SEJAHTERA BADMINTON CLUB

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

Profil : Yuhan Tan, Pebulu Tangkis Belgia yang Berguru ke Indonesia

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on August 1, 2009

Yuhan TanYuhan Tan tampak lemas saat dikalahkan Ariyanto Haryadi (Tangkas Alfamart) dalam tiga set di babak ketiga Djarum Sirnas Jatim 2009 pada Rabu lalu (29/7). Sambil melepas baju, dia tertunduk lesu.

Wajar jika dia sedih. Sebab, Djarum Sirnas Jatim 2009 adalah turnamen pertamanya di Indonesia dan harus diakhiri dengan kekalahan sebelum menembus babak-babak penting. ”Apalagi, pertandingannya sangat ketat,” kata pemain kelahiran Bilzen, Belgia, 21 April 1987 tersebut dalam bahasa Indonesia.

Pada duel melawan Ariyanto, Yuhan kalah 21-16, 17-21, 19-21. ”Tapi tidak masalah. Sebab, saya sebenarnya tidak punya target apa-apa di turnamen ini,” ujarnya.

Sejak awal, Yuhan sadar bahwa level permainan di Indonesia lebih tinggi daripada level di negara asalnya. Karena itu, sebelum terjun di Sirnas Jatim, dia terlebih dulu menempa diri di markas PB Djarum di Kudus. Dia dilatih di sana selama tiga pekan.

Pebulu tangkis bertinggi 182 cm tersebut memang tidak asing dengan Indonesia. Bahasa Indonesianya pun boleh dibilang fasih. Pasalnya, ayah Yuhan, Henk Tan, adalah orang Indonesia yang akhirnya bermukim di Belgia dan menjadi warga negara tersebut. ”Ayah saya asli Bandung. Sejak kecil, setiap libur musim panas, saya selalu diajak ke Indonesia,” tutur Yuhan.

Dia menuturkan, ketertarikannya terhadap olahraga tepok bulu itu berawal dari hobi ayahnya. Sejak umur delapan tahun, Yuhan kerap ikut ayahnya berlatih bulu tangkis. Yuhan akhirnya menekuni bulu tangkis.

Karena menunjukkan minat bermain bulu tangkis, Yuhan dimasukkan ke Bilzen Badminton Club. Dia mengatakan, semakin hari minatnya semakin besar. Suatu saat, kepada kedua orang tuanya, Yuhan mengatakan ingin menjadi pemain bulu tangkis dan menjadi juara.

Hasratnya tercapai saat dia menjadi juara kelompok umur di Belgia ketika baru berusia 11 tahun. Sejak saat itu, dia tidak terkalahkan di negaranya. Untuk mengasah kemampuannya, sejak umur 13 tahun, jatah liburan musim panas di Indonesia tidak hanya dimanfaatkan untuk liburan. Tapi, dia juga menempa kemampuannya bermain bulu tangkis.

”Setiap musim panas, saya libur dua bulan. Sebulan setengah saya pakai untuk berlatih, sisanya untuk liburan,” tuturnya. Dia pernah mendatangi sejumlah klub untuk memperdalam ilmu bulu tangkis. Di antaranya, Mutiara Bandung dan Jaya Raya Jakarta.

Setelah melakoni latihan di Indonesia, Yuhan mengatakan bahwa menu yang dia dapatkan jauh lebih berat dibandingkan dengan porsi latihan di negaranya. Awalnya, penghuni peringkat ke-85 Federasi Badminton Dunia (BWF) tersebut merasa tidak kuat. Tapi, karena tekadnya untuk menjadi pebulu tangkis andal kuat, dia melahap semua itu.

Hasilnya terlihat saat dia berusia 15 tahun. Saat itu, dia dipanggil untuk bergabung dengan tim nasional bulu tangkis Belgia. Berbeda dengan Indonesia, di Belgia tidak ada pelatihan terpadu seperti pelatnas di Indonesia. Yuhan mengatakan, beberapa minggu sebelum turnamen, timnas dikumpulkan untuk berlatih bareng. (ang)

Biodata:

Nama: Yuhan Tan

Lahir: Bilzen, Belgia, 21 April 1987

Tinggi: 182 cm

Pegangan: Kidal

Klub: Ludinghausen, Jerman

Peringkat BWF: 85

Orang Tua:

Ayah: Henk Tan

Ibu: Maria Meyers-Tan

Prestasi:

2009 Juara Nasional Belgia

2008 Perempat Final Ireland Challenge

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,797 other followers

%d bloggers like this: