Rudy Hartono : Sebaiknya Bulu Tangkis Masuk Kurikulum SD
Posted by valsus on June 20, 2009
JAKARTA, KOMPAS.com — Maestro bulu tangkis Indonesia, Rudy Hartono, memberikan usulan agar olahraga tersebut terus melahirkan bibit-bibit baru. Menurutnya, bulu tangkis harus dimasukkan dalam kurikulum mata pelajaran olahraga di tingkat sekolah dasar (SD).
“Pembinaan ini bila diterapkan, minimal 10 tahun mendatang sudah mampu mengorbitkan pemain berprestasi di tingkat dunia,” katanya, menanggapi merosotnya prestasi Indonesia.
Rudy mengatakan, pembinaan massal yang relatif kurang memengaruhi merosotnya prestasi pemain bulu tangkis Indonesia pada berbagai event internasional.
“Saya tidak pungkiri pada sejumlah event ada pemain Indonesia meraih kemenangan, tapi prestasinya tidak berkesinambungan sehingga dinilai gagal,” ujar juara delapan kali All England tersebut.
Dia khawatir bila tidak diterapkan formula yang tepat dalam pembinaan, maka kemungkinan perbedaan antara pemain lapis pertama dan kedua akan memiliki kesenjangan lebih dari seharusnya dalam waktu hanya tiga tahun.
“Saat ini perbedaan tersebut sudah tujuh tahun, terbuka peluang meningkat menjadi 10 tahun. Bila ini terjadi, berarti Indonesia sulit mengembalikan kejayaan di cabang olahraga yang sering mengharumkan nama Indonesia di dunia,” ujar Rudy.
Dia mengingatkan pemain agar jangan cepat menyerah dalam menjalani latihan sebagaimana program diterapkan pelatih. Karena peluang menjadi juara dunia senantiasa terbuka lebar bagi siapa pun.
“Pemain harus memiliki mental juara ditunjang dengan intelektual yang cukup. Tinggal memoles teknik dan fisik, maka peluang mengukir prestasi terbaik itu bisa diraih,” kata Rudy.








sharah said
boleh2 aja om tapi harus dingat jg om untuk olahraga ndak bisa seperti itu apalagi utk bulutangkis, postur tubuh,struktur tulang dan intelegensi sgt berperan tidak asal comot, mungkin saat ini katakanlah anak usia 12th dia prestasi bl.tangkisnya bagus belum tentu 5 atau 10 th lg menjadi apa yg kita harapkan ya karena 3 faktor yg sy sebutkan diatas, jd seleksi awal hrs prioritas 3 faktor diatas kalo sudah terpenuhi mudah2an pembinaan tinggal dilanjutkan, dan penyeleksian hrs berlanjut mudah2han dgn demikian kita nggak kehabisan stock atlit yg potensi, bravo bulutangkis…