Djarum Sirkuit Nasional Jawa Timur 2009 : PEMAIN PELATNAS PRATAMA TIDAK DIBEBANI TARGET
Posted by valsus on July 28, 2009
Surabaya, 27/7 (Antara/FINROLL News) – Pengurus Besar Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PB PBSI) tidak membebani target kepada 39 pebulu tangkis Pelatnas Pratama, yang diturunkan pada kejuaraan Djarum Sirkuit Nasional Jatim 2009 di Surabaya, 27 Juli-1 Agustus mendatang.
Sekretaris Jenderal PB PBSI, Yacob Rusdianto, di Surabaya, Senin, mengatakan keikutsertaan pemain Pelatnas Pratama itu, bertujuan menambah pengalaman tanding, agar kemampuan dan kualitasnya lebih terasah.
“Setelah tiga bulan menjalani pemusatan latihan di Akademi Militer (Akmil) Magelang. Program selanjutnya adalah memperbanyak ikut pertandingan, salah satunya di Sirnas Jatim. Tidak ada target buat mereka, tetapi diharapkan tetap tampil `all out`,” katanya.
Sebelumnya, sebagian pemain Pelatnas Pratama juga telah dikirim mengikuti Kejuaraan Junior Asia di Malaysia dan Sirnas Mutiara Tegal pekan lalu.
Dari Kejuaraan Junior Asia, Pelatnas Pratama berhasil menyabet satu gelar juara di nomor ganda putra. Sementara di Sirnas Tegal hanya mampu menembus babak final.
Yacob Rusdianto menambahkan, setelah Sirnas Jatim, para pemain masa depan Indonesia itu rencananya diturunkan pada Indonesia Challenge 2009 di Jakarta, Agustus mendatang.
“Daripada kami harus mengundang pemain dari luar Pelatnas untuk menjadi `sparring partner`, lebih baik mereka kami terjunkan ikut kejuaraan. Dengan begitu, semua pemain punya keseriusan untuk bertanding dan meraih hasil maksimal,” katanya.
Sebanyak 39 pemain Pelatnas Pratama itu diturunkan di kelompok dewasa kendati sebagian pemain ada yang masih berstatus taruna.
“Kelompok dewasa persaingannya jauh lebih ketat dan lawannya juga lebih berbobot,” kata Yacob.
Ketua Umum Pengprov PBSI Jatim ini mengatakan, dalam tiga tahun ke depan, para pemain pratama itu diharapkan sudah “jadi” dan siap menggantikan seniornya yang saat ini ada di Pelatnas Cipayung.
Pada kesempatan itu, Yacob Rusdianto juga menjelaskan pada tahun mendatang, rekrutmen pemain pratama akan difokuskan pada pemain usia remaja (16 tahun) sehingga program pembinaannya jauh lebih baik.
“Program regenerasi pemain yang dilakukan memang kurang bagus. Namun, mulai kepengurusan PBSI yang baru ini, rekrutmen pemain dibenahi. Kami sudah tertinggal dengan negara lain, seperti China, Korea, dan Malaysia yang menyiapkan pemain pelapis sejak usia dini,” tambahnya.
Sementara itu, pertandingan kelompok dewasa pada hari pertama Sirnas Jatim 2009, baru memainkan nomor tunggal putra yang berlangsung Senin malam. Sedangkan pertandingan nomor lainnya baru dimainkan Selasa (28/7).
Untuk kelompok pemula, remaja hingga taruna, seluruh nomor sudah memainkan laga babak pertama. Kelompok pemula dan remaja berlangsung di GOR Suryanaga dan kelompok taruna di GOR Sudirman.
Pada pertandingan hari pertama yang tidak banyak disaksikan penonton, puluhan peserta tidak datang dan dinyatakan kalah “WO”. Mereka tidak datang dengan berbagai alasan, seperti sakit dan melanjutkan sekolah.
“Padatnya jadwal kejuaraan di berbagai daerah selama sejak Juni hingga Juli ini mengakibatkan sebagian pemain yang fisiknya kurang siap, menjadi kelelahan dan sakit,” kata Ketua Panpel Sirnas Jatim, Wijanarko Adimulya.







