SEJAHTERA BADMINTON CLUB

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

Media Massa Miliki Andil Besar Populerkan Bulutangkis

Posted by valsus on July 31, 2009

• Hasil Studi Olahraga Bulutangkis
• Media Massa ‘Promotor’ Bulutangkis dari Luar Lapangan

Solo, 30 Juli 2009 – Peran TV dan media cetak cukup besar dalam menopang popularitas bulutangkis Indonesia. Hasil survey AC Nielsen menunjukkan beberapa kekuatan media massa di antaranya adalah TV dan koran mampu bertindak sebagai pengatur opini sehingga apa yang disiarkan media akan mempengaruhi khalayak. TV dan Koran akan bertindak sebagai ‘promotor’ di luar lapangan yang juga memiliki peran mengangkat prestasi bulutangkis Indonesia.

Minat masyarakat untuk menonton program bulutangkis di siaran langsung TV sangat tinggi. Dari 1000 lebih responden hanya 30 persen yang membaca berita kejuaraan bulutangkis dari koran. Sebagian besar menyaksikan melalui televisi. Responden juga lebih menyukai tayangan langsung dibandingkan tayangan tunda.

Kekuatan media seperti ini akan membawa dampak positif jika diarahkan untuk mempengaruhi prilaku masyarakat. Karena berbagai keunggulan yang dimiliki, TV dianggap sebagai media yang paling efektif untuk menarik generasi muda mengenal dan mencintai bulutangkis. Siaran kejuaraan dan liputan di TV memegang peranan penting sebagai ‘initial attraction factor’.

Kakteristik TV dan Koran sebagai media massa dapat membantu menciptakan tren yang dapat membentuk perilaku audience selain sebagai kekuatan dalam menggiring public opinion. Dengan kata lain, TV dan Koran dapat mengarahkan publik sesuai dengan keinginan para pengelola media massa.

Di sini terletak arti penting media massa sebagai agen perubah untuk membentuk persepsi, perilaku dan karakter masyarakat terhadap bulutangkis. Dalam berbagai studi Sosiologi Komunikasi didapatkan bahwa efek komunikasi massa dapat membuat dan mendisain prilaku khalayak seperti yang mereka saksikan di TV.

Karena itulah, sebagai pilar utama untuk mengubah masyarakat banyak harapan kepada pengelola televisi dan Koran untuk menggali potensi terpendam bibit olahragawan dan bulutangkis Indonesia melalui pemberitaan dan tayangan mereka.

Misalnya dengan memperbanyak tayanyan bulutangkis baik kejuaraan internasional, nasional, dan lokal dengan memperhatikan waktu penayangan yang disesuaikan dengan agenda aktivitas audience belia. Sehingga siaran tersebut dapat menggugah dan menggerakkan mereka mengikuti idola olahraga bulutangkis mereka.

Selain juga mengharapkan reportase dan rubrik-rubrik di koran mengenai bulutangkis yang mampu merangsang keinginan calon bibit pebulutangkis muda menggeluti olahraga ini dan menggiring mereka memiliki idola pebulutangkis baik nasional maupun internasional.

Ini merupakan salah satu poin penting dalam survey AC Nielsen dan Pengprov PBSI Jawa Tengah yang berupaya mengurai keterpurukan prestasi bulutangkis Indonesia di dunia.

Hasil kerja keras media terlihat dari efek kognisi saat responden ditanya untuk menyebutkan pemain nasional favorit, pemain muda asal PB Djarum Maria Kristin berada di posisi kedua setelah Taufik Hidayat. Di antara pemain nasional generasi baru, Maria Kristin terlihat paling dikenal, diikuti oleh Sonny Dwi Kuncoro, Simon Santoso dan Markis Kido.

Namun peran itu masih belum maksimal jika ditilik dari merosotnya prestasi Indonesia dibandingkan peran yang dapat dimainkan TV dan Koran. Meski demikian tetap saja sebagai initial driver, TV dan Koran perlu mempertimbangkan penayangan dan informasi yang berkualitas sehingga mampu mendukung semangat kemajuan dan prestasi buluangkis Indonesia.

Kita sering beranggapan bahwa penurunan prestasi bulutangkis Indonesia berbanding lurus dengan tanggung jawab Pengurus Besar Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PB-PBSI) sebagai pilar utama penyangga prestasi olahraga bulutangkis di Indonesia. Aka tetapi melihat dalam konteks yang lebih luas, kita akan mengatakan bahwa banyak faktor yang mempengaruhi penurunan prestsi itu. Dan, keadaan ini telah berjalan lama dan baru disadari ketika eksistensi Indonesia benar-benar terancam di dunia perbulutangkisan internasional.

Berkait dengan persoalan ini, Pengurus Provinsi (Pengprov) PBSI Jawa Tengah menyelenggarakan Seminar Studi Olahraga Bulutangkis pada hari ini (30 Juli 2009) bertempat di Gedung Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS) yang dihadiri oleh peserta diantaranya pengprov PBSI, Pengkab, KONI Jateng, Dispora Jawa Tengah, dan lainnya dengan menghadirkan sejumlah pakar dan praktisi bulutangkis seperti Ian Situmorang, Fung Permadi, Hariyanto Arbi, Mochamad Anwari dan Prof. Dr. dr. Hardhono Susanto, PAK(K) untuk mendapatkan jawaban mengatasi krisis prestasi bulutangkis Indonesia serta sulitnya memperoleh bibit pemain berkulitas.

(Kontributor: Image Dynamic

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,801 other followers