12 JUARA MILO DAERAH BEREBUT PERHATIAN KLUB
Posted by valsus on July 21, 2009
Jakarta, 19/7 (FINROLL News) – Sebanyak 12 anak, juara MILO School Competition (MSC) 2009 dari Pekanbaru, Banjarmasin, dan Manado bersaing mencari perhatian klub-klub besar yang telah diundang untuk melakukan pencarian bakat di Jakarta, Minggu.
Kesempatan direkrut oleh klub besar diyakini dapat memuluskan jalan mereka untuk mewujudkan mimpi menjadi juara bulutangkis Indonesia masa depan.
Tiga Klub bulutangkis ternama di pulau Jawa yang menyaksikan langsung aksi finalis MSC adalah Jaya Raya dari DKI Jakarta, Taufik Hidayat Force Management dari Jakarta, dan Hi-qua Wima dari Surabaya.
Dedi Kusdinar, ketua Badan Pembina Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia (BAPOPSI) mengatakan, kompetisi bulutangkis antar sekolah seperti MSC ini memberi kesempatan kepada bibit-bibit bulutangkis di daerah-daerah untuk dilirik oleh klub-klub besar yang selama ini luput memperhatikan mereka.
Sejalan dengan pernyataan di atas, Kepala Sub bidang Pelatnas, PBSI, Christian Hadinata menambahkan, pencarian bibit-bibit bulutangkis langsung ke daerah-daerah dapat mempercepat regenerasi pebulutangkis Indonesia agar kita dapat mengejar ketinggalan kita dari negara-negara lain?.
Syahnan Ketua Bidang Wasit PBSI Kalimantan Selatan sekaligus Ketua pelatih PB Daerah Bersatu di Banjarmasin menjelaskan bahwa MSC dapat memberikan inspirasi bagi anak-anak untuk serius berlatih bulutangkis.
Terbukti sejak pelaksanaannya di Banjarmasin pada 9 ? 15 juni 2009 jumlah anggota klub yang dikelolanya bertambah dari 20 orang menjadi 70 orang. Tentu saja hal ini sangat menggembirakan karena dapat mendorong perkembangan bulutangkis di Indonesia.
Sementara pertandingan hari terakhir di kelas putra, Teguh (Pekanbaru) mengalahkan Calvin Mamonto (Manado) 21-16, 21-13, sedangkan Dimas Christy (Banjarmasin) menang atas Dedy Kurniawan (Pekanbaru) 21-17-21-17.
Di putri, Nurhafiza (Pekanbaru) kalah atas Verenika Rumate (Manado) 13-21, 10-21 dan Janita Norarasya (Banjarmasin) kalah lawan Siska Nami (Pekanbaru) 18-21,8-21.







