Sirkuit Nasional Bulutangkis Bali-NTB-NTT Open 2009 : Unggulan Utama Tumbang
Posted by valsus on August 13, 2009
Lanjutan turnamen Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Bulu Tangkis Bali-NTB-NTT Terbuka 2009 di GOR Suwecapura, Klungkung, Rabu (12/8) kemarin, penuh dengan kejutan. Salah satu unggulan utama ganda campuran Didit Juang Indrianto/Yayu Rahayu dari PB Djarum di luar dugaan dikalahkan pasangan Nur Wahid/Heti Nugraheni dari Suryanaga, Surabaya. Didit/Yayu tumbang dengan skor 21-15, 17-21, 15-21.
Pada set ketiga Didit/Yayu lebih banyak membuang bola. Hal itu dimanfaatkan pasangan Nur Wahid/Heti untuk mendulang angka dengan mudah. Termasuk dua angka terakhir diraih Nur Wahid/Heti akibat penempatan bola Didit/Yayu melebar dan memanjang.
Asisten pelatih ganda campuran PB Djarum, Donny Prasetyo, mengakui, kekalahan yang dialami anak asuhnya akibat permainan Nur Wahid/Heti yang jauh lebih baik dan bersemangat. ”Kekalahan tentu tidak mengenakan. Ini menjadi bahan evaluasi bagi kami,” ujar Donny. Dia berharap tumbangnya unggulan utama Djarum bisa digantikan atlet pelapisnya.
Di babak ketiga, Nur Wahid/Heti ditantang Selvanus G/Faujia Lahia (Pelatda Jawa Timur) yang sebelumnya mengalahkan Rizky Susanto/Aris Budiharti 21-15, 21-14. ”Saya senang dapat mengalahkan unggulan utama. Harapan saya bisa melaju ke final,” tandas Nur Wahid.
Unggulan kedua Budi Hartono/Aurien Hudiono (Mutiara Bandung/Jaya Raya) menang mudah 21-7, 21-14 atas Fahmi/Triwulan Katikasari (Jatim). Pada babak selanjutnya, Budi Hartono/Aurien Hudiono ditantang Rinov Dalle R/Pitry Agustine (Jaya Raya) yang melangkah ke babak ketiga setelah
mengandaskan Samuel/Atik Sofia (DKI Jakarta 13-21, 21-7, 21-15.
Bali
Sementara itu, Ngurah Arya Bawa terhenti di babak ketiga. Pemain Pelatda Bali asal MKS Buleleng ini dikalahkan Tunggul Mursito Adi (AUFA) 17-21, 11-21. ”Saya akui fisik yang kurang membuat diri saya kesulitan meladeni Tunggul. Apalagi refleksnya cepat dan selalu meladeni apa yang saya perbuat. Pelajaran bagi saya,” ucap Arya Bawa.
Kegagalan juga diderita duta MKS Buleleng lainnya, Putu Rusmiati. Pemain yang dipersiapkan tampil di Porprov Bali IX ini disingkirkan Yosephine Susanto (Jaya Raya) 13-21, 14-21. ”Rusmiati sedang tahap penyembuhan lutut kanan,” kilah Gde Suadnyana, sang pelatih. Harapan MKS Buleleng di tunggal dewasa putra tinggal tertumpu kepada Komang Agus Budi yang sukses menyingkirkan Hermansah (Pelatnas Pratama) 21-19, 21-16.
Langkah gemilang dipertontonkan pemain kelompok tunggal anak-anak putri. Unggulan pertama Made Deya Saraswati melaju ke perempatfinal setelah mengalahkan rekannya dari Porwaja Denpasar 21-6, 21-6. Deya selanjurnya bertemu Dea Angelina Aulia Wijaya (Kudus) yang sebelumnya menyudahi perlawanan Ketut Bintang Pradnya (Bangli) 23-21, 21-10.
Hasil menggembirakan juga diraih Suni. Pemain kelompok anak-anak putri ini menyingkirkan unggulan ketiga Nalinica Rahardja (Jaya Raya) 21-11, 21-19. Selanjutnya Suni ditantang Ni Putu Dinda Sayu Nurni (Dharma Praja Badung). Made Pranitha Ade juga melaju ke babak tiga menghadapi Ersa Narulia R (Jaya Raya).
Wakil Ketua Panitia Ketut Winurjaya mengatakan, target tuan rumah masih tetap tak berubah, yakni di kelompok anak-anak. ”Pemain anak-anak sudah terlihat hasilnya ketika mengikuti rangkaian kejurnas di Jawa. Mental mereka teruji, apalagi sekarang bermain di kandang sendiri,” ujarnya. (kmb20)







