FAUZI ADNAN BIDIK GELAR SIRNAS JATIM
Posted by valsus on July 19, 2009
Surabaya, 15/7 (FINROLL News) – Pebulu tangkis Klub Jaya Raya Suryanaga Surabaya, Fauzi Adnan membidik gelar juara Djarum Sirkuit Nasional Jawa Timur 2009, yang berlangsung di GOR Sudirman Surabaya, 27 Juli-1 Agustus mendatang.
Fauzi yang dihubungi wartawan di Surabaya, Rabu, mengatakan motivasinya untuk merebut gelar juara salah satu kejuaraan kalender PB PBSI tersebut, sangat besar, karena bermain di depan publik sendiri.
“Saya selalu punya semangat dan motivasi lebih ketika main di Surabaya. Karena itu, saya optimistis bisa merebut juara,” katanya.
Pada awal Mei lalu, pemain Puslatda Jatim itu sukses merebut gelar juara tunggal putra kejuaraan Piala Wali Kota, setelah di babak final mengalahkan mantan pebulu tangkis Pelatnas, Budi Santoso.
Sebelum mengikuti Djarum Sirnas Jatim, mantan pemain Pelatnas Pratama itu lebih dulu berlaga di kejuaraan PMS Solo dan Sirnas Mutiara Tegal, Jawa Tengah.
“Saya juga berharap bisa meraih hasil maksimal di kejuaraan tersebut, tapi target utama saya tetap Sirnas Jatim,” tambahnya.
Selama beberapa pekan terakhir, pemain kelahiran Klaten, Jateng itu, terus melakukan persiapan serius. Ia mengakui lawan-lawan yang akan dihadapi cukup berat, seperti dari Djarum Kudus, Jaya Raya, Tangkas, dan Pelatnas Pratama.
Sekretaris Panpel Djarum Sirnas Jatim, Irwan Setiadi, menambahkan hampir semua klub bulu tangkis papan atas, akan menurunkan pemain terbaiknya. Selain itu, peserta dari mancanegara juga akan meramaikan persaingan.
“Kami berharap pemain-pemain tuan rumah bisa bersaing dan merebut gelar. Memang perjuangan cukup berat, tapi peluang sangat terbuka,” ujar Irwan Setiadi.
Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Pengprov PBSI Jatim, Ferry Stewart yang dihubungi terpisah, mengemukakan seluruh pemain Puslatda (senior) dan Pelatda (junior) Jatim, akan diturunkan pada kejuaraan tahunan berhadiah lebih dari Rp200 juta tersebut.
Ferry mengakui persaingan merebut gelar sangat ketat dan berat, tapi diharapkan pebulu tangkis Jatim bisa merebut minimal dua gelar juara.
“Kualitas dan kemampuan pemain Jatim cukup seimbang dengan daerah lain. Secara fisik dan teknik juga tidak ada masalah, tinggal mental bertanding yang berbicara di lapangan,” ujarnya.







