SEJAHTERA BADMINTON CLUB

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

Shendy/Meiliana Mundur dari Indonesia Open

Posted by valsus on June 16, 2009

JAKARTA (Suara Karya) Ganda putri unggulan kedelapan, Shendy Puspa Irawati/Meiliana Jauhari, absen pada kejuaraan Djarum Indonesia Open Super Series 2009 menyusul sakit paratifus yang diderita Shendy sejak pekan lalu.

“Shendy/Meliana sudah menarik diri dari turnamen karena Shendy baru keluar dari rumah sakit pada Sabtu (13/6) sehingga tidak mungkin bertanding,” ujar Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PB PBSI Lius Pongoh setelah mendampingi tim Indonesia berlatih di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin.

Sedianya pasangan semifinalis tahun lalu itu akan menghadapi ganda Petya Nedelcheva (Bulgaria)/Anastasia Russkikh (Rusia) pada putaran pertama turnamen berhadiah total 250.00 dolar Amerika Serikat (AS) itu.

Sakit yang diderita Shendy tersebut juga membuat pasangan itu absen di Singapura Terbuka Super Series pekan lalu.

Berbeda dengan pasangan tersebut, ganda putra unggulan ketujuh, Bona Septano/Mohammad Ahsan, memastikan diri akan berlaga di Indonesia Terbuka setelah Ahsan sembuh dari sakit punggung yang membuat mereka juga absen di Singapura.

“Sekarang sudah sembuh,” kata Ahsan yang bertekad membalas kekalahan di Piala Sudirman dari pasangan Inggris yang juara Singapura terbuka, Nathan Robertson/Anthony Clark, saat mereka bertemu pada babak pertama, Rabu (17/6).

Pemain lain yang absen di Singapura, tunggal putri Maria Kristin, juga menyatakan siap bertanding pada turnamen di Tanah Air. Finalis tahun lalu itu mengaku sudah tidak ada masalah dengan lututnya yang sempat mengganggu penampilannya di Piala Sudirman bulan lalu.

Pada putaran pertama, peraih medali perunggu Olimpiade Beijing tersebut akan menghadapi unggulan delapan asal China, Xie Xinfang, yang mencapai final di Singapura Terbuka. “Dilihat dari latihan sehari-hari, tampak ada motivasi untuk menang,” ujar pelatih tunggal putri Marleve Mainaky mengenai Maria.

Tahun lalu Maria berhasil mengalahkan pemain China, Zhang Ning, untuk maju ke final Indonesia Terbuka sebelum dikalahkan pemain China lainnya, Zhu Lin, di babak perebutan gelar.

Sementara itu, dengan pemain muda yang ambil bagian pada kejuaraan ini, diharapkan mampu memberikan penampilan terbaik sesuai dengan hasil latihan yang mereka dapat selama ini di pelatnas.

“Kalaupun mereka kalah, mereka harus kalah terhormat, lawan harus bersusah payah terlebih dahulu,” kata Direktur Pelatnas Christian Hadinata.

Ajang turnamen seperti itu, kata Christian, merupakan kesempatan bagus untuk menguji kemampuan dengan menghadapi lawan-lawan yang telah unggul baik dalam pengalaman maupun peringkat.

“Lewat ajang seperti ini, mereka bisa belajar bagaimana mengatasi tekanan ataupun demam panggung dalam menghadapi pemain dengan nama besar,” kata Christian.

Juara ganda All England tahun 1972 itu mengatakan lebih lanjut bahwa pemain itu haruslah “sombong”, selalu menampilkan permainan terbaik mereka.

“Dalam bermain, seorang pemain haruslah menampilkan yang terbaik, memberikan perlawanan. Kalau kalah, yang berbobot, misalnya dengan skor 22-20. Kalau hanya 20-10, latihan apa selama ini?” katanya. (Wem Fauzi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,801 other followers