SEJAHTERA BADMINTON CLUB

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

Kontrak PB PBSI-PAL Belum Beres

Posted by valsus on June 29, 2009

JAKARTA – Keluhan dari salah seorang pengurus PB PBSI soal belum cairnya uang saku atlet Program Atlet Andalan (PAL) langsung direspons. Program percepatan prestasi olahraga gagasan Menpora itu membantah anggapan bahwa mereka tidak mencairkan uang saku pebulu tangkis PAL. Yang terjadi adalah proses kontrak kedua belah pihak belum tuntas sehingga uang saku dan akomodasi lainnya belum bisa dicairkan.

PB PBSI telah memasukkan enam pemain untuk mengikuti PAL. Yakni, Maria Kristin Yulianti, Sony Dwi Kuncoro, Markis Kido, Hendra Setiawan, Nova Widianto, dan Liliyana Natsir. “PB PBSI belum menerima (uang saku, Red) karena proses kontraknya belum selesai. Saat ini, belum ada tanda tangan kedua pihak, antara PAL dengan atlet,” jelas Setia Dharma Madjid, wakil ketua umum PAL, di Jakarta Sabtu lalu (26/6).

Saat ini, PB PBSI baru memberikan persetujuan enam atlet untuk mengikuti PAL. Status seperti itu sama dengan cabang olaharaga (cabor) voli indoor dan voli pantai. Jika nanti urusan kontrak selesai, PB PBSI mendapatkan suntikan dana yang lumayan besar.

Setiap bulan, para atlet itu akan mendapatkan Rp 30 juta. Sebab, enam pebulu tangkis yang masuk PAL lolos kualifikasi kelompok utama. Karena itu, keenamnya berhak mendapatkan Rp 5 juta per bulan.

Itu belum termasuk biaya kompetisi. Termasuk, biaya peralatan dan perlengkapan, transportasi, akomodasi, dan lain-lain. Dharma belum bisa mengestimasi besaran dana untuk setiap kompetisi yang bakal diikuti.

Hanya, tentu cabor bulu tangkis, selam, dan voli tidak akan menerima jadwal tryout tiga kali. “Kalau gabungnya belakangan, tentu ada konsekuensinya. Yakni, bisa saja hanya dua kali tryout untuk tim mereka,” jelas pria berkumis itu.

Jika ditilik dari agenda super series yang tersisa, para pemain pelatnas utama PB PBSI itu bisa tampil di Tiongkok Masters Super Series (15-20 September 2009), Jepang Super Series (22-27 September 2009), serta Denmark Super Series dan Prancis Open Super Series yang berurutan mulai 20 Oktober-1 November 2009.

Selain itu, masih ada dua sisa turnamen super series di Hongkong dan Tiongkok mulai 10 November-22 November nanti. Jika dirata-rata seorang pemain membutuhkan dana sekitar Rp 20 juta pada satu turnamen di Eropa, pengeluaran di Asia bisa lebih irit.

Jika benar PAL akan mengucurkan dana untuk mengikuti kompetisi, paling tidak hal itu bisa mengurangi beban keuangan PBSI yang memiliki 38 pemain pelatnas utama di Cipayung dan 39 pemain pratama di Akademi Militer (Akmil) Magelang. Dua sektor tersebut tentu membutuhkan pendanaan yang tak sedikit. Apalagi, tuntutan prestasi bulu tangkis cukup tinggi. Salah satunya, menjaga tradisi emas Olimpiade.

“Mungkin, bulu tangkis, selam, dan voli menerima uang saku mulai Juli nanti. Dengan catatan, kontrak selesai,” tegas Dharma. (vem/ang)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,801 other followers