Indonesia Saring Generasi Penerus
Posted by valsus on July 25, 2009
CINTA OLAHRAGA INDONESIA – JAKARTA – Demi mendapatkan generasi muda bulutangkis Indonesia, akan segera digelar turnamen bulutangkis nasional ASTEC Open ke 5 2009, Agustus 2009. Turnamen tersebut diselenggarakan bersamaan dengan Badminton Indonesia International Challenge ke 3.
Didukung PB PBSI, dua legenda bulutangkis Indonesia Alan Budikusuma dan Susi Susanti berharap melalui turnamen ini, mereka dapat menyaring bibit-bibit muda berprestasi, sebagai pengganti generasi tua di kancah nasional maupun internasional.
“Kami ingin mengembalikan bulutangkis ke Indonesia,” kata juara Olimpiade Barcelona 1992, Alan Budikusuma dalam konferensi pers, Jumat (24/7/2009).
Susi Susanti juga menyatakan komitmen kuatnya di dunia bulutangkis nasional, demi menyumbangkan yang terbaik untuk bangsa ini. “Kami harap bulutangkis Indonesia kembali bangkit dan populer di Indonesia,” terangnya.
Tahun ini, turnamen ASTEC Open yang ditargetkan menyaring atlet usia 7-18 tahun itu diselenggarakan di dua lokasi. Sesi kualifikasi akan digelar di GOR Asia Afrika, 3-6 Agustus 2009. Sedangkan babak semifinal dan final bertempat di Tennis Indoor Senayan, 7-8 Agustus. Turnamen yang rencananya diikuti sekira 1600 atlet dari 200 klub bulutangkis seluruh Indonesia ini memperebutkan total hadiah Rp75 juta.
Sementara itu, tercatat sekira 16 negara yang akan berebut total hadiah USD 15 ribu dalam Indonesia International Challenge, yang sebelumnya digelar di Surabaya. Beberapa negara diantaranya Indonesia, Malaysia, Vietnam, Thailand, Jepang, Prancis, Jerman dan Amerika Serikat.
Pemain Asing
Dalam turnamen nasional ASTEC Open, peserta tidak terbatas pada pemain lokal. Melainkan juga melibatkan pemain asing. Menurut Kabid Turnamen PB PBSI Mimi Irawan, keberadaan pemain asing ini penting, kendati tidak mereka akan mendapat poin.
Hal senada diamini legenda tenis Indonesia Susi Susanti. Peraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992 dan medali perunggu di Atlanta 1996 itu menyebutkan peran khusus keterlibatan pemain asing di turnamen nasional.
“Pemain asing bisa memacu prestasi atlet-atlet nasional, juga bermanfaat saling mengukur kekuatan,” tegas Susi.
Turnamen ini dibuka untuk umum, gratis! Sedangkan, pertandingan semifinal dan final Indonesia International Challenge akan ditayangkan secara langsung di Global TV, 7-8 Agustus 2009. (sihc/sozc)







