SEJAHTERA BADMINTON CLUB

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

Archive for August, 2009

PBSI JATIM SIAPKAN ATLET HADAPI KEJURNAS

Posted by valsus on August 30, 2009

Surabaya, 29/8 (Antara/FINROLL News) – Pengprov PBSI Jawa Timur menyiapkan atlet-atlet terbaiknya dalam pemusatan latihan daerah, untuk menghadapi kejuaraan nasional pereorangan 2009 yang rencananya berlangsung di Surabaya pada 1-5 Desember mendatang.

Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PBSI Jatim, Ferry Stewart yang dihubungi di Surabaya, Sabtu, mengatakan, program latihan puslatda senior dan junior akan terus diintensifkan hingga menjelang kejurnas mendatang.

“Selama Ramadhan ini, program latihan tetap berjalan seperti biasa. Hanya untuk atlet yang muslim, programnya disesuaikan dengan kemampuan fisik, supaya tidak mengganggu ibadah puasa,” katanya.

Ferry Stewart menuturkan, seluruh pebulu tangkis Jatim yang tergabung di program puslatda senior dan junior juga diterjunkan dalam berbagai turnamen, seperti sirkuit nasional di Bandung, Jakarta, Tegal, Surabaya, dan Bali.

“Harapan kami, saat kejurnas di Surabaya nanti, penampilan mereka makin matang dan mampu memenuhi target yang dibebankan,” tambah Ferry.

Kejurnas Bulu Tangkis 2009 akan mempertandingkan nomor perorangan kelompok dewasa dan taruna. Di kelompok dewasa, para penghuni Pelatnas Cipayung hampir dipastikan akan ambil bagian, sementara di taruna diikuti wakil-wakil terbaik dari daerah Seindonesia.

Pada kejurnas perorangan 2007 di Solo, Jatim mampu merebut satu gelar juara melalui pemain Pelatnas, Aprilia Yuswandari di nomor tunggal putri.

“Sebagai tuan rumah, kami tidak ingin melewatkan kesempatan begitu saja. Seluruh atlet akan disiapkan dengan maksimal untuk merebut juara, minimal sama dengan kejurnas 2007,” tegas Ferry.

Sementara itu, di sela-sela pelaksanaan kejurnas, Pengurus Besar PBSI akan mengadakan musyawarah kerja nasional (mukernas) untuk membahas berbagai agenda dan program kerja organisasi tahun 2010.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Taiwan Gold GP 2009 : Hendra/Vita runner-up, Indonesia gagal lagi !

Posted by valsus on August 30, 2009

HeviJakarta (ANTARA News) – Ganda campuran Hendra Aprida Gunawan/Vita Marissa harus puas kembali keluar sebagai runner up untuk keduakalinya berturut-turut saat mereka kalah pada final bulutangkis Taiwan Terbuka Grand Prix Gold, Minggu.

Pasangan yang pekan lalu juga gagal meraih gelar di Macau Terbuka Grand Prix Gold itu, pada final turnamen berhadiah 170.000 dolar tersebut kalah dari ganda campuran India Diju Valiyaveetil/Jwala Gutta 21-23, 18-21.

Mengomentari kekalahan itu, Hendra mengaku sudah bermain maksimal bersama pasangannya Vita.

“Pada poin-poin kritis game pertama saat kami memimpin 21-20 mereka bermain bagus,” kata Hendra mengakui keunggulan lawannya.

Di final Macau pekan lalu, Hendra/Vita yang sudah keluar dari pelatnas menyerah pada pasangan China He Hanbin/Yu Yang sehingga keluar sebagai runner up.

“Buat pasangan baru, dua kali menjadi runner up sudah pencapaian yang bagus buat kami, Hendra juga nggak punya catatan bermain ganda campuran jadi tidak terlalu buruk lah,” ujar Vita usai pertandingan.

Namun, tambahnya, hasil tersebut juga tidak membuat pasangan yang terbentuk awal 2009 itu berpuas diri.

Setelah Taiwan, Vita mengatakan mereka berencana ambil bagian dalam turnamen Jepang Super Series yang akan berlangsung 22-27 September.

Selain pada ganda campuran, Vita juga di final ganda puteri setelah bersama pasangannya Mona Santoso dari Amerika Serikat, harus mengakui keunggulan juara Olimpiade Athena Yang Wei/Zhang Jiewen dari China dengan 21-14, 21-9.

Pemain Vietnam Nguyen Tien Minh meraih gelar juara setelah unggulan ketiga itu mengungguli pemain veteran Malaysia Wong Choong Hann yang menjadi unggulan keenam 21-11, 21-14 pada final tunggal putra.

Gelar juara tunggal putri pada turnamen itu diraih pemain tuan rumah Taiwan Cheng Wen Hsing setelah ia menundukkan Bae Seung Hee dari Korea dalam tiga game 17-21, 21-12, 21-15.

Gelar ganda putra diraih pasangan Taiwan Chen Hong Ling/Lin Yu Lang yang bangkit dari ketinggalan untuk menundukkan ganda Hong Kong Yohan Hadikusumo Wiratama/Wong Wai Hong 14-21, 21-12, 21-19. (*)

Berikut hasil lengkapnya :

MS — Nguyen Tien Minh (VIE) def Wong Choong Han (MAS), 21-11 ; 21-14

WS — Cheng Shao Chieh (TPE) def Bae Seung Hee (KOR), 17-21 ; 21-12 ; 21-15

MD — Chen Hong Ling/Lin Yu Lang (TPE) def Yohan Hadikusuma Wiratama/Wong Wai Hong (HKG), 14-21 ; 21-12 ; 21-19

WD — Yang Wei/Zhang Jiewen (CHN) def Vita Marissa/Mona Santoso (INA/USA), 21-14 ; 21-9

XD — Diju Valiyaveetil/Jwala Gutta (IND) def Hendra Aprida Gunawan/Vita Marissa (INA), 23-21 ; 21-18

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Taiwan Gold GP 2009 : Hendra AG/Vita ke Final, Taufik Terhenti

Posted by valsus on August 30, 2009

JAKARTA, KOMPAS.com – Satu-satunya wakil pelatnas yang tersisa, Tantowi Ahmad/Richi Puspita Dili, gagal menembus final Taiwan Terbuka. Ganda campuran ini harus mengakui kehebatan senior mereka yang kini memilih jalur profesional, Hendra Aprida Gunawan/Vita Marissa.

Pada pertandingan semifinal, Sabtu (29/8), Tantowi/Richi menyerah dua set langsung, 10-21 16-21, dari Hendra AG/Vita, yang merupakan mantan pemain Pelatnas tersebut.

“Ya memang kalah pengalaman saja. Pukulan-pukulannya sudah ketebak semua oleh Vita,” ujar pelatih ganda campuran Yanti Kusmiati yang mendampingi Tantowi/Richi bertanding.

Selain itu, ujar Yanti, Richi masih kalah dari Vita dalam permainan di depan net. Selain itu, tambahnya, pasangan Pelatnas ini masih kebingungan jika sudah tertinggal.

Pada final turnamen Grand Prix Gold ini, Hendra AG/Vita yang pekan lalu kalah di final Macau Terbuka, akan bertemu Diju Valiyaveetil/Djala Gutta. Pasangan India ini lolos setelah mengalahkan ganda campuran Malaysia Chan Peng Sun/Goh Liu Ying 21-11 17-21 24-22.

Selain pada ganda campuran, Vita juga meraih tempat di final ganda putri setelah bersama pasangannya Mona Santoso (AS) mengalahkan pasangan China Gao Ling/Wei Yili 21-18 22-20. Selanjutnya mereka akan melawan juara Olimpiade Athena Yang Wei/Zhang Jiewen dari China, yang menyingkirkan ganda Korea Kim Ki Young/Lee Hyo Jung 21-19 21-15.

Hendra AG yang juga tampil di nomor ganda putra, berpasangan dengan Alvent Yulianto, gagal menuai sukses. Sempat unggul di game pertama, Alvent/Hendra AG akhirnya kalah dari pasangan Taiwan Chen Hong Ling/Lin Yu Lang 22-20 17-21 17-21.

Final ganda putra mempertemukan Chen/Lin melawan ganda Hongkong Yohan Hadikusumo Wiratama/Wong Wai Hong.

Taufik juga terhenti

Di nomor tunggal putra, langkah unggulan pertama Taufik Hidayat juga terhenti. Mantan pemain Pelatnas ini gagal mengatasi permainan Wong Choong Hann dari Malaysia yang mengalahkannya 16-21 21-16 11-21.

Itu merupakan kekalahan ketiga beruntun yang dialami juara Olimpiade Athena dan juara dunia 2005 tersebut. Dalam dua pekan terakhir, dia kalah dari pemain China Chen Jin di semifinal Kejuaraan Dunia dan dari Lee Chong Wei (Malaysia) di Macau Terbuka pekan lalu.

Pada final, Choong Hann bertemu pemain Vietnam Nguyen Tien Minh yang menyisihkan pebulutangkis Malaysia Muhammad Hafiz Hashim 21-18 21-16.

Gelar juara tunggal putri turnamen berhadiah total 170.000 dolar AS itu akan diperebutkan oleh Cheng Shao Chieh dari Taiwan dan Bae Seung Hee dari Korea.

Jadwal Final :

MEN’S SINGLES

  • Tien Minh Nguyen (3) (VIE) vs Choong Hann Wong (6) (MAS);
WOMEN’S SINGLES
  • Shao Chieh Cheng (TPE) vs Seung Hee Bae (KOR);
MEN’S DOUBLES
  • Yohan Hadikusumo Wiratama/Wai Hong Wong (HKG) vs Hong-Ling Chen/Yu Lang Lin (TPE);
WOMEN’S DOUBLES
  • VITA MARISSA/MONA SANTOSO (INA/USA) vs Wei Yang/Jiewen Zhang (4) (CHN)
MIXED DOUBLES
  • HENDRA APRIDA GUNAWAN/VITA MARISSA (INA) vs Diju Valiyaveetil/Jwala Gutta (3) (IND);

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Pelatnas Pratama : Porsi Tak Berkurang

Posted by valsus on August 29, 2009

Skuad pelatnas pratama saat ini telah kembali ke kompleks Akmil, Magelang, yang menjadi tempat berlatih mereka sejak Mei. Sebelumnya, mereka menjalani serangkaian pertandingan di ajang Kejuaraan Asia U-19 (Malaysia), sirkuit nasional Tegal, Surabaya, Bali dan Jakarta International Challenge.

“Dari hasil evaluasi, mereka sudah cukup bagus secara fisik, tapi cara main dan teknik masih perlu banyak dibenahi. Ini tentu berkaitan dengan dengan jam terbang,” ujar Rony Agustinus, pelatih sektor tunggal.

Saat ini, memasuki bulan puasa, seluruh pemain pratama tetap menjalankan program latihan seperti biasa. Menu dua kali sehari tetap dilahap oleh Evert Sukamta dkk.

“Pemain tetap berlatih dengan porsi seperti biasa. Menurut program, setelah bulan puasa, mereka akan kembali ikut turnamen,” ujar Rony.

Rencananya, pemain pratama akan diterjunkan ke sirkuit nasional Medan dan Makassar. Selain itu buat pemain yang berusia di bawah 19 tahun memiliki kesempatan untuk mengikuti Kejuaraan Dunia Junior di Kedah, Malaysia, Oktober.

Meski harus bertanding melawan rival-rival yang lebih senior, pemain pelatnas mampu mencuri gelar di beberapa turnamen yang sudah mereka ikuti. Ganda putra Rendy Sugiarto/Angga Pratama juara di Kejuaraan Asia U-19. Tunggal putri Bellaetrix Manuputty menjadi juara di sirnas Surabaya, sedangkan pada sirnas Bali, giliran tunggal putra Adi Pratama dan tunggal putri Tieke Arieda Ningrum yang meraih gelar.

Kasubid Pelatnas, Christian Hadinata, mengingatkan supaya skuad pelatnas dan jajaran pelatih tidak cepat berpuas diri lantaran tantangan ke depan masih sangat berat.

“Memang ada pemain pratama yang sempat menang ketika bertanding melawan pemain utama. Tapi, itu bukan ukuran pemain yang menang memang lebih baik.Hendaknya semua tetap berlatih dengan keras karena hasil tersebut bukanlah acuan utama. Masih banyak pekerjaan rumah, untuk menambah kemampuan pemain, yang harus segera dikerjakan,” ucap Christian. (win)

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Taiwan Gold GP 2009 : Rijal/Liliyana Tumbang, Taufik ke Semifinal

Posted by valsus on August 29, 2009

OpikJAKARTA, KOMPAS.com – Duet baru Pelatnas Cipayung, Muhammad Rijal/Liliyana Natsir, tumbang di perempat final Taiwan Terbuka. Mereka dikalahkan pasangan Malaysia Chan Peng Soon/Goh Liu Ying.

Pada babak delapan besar, Jumat (28/8), Rijal/Liliyana yang tampil pada turnamen pertama mereka, kalah dua game langsung 19-21 19-21.

“Lawannya sih biasa saja, tetapi permainan kami yang tidak berkembang. Tadi kelihatan banget Rijal agak tegang, mungkin terbebani sehingga permainannya tidak keluar,” ujar Liliyana usai pertandingan.

Turnamen Grand Prix Gold tersebut adalah kejuaraan pertama yang diikuti Liliyana–yang biasanya berpasangan dengan Nova Widianto–, berduet dengan Rijal.

PBSI mencoba Rijal untuk mencari pasangan alternatif bagi Liliyana (24) setelah Nova (31) merasa tidak mampu bermain sebaik dulu, mengingat usianya yang terbilang sudah tidak muda lagi.

Mengenai rencana selanjutnya, Liliyana mengatakan kemungkinan terdekat ia akan mengikuti turnamen Jepang Super Series  yang berlangsung 22-27 September.

“Kayaknya ke Jepang sama Mas Nova lagi, tetapi belum tahu pastinya,” kata Liliyana yang bersama Nova berhasil meraih medali perak Olimpiade Beijing dan dua kali memenangi gelar juara dunia pada 2005 dan 2007, namun tahun ini mereka gagal di final.

Kegagalan Rijal/Liliyana menyisakan pasangan Tantowi Ahmad/Richi Puspita Dili di semifinal turnamen berhadiah total 170.000 dolar AS itu. Tantowi/Richi lolos setelah mengalahkan pasangan Hongkong Hui Wai Ho/Tse Ying Suet 21-16 21-16.

Pada babak empat besar Tantowi/Richi akan bertemu Hendra Aprida Gunawan/Vita Marissa. Pasangan mantan pelatnas itu menyisihkan unggulan keempat dari Hongkong Yohan Hadikusumo Wiratama/Chau Hoi Wah 20-22 21-15 21-19.

Hendra AG/Vita juga masing-masing meraih satu tempat lagi di semifinal melalui nomor ganda putra dan ganda putri.

Bersama Alvent Yulianto, Hendra yang menjadi unggulan ketiga membukukan tempat di babak empat besar setelah menang atas Gan Teik Chai/Tan Bin Shen dari Malaysia 21-18 18-21 21-18. Selanjutnya mereka bertemu pasangan Taiwan Chen Hong Ling/Lin Yu Lang.

Sedangkan Vita yang berpasangan dengan pemain Amerika Serikat Mona Santoso, mengalahkan ganda putri Macau Zhang Dan/Zhang Zhibo 21-11 21-16. Di semifinal, mereka bertemu unggulan kelima asal China Gao Ling/Wei Yili.

Sementara pada tunggal putra, Taufik Hidayat menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang lolos setelah tiga lainnya tersingkir. Unggulan pertama itu melangkah ke semifinal melalui kemenangan tiga game 19-21 21-11,21-18 atas pemain Indonesia lainnya Dionysius Hayom Rumbaka.

Di semifinal, Taufik akan berhadapan dengan pemain Malaysia unggulan keenam Wong Choong Hann, yang dengan mudah meraih kemenangan atas pemain tuan rumah Liu Chih Lun 21-7 21-9.

Sementara itu dua tunggal putra Indonesia lainnya, Tommy Sugiarto dan Andre Kurniawan dihentikan lawan-lawan mereka. Tommy gagal membalas kekalahannya atas pemain Vietnam Nguyen Tien Minh setelah unggulan ketiga itu bangkit dari ketinggalan untuk menang 16-21 21-18 21-7. Adapun Andre menyerah kepada pemain Malaysia Muhammad Hafiz Hashim 15-21 18-21.

Berikut hasil lengkap atlit Indonesia :

MEN’S SINGLES

  • TAUFIK HIDAYAT (INA) (1) vs DIONYSIUS HAYOM RUMBAKA (INA); 19-21,21-11,21-18.
  • TOMMY SUGIARTO (INA) vs Tien Minh Nguyen (3) (VIE); 19-21,21-19,4-21.
  • ANDRE KURNIAWAN TEDJONO (8) (INA) vs Muhammad Hafiz Hashm (15) (MAS); 12-21,12-21.

WOMEN’S SINGLE

  • MARIA FEBE KUSUMASTUTI (5) (INA) vs Shao Chieh Cheng (KOR); 14-21,18-21.

MEN’S DOUBLE

  • ALVENT YULIANTO CHANDRA/HENDRA APRIDA GUNAWAN (3) (INA) vs Teik Chai Gan/Bin Shen Tan (MAS); 21-16,18-21,21-16.

WOMEN’S DOUBLE

  • VITA MARISSA/MONA SANTOSO (INA/USA) vs Dan Zhang/Zhibo Zhang (MAC); 21-11,21-16.

MIXED DOUBLES

  • MUHAMMAD RIJAL/LILIYANA NATSIR (5) (INA) vs Peng Soon Chan/Liu Ying Goh (MAS); 19-21,19-21.
  • HENDRA APRIDA GUNAWAN/VITA MARISSA (INA) vs Yohan Hadikusumo Wiratama/Hoi Wah Chau (4) (HKG); 20-22,21-15,21-19
  • TONTOWI AHMAD/PUSPITA RICHI DILLI (INA) vs Sang Hoon Han/Ye Na Jang (KOR); 21-13,22-20.

Jadwal Pertandingan semifinal atlit Indonesia :

MEN’S SINGLES

  • TAUFIK HIDAYAT (INA) (1) vs Choong Hann Wong (6) (MAS);
  • Tien Minh Nguyen (3) (VIE) vs Muhammad Hafiz Hashm (15) (MAS);
WOMEN’S SINGLES
  • Shao Chieh Cheng (KOR) vs Ya Ching Hsu (TPE);
  • Sayaka Sato (JPN) vs Seung Hee Bae (KOR);
MEN’S DOUBLES
  • ALVENT YULIANTO CHANDRA/HENDRA APRIDA GUNAWAN (3) (INA) vs Hong-Ling Chen/Yu Lang Lin (TPE);
  • Yohan Hadikusumo Wiratama/Wai Hong Wong (HKG) vs Howard Bach/Tony Gunawan (USA);
WOMEN’S DOUBLES
  • VITA MARISSA/MONA SANTOSO (INA/USA) vs Ling Gao/Yili Wei (5) (CHN);
  • Wei Yang/Jiewen Zhang (4) (CHN) vs Mi Young Kim/Hyo Jung Lee (6) (KOR);
MIXED DOUBLES
  • Peng Soon Chan/Liu Ying Goh (MAS) vs Diju Valiyaveetil/Jwala Gutta (3) (IND);
  • HENDRA APRIDA GUNAWAN/VITA MARISSA (INA) vs TONTOWI AHMAD/PUSPITA RICHI DILLI (INA);

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Perkembangan Pelatnas : Skala Prioritas Pengiriman

Posted by valsus on August 29, 2009

Menurunnya prestasi pebulu tangkis pelatnas di sepanjang 2009 membuat PBSI harus memilih skala prioritas turnamen yang akan diikuti di sisa tahun.

Ajang super series paling dekat yang ada di kalender Badminton World Federation adalah China Masters (15-20 September) dan Jepang Open (22-27 September). Ada kemungkinan skuad pelatnas hanya dikirim ke Jepang meskipun biasanya pengiriman dilakukan ke dua turnamen lantaran tanggal yang berdekatan.

“Mengingat prestasi pemain belakangan ini, soal pemberangkatan akan kita akan bicarakan lagi dalam rapat evaluasi. Hal ini ada kaitannya dengan tanggung jawab pada PB,” kata Kasubid Pelatnas, Christian Hadinata.

Christian mengaku, sebagai sektor yang paling banyak menyita dana organisasi, dirinya juga dihinggapi rasa rikuh jika dalam proses pengiriman atlet ke sebuah turnamen ternyata tak bisa membawa pulang gelar juara. Kalaupun akhirnya tak ada atlet yang dikirim ke Cina, hal ini juga bagian dari reward and punishment yang diterapkan PBSI.

“Waktu untuk persiapan ke Jepang jadi agak panjang. Pemain bisa lebih fokus. Lebih baik berangkat ke sedikit turnamen tapi bisa juara daripada main di banyak turnamen tapi gagal semua,” sebut Christian.

Hal ini sudah diantisipasi pelatih Sigit Pamungkas, yang menangani nomor ganda putra.

“Sekarang saya minta pemain untuk meningkatkan kualitas latihan. Nama mereka masih bisa dicoret hanya dua hari sebelum keberangkatan ke sebuah turnamen kalau dalam evaluasi saya ternyata mereka tak siap. Lebih baik membayar denda karena batal ikut serta daripada memberangkatkan pemain dalam kondisi tak siap tanding,” tutur Sigit.

Era Try

Terkait hasil sepanjang 2009 hingga Kejuaraan Dunia, Christian menyebut kesenjangan kualitas pemain pelapis menjadi faktor utama menurunnya prestasi bulu tangkis saat ini.

Kondisi ini sebelumnya pernah dialami di periode pertama kepemimpinan Ketua Umum PBSI Try Sutrisno tahun 1985-1989. Namun, di periode kedua, 1989-1993, sukses bisa dipetik. Salah satunya adalah dua medali emas di Olimpiade Barcelona 1992.

Dilihat dari materi pemain saat ini dan prestasi sekarang, nomor yang diharap bisa segera meneruskan tradisi juara adalah ganda putra dan campuran.

“Sekarang lebih berat karena materi pemain tak seperti dulu. Harus diakui, ujung-ujungnya soal dana,” ucap Christian.

Terbatasnya dana PBSI membuat pelatda di daerah jadi mati suri. Akibatnya bibit pemain pun jadi terbatas.

Di sisa turnamen tahun ini, pemain pelapis diharapkan bisa menunjukkan kemampuan mereka untuk segera menggantikan para senior. “Tahun depan, baru mungkin kita bisa petik hasilnya pada pertengahan tahun. Kita berharap pemain pelapis tak lagi selalu berlindung di balik prestasi seniornya. Mereka harus punya motivasi, kemauan, dan target. Mereka harus sadar kini tanggung jawab ada di tangan mereka,” kata Christian. (Erwin Fi

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

NTB SIAPKAN TUJUH ATLET KE KEJURNAS

Posted by valsus on August 28, 2009

Mataram, 27/8 (Antara/FINROLL News) – Nusa Tenggara Barat (NTB) siapkan tujuh atlet untuk ambil bagian dalan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bulutangkis yang akan digelar di Surabaya, Jawa Timur, pada Nopember 2009 mendatang.

“Untuk maksud tersebut sebanyak tujuh atlet kini dipersiapkan dan diharapkan bisa masuk 10 besar,” kata pelatih bulutangkis NTB, Ida Farida di Mataram, Kamis.

Tujuh pebulutangkis yang dipersiapkan, yakni Heri Firmansyah, Etak Saputra, Roni, dan Toni untuk putra sementara putri yakni Sintia, Serkani dan Yulinda dan mereka akan bermain di nomor tunggal dan ganda.

“Sejumlah atlet yang disiapkan ke Kejurnas tersebut sudah banyak memiliki pangalaman bertanding baik regional maupun nasional, sehingga optimis bisa meraih juara,” katanya.

Sebelumnya sejumlah atlet bulutangkis NTB berhasil masuk ke kancah nasional dengan meraih peringkat 15 dan 20 nasional.

Ini berarti pebulutangkis NTB telah mulai menunjukkan prestasinya di tingkat nasional dan mulai menundukkan pebulutangkis di Pulau Jawa.

Menurut Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Pemprop PBSI NTB. M. Zainal, pebulutangkis NTB yang masuk dalam peringkat 15 adalah Andi sementara peringkat 20 adalah Doris. Masuknya pebulutangkis NTB ke peringkat 15 dan 20 nasional merupakan suatu kebanggan tersendiri, karena atlet NTB dinilai jarangmengikuti turnamen di tingkat nasional.

Mereka bisa masuk ke peringkat 15 dan 20 karena dalam setiap turnamen yang diikuri bisa masuk hingga perdelapan final. Untuk itu, jika sering ikut kejuaraan nasional tidak menutup kemungkinan bisa masuk final.

Di daerah ini cukup banyak bibit-bibit atlet bulungkis, namun masih perlu pembinaan. Untuk membina calon-calon atlet tersebut dibutuhkan pelatih, sementara jumlah pelatih bulutangkis yang dimiliki NTB sangat minin.

“Minimnya jumlah pelatih, karena kita tidak mampu membayar pelatih yang gajinya sekitar Rp8 juta per bulan, sementara dana pembinaan bulutangkis hampir tidak ada,” katanya.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

KEJUARAAN BULU TANGKIS TINGKAT NASIONAL DI PONTIANAK

Posted by valsus on August 28, 2009

Pontianak, 27/8 (Antara/FINROLL News) – Persatuan Bulu tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kota Pontianak, Oktober mendatang menggelar kejuaraan bulu tangkis tingkat nasional.

Pengurus Cabang PBSI Kota Pontianak, Sutarmidji, di Pontianak, Kamis, mengatakan kejuaraan itu digelar dalam rangka hari ulang tahun Kota Pontianak dan peresmian gedung bulu tangkis milik PBSI kota itu.

“Mudah-mudahan sebelum 23 Oktober gedung bulu tangkis milik Kota Pontianak bisa selesai,” katanya.

Ia mengatakan, akan bekerja sama dengan KONI Kalimantan Barat agar kejuaraan tingkat nasional tersebut berjalan lancar dan sukses, sehingga bisa menjadi barometer olahraga bulu tangkis di provinsi itu.

“Rencananya kami akan mengundang pemain bulu tangkis nasional untuk eksebisi dengan pebulutangkis lokal,” ujarnya.

Ia berharap insan pebulutangkis Kota Pontianak dan Kalbar, menyiapkan diri untuk bertanding pada kejuaraan tersebut karena selain sebagai ajang uji kemampuan juga memperebutkan hadiah ratusan juta rupiah.

“Mudah-mudahan kejuaraan tersebut langkah awal kebangkitan olahraga bulu tangkis di kota ini,” kata Sutarmidji.

Ketua Umum KONI Kalbar, Syarief Machmud Alkadrie mengaku sangat mendukung rencana digelarnya kejuaraan bulu tangkis tingkat nasional di Pontianak.

“Kami sudah melakukan koordinasi dengan pengurus PBSI pusat terkait rencana akan digelarnya kejuaraan itu. Pada dasarnya mereka (PBSI pusat-red) merespon positif,” kata Machmud.

Ia juga meminta, insan pebulutangkis di Kalbar mendukung pelaksanaan kejuaraan itu. “Kami tahu untuk mewujudkan kejuaraan itu membutuhkan biaya yang tidak kecil, tetapi kalau mendapat dukungan semua pihak mudah-mudahan bisa terwujud,” katanya.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Taiwan Gold GP 2009 : Rijal/Liliyana ke Perempat Final

Posted by valsus on August 28, 2009

JAKARTA, KOMPAS.com – Sebanyak empat ganda campuran Indonesia termasuk duet baru Muhammad Rijal/Liliyana Natsir melenggang ke putaran kedua turnamen Grand Prix Gold Taiwan Terbuka, Rabu (26/8).

Rijal/Liliyana yang menjadi unggulan kelima, lolos setelah menang 21-6 21-11 atas pasangan Singapura Terry Yeo/Li Yujia. Selanjutnya, Rijal/Liliyana yang tampil dalam turnamen pertama mereka itu akan bertemu ganda Denmark Mikkel Delbo Larsen/Mie Schjott Kristensen, yang menyisihkan pasangan tuan rumah Taiwan Lee Sheng Mu/Chien Yu Chin 21-18 21-12.

Dua pasangan pelatnas lainnya, Fran Kurniawan/Pia Zebadiah dan Tantowi Ahmad/Richi Puspita Dili, juga membukukan tempat di babak 16 besar turnamen berhadiah 170.000 dolar AS itu. Fran/Pia menaklukkan ganda Korea Ko Sung Hyun/Ha Jung Eun 21-13 21-19, sedangkan Tantowi/Richi mengungguli pasangan Perancis Sylvain Grosjean/Weny Rahmawati 21-17 21-17.

Dalam perebutan tiket ke perempat final, Fran/Pia yang menjadi juara Selandia Baru Terbuka, kembali bertemu pasangan Hongkong yang mereka kalahkan di final Selandia baru, Yohan Hadikusumo Wiratama/Chau Hoi Wah (unggulan 4).

Sementara itu Tantowi/Richi akan menghadapi pasangan Hongkong lainnya, Hui Wai Ho/Tse Ying Suet, yang menyingkirkan rekan senegara mereka Leung Chun Yiu/Ng Ka Shun 21-17 21-17.

Adapun pasangan non-pelatnas, Hendra Aprida Gunawan/Vita Marissa, yang pekan lalu menjadi finalis di Macau Terbuka, harus bermain tiga game untuk mengalahkan ganda Korea Kim Ki Jung/Jung Kyung Eun 23-21 17-21 21-10. Selanjutnya, mantan pemain Pelatnas itu bertemu ganda Korea lainnya yang merupakan unggulan tujuh, Yoo Yeon Seong/Kim Min Jung.

Pelatnas Cipayung kehilangan dua tunggal putra pada putaran pertama setelah Yoga Pratama dan Nugroho Andi Saputri tersingkir. Yoga kalah dari pemain Thailand Tanongsak Saensonboonsuk 21-21 13-21, sedang Andi ditaklukkan unggulan 14 dari Hongkong Hu Yun dengan skor 22-20 13-21 13-21.

Tunggal putra Pelatnas menyisakan Tommy Sugiarto yang menang atas Gurusaidatt Raiah Manuri Venkata 21-19 21-19. Di babak kedua, Tommy melawan pemain Korea Kim Sa Rang, yang lolos setelah menyingkirkan unggulan tujuh dari India, Chetan Anand.

Sejumlah ganda pelatnas juga langsung tersisih pada awal turnamen. Semifinalis Macau Terbuka Wifqi Windarto/Afiat Yuris Wirawan, tumbang di tangan pasangan Taiwan Chen Hong Ling/Lin Yu Lang 9-21 15-21. Fernando Kurniawan/Lingga Lie juga harus mengakhiri kiprah mereka.

Di nomor ganda putri, duet Pia Zebadiah/Richi Puspita Dili juga tersisih. Dengan demikian, Indonesia menyisakan juara Selandia Baru, Anneke Feinya Agustine/Annisa Wahyuni di putaran kedua turnamen ini.

– Results of Thursday, August 27, 2009 –

* INDONESIA PLAYER ONLY *

* ROUND 2 *

MEN’S SINGLES

  • TAUFIK HIDAYAT (INA) (1) vs Wing Ki Wong (HKG); 21-15,21-15.
  • DIONYSIUS HAYOM RUMBAKA (INA) vs Anup Sridhar (16) (IND); 21-15,21-15.
  • TOMMY SUGIARTO (INA) vs Sa Rang Kim (KOR); 18-21,21-17,21-13.
  • ANDRE KURNIAWAN TEDJONO (8) (INA) vs Yun Lung Chan (HKG); 21-17,21-9.

WOMEN’S SINGLES

  • MARIA FEBE KUSUMASTUTI (5) (INA) vs Shin Han Hung (TPE); 21-13,21-16.
  • FRANSISKA RATNASARI (INA) vs Seung Hee Bae (KOR); 16-21,16-21.

MEN’S DOUBLES

  • ALVENT YULIANTO CHANDRA/HENDRA APRIDA GUNAWAN (3) (INA) vs Rasmus Bonde/Mikkel Delbo Larsen (DEN); 21-18,21-12

WOMEN’S DOUBLES

  • ANNEKE FEINYA AGUSTINE/ANNISA WAHYUNI (INA) vs Dan Zhang/Zhibo Zhang (MAC); 17-21,9-21.
  • VITA MARISSA/MONA SANTOSO (INA/USA) vs Ye Na Jang/Sun Young Park (KOR); 21-19,17-21,21-14.

MIXED DOUBLES

  • MUHAMMAD RIJAL/LILIYANA NATSIR (5) (INA) vs Mikkel Delbo Larsen/Mie Schjott Kristensen (DEN); 21-10,21-12.
  • HENDRA APRIDA GUNAWAN/VITA MARISSA (INA) vs Yeon Seong Yoo/Min Jung Kim (7) (KOR); 21-17,21-9.
  • TENG FRAN KURNIAWAN/PIA ZEBADIAH BERNADET (INA) vs Yohan Hadikusumo Wiratama/Hoi Wah Chau (4) (HKG); 16-21,15-21.
  • TONTOWI AHMAD/PUSPITA RICHI DILLI (INA) vs Wai Ho Hui/Ying Suet Tse (2) (HKG); 21-16,21-16.

* ROUND 3 (Men’s Singles Only) *

  • TAUFIK HIDAYAT (INA) (1) vs Cheol Ho Lee (KOR); 18-21,21-8,21-15.
  • DIONYSIUS HAYOM RUMBAKA (INA) vs Young Soo Jang (KOR); 21-16,15-13 Retired.
  • TOMMY SUGIARTO (INA) vs Kashyap Parupalli (13) (IND); 21-8,23-21.
  • ANDRE KURNIAWAN TEDJONO (8) (INA) vs Ajay Jayaram (IND); 21-17,13-21,21-12

Berikut ini jadwal pertandingan atlit Indonesia di babak Perempat Final :

MEN’S SINGLES

  • TAUFIK HIDAYAT (INA) (1) vs DIONYSIUS HAYOM RUMBAKA (INA);
  • TOMMY SUGIARTO (INA) vs Tien Minh Nguyen (3) (VIE);
  • ANDRE KURNIAWAN TEDJONO (8) (INA) vs Muhammad Hafiz Hashm (15) (MAS);

WOMEN’S SINGLE

  • MARIA FEBE KUSUMASTUTI (5) (INA) vs Shao Chieh Cheng (KOR);

MEN’S DOUBLE

  • ALVENT YULIANTO CHANDRA/HENDRA APRIDA GUNAWAN (3) (INA) vs Teik Chai Gan/Bin Shen Tan (MAS);

WOMEN’S DOUBLE

  • VITA MARISSA/MONA SANTOSO (INA/USA) vs Dan Zhang/Zhibo Zhang (MAC);

MIXED DOUBLES

  • MUHAMMAD RIJAL/LILIYANA NATSIR (5) (INA) vs Peng Soon Chan/Liu Ying Goh (MAS);
  • HENDRA APRIDA GUNAWAN/VITA MARISSA (INA) vs Yohan Hadikusumo Wiratama/Hoi Wah Chau (4) (HKG);
  • TONTOWI AHMAD/PUSPITA RICHI DILLI (INA) vs Sang Hoon Han/Ye Na Jang (KOR);

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Profile : Tong Sin Fu yang Disia-siakan (sekali lagi)

Posted by valsus on August 27, 2009

Salah satu orang penting di balik keberhasilan Tiongkok menguasai bulu tangkis dunia adalah Tong Sin Fu alias Tang Xianhu. Pelatih kelahiran Lampung itu pernah memoles generasi emas bulu tangkis Indonesia. Dia terpaksa kembali ke Tiongkok karena permohonannya menjadi WNI (warga negara Indonesia) ditolak.

M.DINARSA KURNIAWAN, Hyderabad
Sumber: Jawa Pos 22 Agustus 2009
Foto-foto: Xinhua

PRIA renta itu hampir selalu berada di tepi lapangan setiap kali Lin Dan tampil pada Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2009. Kepalanya terbungkus topi dan sebuah tas diselempangkan di pundak. Lin Dan, pebulu tangkis tunggal pria andalan Tiongkok, selalu menoleh ke arah pria itu setiap kali lawan berhasil menerobos pertahanannya. Menunggu instruksi.

Lin Dan, yang sejatinya hanya diunggulkan di peringkat kelima, akhirnya berhasil menjadi juara dunia di Gachibowli Indoor Stadium, Hyderabad, 10?16 Agustus lalu. Keberhasilannya, antara lain, berkat instruksi pria tua yang tak lain adalah Tong Sin Fu, pelatih tim nasional (timnas) Tiongkok.

Itu adalah gelar juara dunia ketiga bagi pemain berjuluk Super Dan tersebut, setelah memenanginya pada 2006 dan 2007. Di partai final, Tong tak tampak di pinggir lapangan lagi. Alasannya, mungkin, partai tersebut mempertemukan sesama pemain Tiongkok, Lin Dan v Chen Jin.

Tong adalah sosok yang sangat berjasa bagi kemajuan bulu tangkis di negeri terpadat di dunia itu. Sentuhan magisnya membuat Tiongkok menjadi raksasa bulu tangkis di era modern ini. Para pemain Tiongkok, dalam beberapa tahun terakhir, memang bermain dengan kemampuan jauh di atas pemain mana pun. Tak heran, pada kejuaraan di India itu timnas Tiongkok hanya kehilangan gelar ganda campuran. Empat nomor lain dikuasai pemain Tiongkok. Bahkan, tiga partai final berlangsung antarpemain Tiongkok.

Sebaliknya, Indonesia terpuruk. Nova Widianto/Liliyana Natsir, satu-satunya wakil di final kerjuaraan itu,?dikalahkan duet Denmark, Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl.

Melatih pemain Tiongkok, kata Tong, tidak terlalu susah. Sebab, mereka sangat berbakat. “Di Tiongkok, para pemandu bakat telah menyediakan pemain-pemain bagus. Kami, para pelatih, tinggal memoles,” katanya dengan bahasa Indonesia yang masih fasih.

Tong memang lahir dan besar di Indonesia. Tepatnya di Teluk Betung, Lampung, 13 Maret 1942. “Di Tiongkok, nama saya sering disebut Tang Xianhu atau Tang Hsien Hu, bergantung dialek daerah masing-masing. Tapi, orang tua saya memberi nama Tong Sin Fu,” paparnya kala ditemui di sela Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2009. Ketika masih menangani timnas Indonesia, dia punya nama Fuad Nurhadi.

Tak kurang dari tiga puluh tahun dia menjadi pelatih bulu tangkis. Kepelatihannya berawal pada akhir 1979, saat dia mulai gantung raket. Selama enam tahun Tong memoles para pemain wanita Tiongkok. Di antaranya Li Lingwei dan Han Aiping. Dua pebulu tangkis andalan Tiongkok di era 1980-an.

Kemudian pada 1986 Tong melatih di Indonesia. Awalnya, dia tidak menangani pemain Pelatnas Cipayung. Dia melatih di klub Pelita Jaya milik Aburizal Bakrie. Ketika itu dia dikontrak USD 750 per bulan. Setelah itu Tong ditarik untuk menangani pebulu tangkis yang ditempa di Pelatnas Cipayung.

Ketika itu sejumlah pemain legendaris nasional masih di pelatnas. Seperti Liem Swie King di masa-masa akhirnya, Icuk Sugiarto, dan Hastomo Arbi. Kemudian, dia ikut membidani lahirnya para pemain generasi emas, seperti Alan Budikusuma, Ardi B. Wiranata, dan Hariyanto Arbi.

Bahkan, Tong mengantarkan Alan meraih medali emas bulu tangkis di Olimpiade Barcelona 1992. Waktu itu Susi Susanti juga berhasil meraih emas sehingga dijuluki pengantin emas. “Para pemain Indonesia saat itu memang berbeda dengan yang ada sekarang,” katanya.

“Secara kualitas mereka lebih baik. Selain itu, saya lihat mereka punya semangat dan kemauan keras untuk menjadi juara,” lanjut pria 68 tahun itu. “Filosofi saya sebagai pelatih adalah bukan pelatih yang harus pandai, melainkan pemain sendiri. Tugas pelatih hanya membantu,” sambungnya. Pemain terakhir Indonesia yang ditangani adalah Hendrawan yang juga sempat menyabet juara dunia.

Pada 1998 dia memutuskan kembali ke Tiongkok setelah permohonannya menjadi warga negara Indonesia (WNI) ditolak. “Kenapa itu (penolakan menjadi WNI, Red) diungkit-ungkit lagi. Itu sudah cerita lama,” kata pria yang kini menetap di Fuzhou tersebut. “Waktu itu saya sudah berusaha mati-matian untuk menjadi WNI, tapi tetap tidak dikabulkan. Apa mau dikata,” katanya.

Dia hanya terdiam ketika ditanya apakah masih ingin menjadi WNI. “Saya cukup bahagia dengan posisi saya saat ini. Kalau toh bisa menjadi WNI, sekarang usia saya sudah lanjut,” kata suami Li Qing itu, sembari sesekali membenarkan letak topinya.

Meski begitu, dia belum tahu kapan akan pensiun sebagai pelatih. “Saya menikmati peran saya sekarang. Selama saya masih kuat, saya akan terus melatih. Sebab, di usia ini kalau tidak ada kegiatan, malah tidak enak,” paparnya.

Di Tiongkok, Tong tak langsung melatih tim nasional, melainkan menjadi pelatih tim bulu tangkis Provinsi Fujian. Tak lama kemudian, dia melatih timnas Negeri Panda itu. Pada Olimpiade Sydney 2000, dia harus melihat anak didiknya, Xia Xuanze, menyerah di tangan Hendrawan yang pernah dilatihnya.

Namun, Hendrawan hanya meraih perak di Olimpiade itu setelah di final dikalahkan Ji Xinpeng, pemain lain Tiongkok. Salah satu keberhasilan Hendrawan saat itu berkat arahan Tong Sin Fu. Sebaliknya, keberhasilan Ji Xinpeng mengalahkan Hendrawan “yang kini melatih tim Malaysia” juga berkat sentuhan Tong Sin Fu.

Setelah itu Tong ikut membidani lahirnya para pebulu tangkis andalan Tiongkok saat ini. Misalnya, Lin Dan, Chen Jin, Bao Chunlai, dan ganda pria Cai Yun/Fu Haifeng. Nama-nama inilah yang beberapa tahun terakhir mendominasi peta persaingan bulu tangkis dunia. Bahkan, selain mengantarkan Lin Dan hat-trick juara dunia, dia berhasil mengantar Super Dan meraih medali emas Olimpiade Beijing tahun lalu.

Tong merupakan salah satu pemain junior Indonesia terbaik di era 1950-an. Pada 1960, dia pergi ke Tiongkok bersama rekannya, Hou Chia Chang, asal Surabaya. “Saya meninggalkan Indonesia untuk melanjutkan studi sambil bermain bulu tangkis,” tutur bapak dua anak itu.

Dia meninggalkan orang tua dan tiga saudaranya, yang saat itu tinggal di daerah Pejompongan, Jakarta.

Di Tiongkok karir bulu tangkis Tong Sin Fu melesat. Hanya dalam lima tahun dia sudah menjadi juara nasional. Gelar itu dikuasai sampai 1975. Hou Chia Cang juga berhasil. Mereka berdua dijuluki Raksasa Tiongkok karena keperkasaannya.

Sayang, ketika itu pemerintah Tiongkok tak mengizinkan atlet-atletnya mengikuti turnamen di Eropa atau di negara-negara yang tak sepaham. Akibatnya, nama mereka berdua tidak begitu dikenal secara internasional. Tapi, pers Barat yang mengendus keberadaan mereka menganggapnya sebagai kekuatan tersembunyi. Tong hanya tampil di Ganefo (Games of The New Emerging Forces) 1963 dan 1966. Dia menjadi juara tunggal pria.

Pada 1976, ketika rezim komunis Tiongkok mulai terbuka dan mengizinkan atlet-atletnya bermain di luar negeri, Tong dan Hou mulai menunjukkan kemampuan. Bahkan, di sebuah laga ekshibisi, Tong berhasil menggilas pemain terbaik Eropa saat itu, Erland Kops, dengan skor sangat telak, 15-0, 15-0. Oleh pers Barat, Tong dijuluki The Thing.

Ketika itu dominasi tunggal pria dunia di tangan Rudy Hartono yang berhasil menjuarai All-England delapan kali. Tapi, Tong maupun Hou tidak sempat ditarungkan dengan jagoan Indonesia itu.

Mereka pernah bertemu Iie Sumirat dalam sebuah even antarpemain Asia di Bangkok pada 1976. Iie Sumirat berhasil memecundangi keduanya. Saat dikalahkan Iie Sumirat, usianya sudah 34 tahun. Tak lama kemudian, dia memutuskan gantung raket, dan menjadi pelatih.

Tong mengaku, meski sudah tak tinggal dan melatih di Indonesia, dia terus memperhatikan perkembangan bulu tangkis di negeri kelahirannya ini. Dia tak menampik, saat ini prestasi bulu tangkis nasional memang tak sebaik di era-era sebelumnya. Tapi, dia yakin, Indonesia kembali bangkit. “Hanya masalah waktu menunggu bulu tangkis Indonesia berkibar kembali,” ucapnya.

Dia mengaku masih punya banyak sanak-saudara di Indonesia. Sesekali dia pulang ke Indonesia. Kedua anaknya “dia tidak mau menyebutkan namanya” juga dilahirkan di Indonesia.

Tong adalah contoh mutiara berharga yang disia-siakan.


Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,801 other followers