Pemain Non-Pelatnas Setelah Tak Lagi Nomaden
Posted by valsus on June 21, 2009
Pasangan Alvent Yulianto/Hendra Aprida Gunawan pernah merasakan suasana terkatung-katung mencari tempat latihan setelah memutuskan untuk keluar dari pelatnas PBSI dan memilih untuk berkarier secara profesional.
Alvent/Hendra memilih jalan yang sama dengan yang ditempuh Taufik Hidayat dan Vita Marissa. Mereka sebetulnya dipanggil masuk ke pelatnas ,tapi memutuskan keluar karena ketidakcocokan dengan beberapa kebijakan pengurus PBSI periode 2008-2012.
Setelah keluar pelatnas, Taufik memilih berlatih di GOR Bantongdi kawasan Cijantung, Jaktim. Selama beberapa saat, sejumlah pemain ikut berlatih dengan Taufik di tempat tersebut. Termasuk pemain ganda eks pelatnas seperti Alvent/Hendra, Flandy Limpele, Vita Marissa, atau Joko Riyadi.
Sejak sekitar dua bulan lalu, para pemain ganda mendapatkan tempat latihan baru di kawasan Pasar Rebo. Tempat berlatih baru itu kebetulan milik kerabat dari Endra Muliajaya, asisten pelatih ganda putra di pelatnas.
Buat Alvent/Hendra, hal ini menjadi keuntungan karena sebelumnya mereka tak punya tempat berlatih tetap alias nomaden. Selain di GOR Bantong, mereka kadang berlatih di kawasan Serpong. Sesekali mereka juga datang kePelatnas Cipayung untuk berlatih tanding dengan Markis Kido dkk.
“Jadwal latihan ketika itu tak teratur dengan rapi. Kalaupun ada latihan,kadang hanya satu kali sehari. Sekarang sudah tak lagi seperti itu,” kata Hendra.
Kepastian tempat itu juga dibarengi dengan kepastian sponsor yang mendanai segala kebutuhan mereka selama menjadi pemain profesional. Sama dengan Taufik, Alvent/Hendra disokongYonex Sunrise.
“Keadaan kami sudah jauh lebih baik setelah dikontrak selama dua tahun. Sponsor memberikan peralatan seperti kokdan tentu raket serta pakaian. Selain itu sudah ada perencanaan yang lebih baik kami akan main di turnamen mana saja. Tanggung jawab sekarang langsung terhadap sponsor,”sebut Hendra lagi.
Beda dengan saat masih menumpang berlatih di tempat Taufik, kini para pemain ganda dilatihHafid Yusuf. Jadwalnya juga lebih teratur. Pagi sore mereka berlatih seperti semasa menghuni pelatnas.
“Kami jadi lebih menghargai beberapa hal yang mungkin dulu tak terpikir. Karena kami harus menyewa lapangan, jam latihan pun betul-betul dihitung. Telat berarti rugi. Kami juga harus membayar pelatih. Contoh lain, memakai satu kok disayang-sayang. Pokoknya tak seperti dulu lagi,”ucap Alvent.
Tembus 32 Besar
Di babak pertama Djarum Indonesia Open Super Series, Hendra/Alvent berhasil melewati pasangan Malaysia yang juga eks pelatnas, Choong Tan Fook/Lee Wan Wah 16-21, 21-18, 21-17. Hasil ini membalas kekalahan yang diderita di perempat final Super Series Korea, awal tahun.
Prestasi terbaik Alvent/Hendra adalah menjadi finalis Super Series Malaysia, Januari. Sekarang mereka punya target menembus peringkat 32besar.
“Main sebaik-baiknya di tiap turnamen. Menembus 32besar supaya tidak harus lewat babak kualifikasi jika ikut turnamen Super Series. Berat kalau lewat kualifikasi karena pasti menguras tenaga,” kata Alvent. (Erwin Fitriansyah)








buy_vigrxplus said
Pretty cool post. I just stumbled upon your blog and wanted to say
that I have really liked reading your blog posts. Anyway
I’ll be subscribing to your blog and I hope you post again soon!
SAUT BOANGMANALU said
Terimakasih tulisan dan informasinya. Kunjungi juga Semua Tentang Pakpak di GETA_PAKPAK.COM http://boeangsaoet.wordpress.com