DJARUM INDONESIA OPEN 2009 : Maria Kristin Langsung Tersingkir
Posted by valsus on June 17, 2009
JAKARTA, KOMPAS.com – Maria Kristin langsung gugur di babak pertama Djarum Indonesia Open Super Series 2009. Tunggal putri nomor satu Indonesia tersebut gagal melewati adangan pemain China, Xie Xingfang.
Dalam pertandingan di lapangan 1 Istora Senayan Jakarta, Rabu (17/6), Maria menyerah dua set langsung, 17-21 21-23, dari unggulan kedelapan tersebut.
Meskipun mendapat dukungan penuh dari suporter, Maria yang tampil dengan balutan di lutut kanannya sulit menaklukkan Xingfang. Setelah kalah di set pertama, Maria berusaha memberikan perlawanan maksimal di set kedua.
Mengawali game kedua ini, Maria yang tahun lalu menyabet medali perunggu Olimpiade Beijing sempat unggul 3-1. Tetapi Xingfang bisa menyusul dan balik memimpin 11-8.
Setelah itu, Maria bisa menyusul dan mulai terjadi kejar-mengejar poin hingga deuce. Di saat genting ini, Xingfang yang selalu memimpin dan akhirnya menang 23-21.
Selain Maria, Rizki Amelia Pradipta juga harus tersingkir di babak ini. Rizki menyerah dua game langsung dari pemain Belanda Rachel Van Cutsen dengan 16-21 18-21.
Dengan demikian, sudah dua pemain tunggal putri yang tersingkir. Kini, Indonesia masih punya dua wakil lagi yang belum bermain, yakni Maria Elfira Christina yang akan melawan unggulan 4 asal Hongkong Wang Chen, serta Adriyanti Firdasari yang ditantang pemain Belanda, Yao Jie.
Salah Strategi
Maria Kristin mengakui, dia salah strategi saat melawan Xie Xingfang. Alhasil, tunggal putri nomor satu Indonesia tersebut harus langsung tersingkir di babak pertama Djarum Indonesia Open Super Series 2009.
Dalam laga di Istora Senayan Jakarta, Rabu (17/6) itu, Maria kalah dua game langsung, 17-21 21-13.
Maria yang tahun lalu menyabet medali perunggu Olimpiade Beijing tersebut mengatakan, kesalahan fatal dilakukan pada set kedua. Dia memberikan kesempatan kepada Xingfang untuk menyerang saat memasuki angka kritis.
“Kalau set pertama memang saya banyak melakukan kesalahan sendiri. Tapi di set kedua, saya rasa sudah bermain dengan benar. Namun saya salah strategi, karena seharusnya melakukan servis pendek saya malah mengangkat bola sehingga Xingfang langsung menyerang,” ungkap Maria usai pertandingan.
Tentang cedera yang membekap lutut kanannya, Maria merasa tak ada gangguan. Dia sebenarnya siap tampil di turnamen ini meskipun harus langsung menghadapi lawan yang berat.
“Ketika tahu hasil undian bertemu Xingfang, saya rasa berat. Tetapi ini saya jadikan motivasi untuk mengalahkannya–meskipun gagal lagi–,” jelas Maria.
Maria baru dua kali bertemu Xingfang dan hasilnya selalu kalah. Pertarungan pertama terjadi di Piala Uber 2008 lalu.
Kini, Maria mempersiapkan diri untuk tampil pada Kejuaraan Dunia di India. Maria berjanji untuk tampil lebih baik lagi agar bisa melangkah lebih jauh.
Xingfang target juara
Sementara itu, Xingfang yang pekan lalu menembus final Singapura Terbuka–kalah dari Zhou Mi–berambisi menjadi juara. Apalagi, unggulan utama Zhou Mi sudah disingkirkan pemain kualifikasi asal Jepang, Sayaka Sato, di babak pertama.
“Memang, saya (begitupun dengan Zhou Mi) menghadapi situasi yang sulit karena capek setelah minggu lalu bermain di Singapura Terbuka. Tetapi saya tetap ingin juara di sini,” ungkap pemain unggulan delapan tersebut.
Meskipun Zhou Mi sudah tersingkir, Xingfang tak merasa perjalanannya akan mulus. Dia tetap merasa semua pemain merupakan tantangan.
“Saya tak mau memikirkan pemain lain. Saya hanya ingin fokus pada pertandingan yang dihadapi,” jelas Xingfang yang mengakui, dia tidak terganggu dengan teriakan penonton karena sudah sering tampikl di Indonesia dan menghadapi hal itu.








tHESsA said
sayan99 s’kLiii ………
lifa says; said
kak maria I LOVE YOU FULLLLLL………..