yonathan Suryatama Dasuki yang menjadi semifinalis Jepang Super Series 2008, serta Mohammad Ahsan/Bona Septano, runner-up Jepang Super Series 2008.
Di sektor ganda putri, Indonesia tetap menaruh harapan untuk mempertahankan gelar juara yang diraih tahun lalu. Tetapi dengan keluarnya Vita Marissa dari Pelatnas, maka Liliyana Natsir tak punya pasangan–Vita/Liliyana adalah juara bertahan.
Dengan demikian, peluang Indonesia untuk meraih gelar di nomor ini agak berkurang. Apalagi, pasangan nomor satu dunia asal Malaysia Wong Pei Tty/Chin Eei Hui dipastikan ikut. Meskipun demikian, kiprah pasangan Indonesia, Meiliana Jauhari/Shendy Puspa Irawati, yang merupakan semifinalis Malaysia Super Series 2009 tak boleh dipandang sebelah mata.
Untuk ganda campuran, Nova Widianto/Liliyana Natsir tetap menjadi andalah Indonesia. Pasangan nomor satu dunia itu diharapkan bisa meraih gelar pada perhelatan kali ini setelah tahun lalu gagal.
“Saya kira kita tetap menaruh harapan pada nomor ganda putra dan ganda campuran yang merupakan pasangan nomor satu dunia,” ungkap Ketua Umum PBSI Djoko Santoso pada jumpa pers di Planet Hollywood, Jakarta.
Nah, lawan-lawan berat telah menanti para pemain Indonesia. Tetapi dengan dukungan semangat dari publik, diharapkan Sony dan kawan-kawan bisa mendapat “tenaga” tambahan untuk meraih prestasi sekaligus mengakhiri paceklik gelar bulu tangkis di Tanah Air.







