PEMAIN PRATAMA DIKIRIM IKUT KEJUARAAN JUNIOR ASIA
Posted by valsus on June 27, 2009
Surabaya, 26/6 (Roll News) – Kejuaraan Junior Asia 2009 yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 12-19 Juli mendatang, akan menjadi turnamen resmi pertama yang diikuti pebulu tangkis Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Pratama PB PBSI.
Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PB PBSI), Yacob Rusdianto, yang ditemui wartawan di Surabaya, Jumat, menjelaskan setelah Kejuaraan Junior Asia 2009, sejumlah turnamen lain juga sudah diagendakan.
Turnamen tersebut adalah dua sirkuit nasional di Tegal, Jateng dan Surabaya, Jawa Timur, serta turnamen internasional Indonesia Challenge di Jakarta pada Agustus 2009.
“Khusus untuk kejuaraan junior Asia di Malaysia, tidak semua pemain pratama dikirim, hanya yang usianya 19 tahun ke bawah. Tapi untuk sirnas dan Indonesia Challenge, rencananya semua pemain diturunkan,” kata Yacob.
Para pemain Pelatnas Pratama telah menjalani program latihan di Akmil Magelang sejak pertengahan April lalu. Rencananya, mereka berlatih di kompleks militer tersebut selama enam bulan.
Selama hampir tiga bulan, pebulu tangkis lapis kedua itu tidak diikutkan turnamen dan hanya mendapatkan latihan fisik serta teknik yang cukup berat.
Yacob Rusdianto mengatakan, tidak ada target yang dibebankan kepada pemain pratama pada beberapa turnamen tersebut, kecuali untuk mengevaluasi dan mengukur kemampuan atlet.
“Keikutsertaan mereka di berbagai turnamen itu, juga untuk menghilangkan kejenuhan pemain, karena selama tiga bulan penuh mereka terus digenjot dengan latihan berat,” tambah Yacob yang juga Ketua Umum Pengprov PBSI Jatim.
Ia mengakui, pada minggu-minggu awal berada di Akmil Magelang, sebagian besar pemain pratama merasa tidak betah dan jenuh, karena harus menjalani kehidupan ala militer.
“Tapi sekarang mereka sudah terbiasa dengan kondisi tersebut. Hanya mereka memang perlu `sparring partner` untuk latihan teknik dan strategi, agar tidak jenuh,” ujarnya.
Pelatnas pratama ini merupakan proyek jangka panjang PB PBSI di era kepemimpinan Jenderal TNI Djoko Santoso. Dalam dua-tiga tahun ke depan, sebagian besar pemain tersebut mampu menjadi pemain handal harapan Indonesia.







