INDONESIA, SINGAPURA, THAILAND BERSAING DI TURNAMEN ASG
Posted by valsus on July 22, 2009
Suphanburi, 22/7 (FINROLL News) – Indonesia, Singapura dan tuan rumah Thailand melakukan pertandingan segitiga dalam cabang bulutangkis beregu ASEAN Schools Games (ASG) I di Suphanburi, Thailand, pekan ini.
Hanya tiga negara tersebut yang mengirim atlet bulutangkisnya ke pesta olahraga antar pelajar ASEAN ini, yang akan resmi dibuka Rabu petang.
Vietnam dan Brunei tidak mengikutkan pebulutangkisnya, sementara Malaysia yang cukup kuat di cabang ini telah membatalkan keberangkatan seluruh anggota kontingennya karena khawatir atas wabah virus H1N1.
Pertandingan bulutangkis yang digelar di Gymnasium Suphanburi yang berkapasitas 4.000 tempat duduk itu, dimulai dengan nomor beregu.
Pertandingan hari pertama, pada Kamis, regu putra Indonesia akan berhadapan dengan Singapura, kemudian sore harinya menghadapi tuan rumah Thailand. Pada Jumat, Thailand dijadualkan berhadapan dengan Singapura.
Regu terbaik dalam pertandingan segitiga ini berhak atas medali emas.
“Thailand cukup diuntungkan karena dalam sehari mereka main hanya sekali, sedangkan kita dua kali,” kata pelatih tim bulutangkis Indonesia Hadi Sugiyanto, Rabu.
Regu putra Indonesia menampilkan formasi Iman Hoerudin, Tunggul Mursito dan Alrie Guna Dharma di nomor tunggal dan pasangan Victor Osmond/Adzka Dharmawan dan Ricky Suwardi/Iman pada nomor ganda.
Sementara regu putri Indonesia juga akan bersaing dengan Thailand dan Singapura.
Di kelompok putri ini, Indonesia menurunkan Melvira Oklamona, Ganis Nurahmandani dan Elisabeth Purwaningtyas di partai tunggal, serta Nurbeta/Aulia Putri dan Melvira di partai ganda.
Hadi mengakui pemain yang dibawa ke Suphanburi ini bukan yang terbaik. Namun ia yakin mereka bisa mengatasi lawan-lawannya.
“Apalagi Malaysia tidak ikut, jadi persaingan agak berkurang,” katanya.
Sementara itu, kontingen ASG Indonesia yang total berjumlah 160 atlet dari sembilan cabang olahraga, sejak Selasa sudah mulai berlatih dan melakukan pengenalan lapangan.
Namun pihak panitia tampak belum siap dalam menangani kebutuhan tim peserta untuk melakukan latihan, sehingga para atlet banyak yang belum tahu tempat latihannya dan harus menunggu lama bus-bus yang mengangkut mereka.
“Saya lihat memang banyak masalah dalam kesiapan panitia, termasuk dalam menyusun jadwal latihan dan petugas LO yang belum siap, tapi mereka berjanji akan segera mengatasi hal ini,” kata wakil ketua kontingen Indonesia Henry Ridwan.
Henry mengatakan, dalam ASG yang untuk pertama kali diadakan ini, semangat persaudaraan harus diutamakan. “Jadi kalau ada kekurangan sedikit, kita harus maklumi,” katanya.
“Kitapun harus belajar dari penyenggaraan ini karena tahun 2012 giliran Indonesia yang jadi tuan rumah,” kata Henry.







