SEJAHTERA BADMINTON CLUB

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

Astec Indonesia International Challenge 2009 : Fransisca Juara Tunggal Putri, Fauzi cidera !

Posted by valsus on August 9, 2009

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemain PB Djarum Fransiska Ratnasari, menjadi juara turnamen bulu tangkis Astec Ultra Milk Open Indonesia International Challenger 2009. Di final, Sabtu (8/8) di Gedung Tennis Indoor, Senayan, Fransiska taklukkan Maria Elfira Chistina dengan 21-12 21-9.

“Saya cukup senang, akhirnya meraih gelar juara. Maria sangat bagus, tapi untunya saya lebih siap,” ujar Fransiska yang di semifinal mengalahkan pemain bulu tangkis Thailand, Jindapon Nitchaon.

Fransiska selalu menguasai setiap gamenya, hingga lawannya tak bisa berbuat banyak. Di game pertama, sebenarnya Maria sempat mau mengejar.

Namun karena pengalaman dan mental bertanding Fransiska lebih baik, menjadikan ini tak berlangsung lama. Dan game pertama langsung ditutup dengan 21-12, setelah akhirnya Fransiska memenangi pertandingan.

Pada pertandingan lain, di ganda campuran, Ricky Widianto/Tika Permatasari Devi yang menjadi juara setelah mengalahkan rekan senegaranya, Irfan Fadhilah/Weni Anggraini dengan 21-12 dan 21-19.

Di pertandingan ini, mantan pemain pelatnas lebih unggul dari junior-juniornya. Nadia Melati/Vita Marissa juara di ganda putri, setelah mengalahkan pasangan Della Destiara Haris/Ni Made Claudia Wijaya dengan 22-20 21-16.

Selain itu, Alvent Yulianto/Hendra Aprida Gunawan menjadi juara ganda putra yang mengalahkan Angga Pratama/Rian Agung Saputra dengan 21-17 21-12.

Sementara itu, mantan pemain pelatnas Adnan Fauzi gagal meraih gelar juara turnamen Astec Ultra Milk Open Indonesia International Challenger 2009. Di final, Sabtu (8/8), di Lapangan Tenis Indoor, Senayan, Adnan menyerah sebelum pertarungan usai.

Pemain yang kini membela klub Jaya Raya Suryanaga itu kalah dari pemain Djarum Kudus, Dionysius Hayom Rumbaka, dengan 14-21 6-11 retired. Ini membuat Adnan gagal meraih sukses keempat kalinya, karena sebelumnya, di sirkuit nasional (sirnas) bulu tangkis, dia berhasil meraih gelar juara tiga kali.

“Ya apa daya, kaki tiba-tiba sakit, dan tak mungkin lagi diteruskan daripada bertambah parah,” ujar Adnan usia pertandingan, yang juga mengelak jika dia tidak meneruskan pertandingan karena lawannya unggul.

Memang berbeda dengan penampilan-penampilan sebelumnya, performa Adnan kurang bagus. Berhadapan dengan Dionysius yang merupakan unggulan pertama, Adnan yang sempat menghuni pelatnas pratama sewaktu kepengurusan Sutiyoso itu tidak bisa berbuat banyak.

Game pertama Dionysius terus melaju tanpa bisa diimbangi Adnan. Pertandingan lebih menarik di game kedua, ketika Adnan yang tertinggal terus saja berusaha mengejar.

Namun ketika kedudukan 10-6, Adnan langsung menghentikan permainan setelah sempat mengejar bola. Namun setelah kedudukan menjadi 11-6 untuk Dionysius, tiba-tiba Adnan meminta berhenti karena kakinya sakit. Wasit pun menyatakan Dionysius yang meraih gelar juara.

“Saya sedikit menyesal, menang tanpa harus menuntaskan pertandingan. Tapi ya bagaimana lagi,” ungkap Dionysius.

LOU

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,801 other followers