Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2009 : Taufik, Sony, dan Simon Belum Terbendung
Posted by valsus on August 13, 2009
HYDERABAD, KOMPAS.com — Tiga pemain tunggal putra Indonesia belum terbendung untuk meraih kesuksesan di babak kedua Kejuaraan Dunia bulu tangkis yang berlangsung di Hyderabad, India. Mereka berhasil menyingkirkan lawan-lawannya untuk meraih tiket ke babak 16 besar.
Taufik Hidayat dan Sony Dwi Kuncoro tak menemui kesulitan besar melewati adangan musuh. Sementara itu, Simon Santoso dipaksa bermain tiga set untuk lolos.
Pada pertandingan di Gachibowli Indoor Stadium Hyderabad, Rabu (12/8), Taufik yang merupakan unggulan keempat menggulingkan pemain Perancis, Mathieu Lo Ying Ping, dengan straight set 21-17 21-15. Sony yang menjadi unggulan keenam pun demikian, menyingkirkan pemain Polandia Przemyslaw Wacha dengan 21-12 21-13. Mereka sama-sama menyelesaikan pertandingan itu dalam waktu 30 menit.
Selanjutnya, Taufik akan menghadapi pemain Taiwan yang merupakan unggulan kesembilan, Yu Hsing Hsieh. Mantan juara dunia 2005 tersebut mengakui calon lawannya ini lebih berat dibandingkan dua duel yang sudah dilewatinya.
“Hari ini tidak jauh beda dengan kemarin, meskipun sudah mulai agak berat lawannya. Tapi memasuki babak ketiga, saya tidak bisa main-main lagi dan harus fight sejak awal,” kata Taufik.
Dalam aksinya di India ini, Taufik mendapat dukungan yang banyak dari suporter tuan rumah. Ini membuat peraih enam gelar Indonesia Terbuka tersebut senang.
“Saya cukup senang bermain disini (India), karena penonton juga memberi respek dan dukungan,” tambahnya.
Sementara itu, Sony sempat kewalahan meladeni permainan lawannya di awal pertandingan. Namun, pemain yang baru melepas lajang ini bisa mengatasi situasi dan berhasil meraih kemenangan.
“Dia punya smes keras yang sulit diantisipasi. Kalau saya meladeni dia bermain menyerang terus, bisa kewalahan. Karena itu, saya coba bermain sedikit rileks dan tidak terlalu mengumbar bola atas,” ujar finalis kejuaraan dunia 2007 itu.
Pada babak ketiga, Sony kemungkinan besar akan bertemu Anand Chetan. Pemain andalan rumah yang ditempatkan sebagai unggulan 15 itu diprediksi akan mampu mengatasi lawannya dari Bulgaria, Stilian Makarski.
“Kalau bertemu Chetan, jelas akan ramai. Apalagi dia main di kandang sendiri dan didukung penonton. Tapi saya optimistis bisa mengalahkan dia,” kata Sony, yang dalam pertemuan terakhir tahun lalu ditaklukkan Chetan.
Berbeda dengan Taufik dan Sony, Simon yang merupakan unggulan 13 turnamen ini butuh waktu 52 menit untuk meraih tiket perdelapan final. Melawan pemain Singapura, Zi Liang Derek Wong, Simon bertarung habis-habisan untuk meraih kemenangan 21-13 19-21 21-16.







