Pelatnas Cipayung setelah Gagal di Indonesia Open Genjot Fisik di Mabes TNI
Posted by valsus on June 30, 2009
JAKARTA - Hasil buruk pemain Pelatnas Cipayung pada dua super series, Singapura Open dan Indonesia Open, benar-benar disayangkan. Karena itu, PB PBSI merasa perlu melakukan gebrakan untuk meningkatkan kembali prestasi Sony Dwi Kuncoro dkk.
Mulai hari ini, pelatnas menetapkan jadwal latihan yang berbeda untuk Sony dkk. Jika biasanya mereka berlatih teknik di Cipayung, mulai hari ini fisik mereka bakal digenjot. Tempat yang dipilih pun cukup istimewa. Mereka akan digenjot di Markas Besar (Mabes) TNI di Cilangkap.
Jadwal latihan di Cilangkap akan diselenggarakan setiap Senin dan Kamis. Jadwalnya cukup panjang, mulai 07.00 sampai tengah hari. Sesi latihan sore hari kembali diselenggarakan di Cipayung. Dengan jadwal tersebut, para pemain wajib berkumpul sebelum pukul 06.00 untuk bersiap-siap berangkat bersama.
Perubahan lain juga terjdi pada jadwal latihan Rabu siang. Sebelumnya, penggawa Cipayung beristirahat latihan. Namun, mulai pekan ini, latihan tetap digeber dengan porsi yang lebih ringan.
Richard Mainaky, pelatih ganda campuran Pelatnas Cipayung, menyambut baik program itu. Maklum, nomor ganda campuran boleh dibilang selalu menjadi andalan. Meski, penampilan Nova Widianto saat ini mulai menurun seiring bertambahnya usia. “Ini perubahan besar karena sebelumnya tidak ada. Kalau tujuannya bagus, kenapa tidak dilaksanakan?” ujar Richard kepada Jawa Pos kemarin (28/6).
Kesempatan anak asuhnya berlatih di Mabes TNI dianggap sebagai latihan yang ideal. Maklum, tidak ada trek lari yang panjang di Cipayung. Malah, biasanya para pemain berlari di dalam gedung latihan. Tentu, mereka tak bisa maksimal karena lintasan cukup pendek dan berbentuk segi empat. Trek lari di luar gedung pun cukup bergelombang yang membuat lari tak bisa kencang.
Malah, seluruh anak asuhnya, Liliyana Natsir, Lita Nurlita, Richi Puspita Dili, Pia Zebadiah, Debby Susanto, Muhammad Rijal, Fran Kurniawan, dan Tantowi Ahmad, diwajibkan melahap seluruh porsi latihan. “Hanya Nova yang saya beri perhatian khusus. Sebab, kondisinya justru akan drop jika dibebani latihan berat,” jelas Richard.
Program anyar itu, menurut dia, juga tak akan menganggu persiapan menuju Kejuaraan Dunia di Hyderabag, India, Agustus nanti. “Sekarang, memang saya fokuskan untuk berlatih fisik lebih dulu bagi pemain utama yang mau berangkat ke India. Bagi yang muda, mereka malah harus menambah ketrrampilan,” bebernya.
Aryono Miranat, pelatih ganda wanita pelatnas Cipayung, juga setuju dengan program tersebut. Maklum, dia memiliki pekerjaan rumah (PR) yang tidak ringan. Apalagi, sektor itu memang sering dipandang sebelah mata.
“Kalau melihat antusiasme anak-anak saat ini, tak ada masalah. Sebab, mereka malah tak segan menambah latihan sendiri selama ini. Lagi pula, Senin dan Kamis pagi memang jatah berlatih anak-anak di lapangan Cipayung,” ujar Aryono. (vem/ang)








alfon said
nice info mas salam kenal dari medan ya