Sirkuit Nasional Bulutangkis Bali-NTB-NTT Open 2009 : Tri Kus Pukau Penonton Klungkung
Posted by valsus on August 14, 2009
CINTA OLAHRAGA INDONESIA – KLUNGKUNG – Pemain veteran Tri Kusharjanto/Mona Santoso, mengalahkan ganda campuran Pelatnas Pratama Andhika Azhar/Suci Rizki Andini 21-13, 21-15 di babak kedua Djarum Sirkuit Nasional Bulutangkis Bali-NTB-NTT Open 2009 di GOR Sweca Pura, Klungkung, Kamis (13/8).
Tri Kus yang merebut medali emas Asian Games pada 1996 dan 2000 memberikan pelajaran berharga kepada juniornya, utamanya dengan menunjukkan teknik bermain yang tinggi.
“Tidak tahu kenapa, tiap kali pemain bertemu saya, mereka sudah grogi. Ini keuntungan bagi saya,” kata peraih medali perak Olimpiade Sydney tahun 2000 bersama pasangannya Minarti Timur.
Dia menilai pemain-pemain Pelatnas Pratama yang dilatih Bambang Suprianto –s alah satu pasangannya di ganda putra ketika ia bergabung di Pelatnas Cipayung— menunjukkan peningkatan prestasi setelah menjalani pemusatan latihan selama tiga bulan di Akademi Militer Magelang.
Dijelaskannya, yang terpenting bagi atlet adalah mental yang kokoh sehingga mampu mengatasi kondisi seburuk apa pun di lapangan.
“Latihan bagus, belum tentu mereka bagus ketika bertanding. Perlu mental yang kuat dan disiplin menjaga kondisi,” ujarnya.
Tri Kus sendiri di usia yang 36 tahun masih fit menyelesaikan dua partai.
Usai berpasangan dengan Mona, ia berganti pasangan dengan Dwi Kristiawan hanya berselang beberapa menit.
Namun, Tri/Kristiawan tidak kesulitan untuk mengalahkan pasangan ganda dewasa dari PB Rudy Bandung, Dedi/Andre dengan skor 21-11, 21-8.
Delapan seri Sirkuit Nasional Bultangkis ini bagi Tri tidak lain sebagai ajang transfer teknik dan mental kepada pemain-pemain junior, khususnya skuat Pelatnas Pratama yang kelak akan menopang prestasi bulutangkis Indonesia di masa mendatang.
Dia sudah memastikan akan mengikuti Djarum Sirkuit Nasional Sumatera yang akan dilaksanakan di Medan setelah Lebaran Idul Fitri.
”Saya akan berpasangan dengan Flandy Limpele di ganda putra dan dengan Vita Marissa di ganda campuran,” ujarnya.
Tumbangnya pemain Pelatnas Pratama Andhika/Suci, membuat skuat pelatnas yang menurunkan 10 pasang ganda campuran hanya menyisakan tiga pasangan di babak perempat final yakni Kevin Alexander/Gebby Ristiyani Imawan yang menang WO atas unggulan kedua dari Mutiara Bandung Budi Santoso/Ema Ermawati.
Pasangan lainnya adalah Muhammad Nur Rofii/Dwi Agustiawati yang menang atas unggulan kelima dari Tangkas Jakarta Aryanto Haryadi/Endang Nursuginati 21-12, 23-21.
Satu pasangan lagi yakni M Rizki Dely Nugraha/Ni Made Claudia A Wijaya menang atas Widi C/Nella S dari Ganesha Tangerang dengan skor 21-18, 21-16.
Mengenai kinerja anak-anak Pelatnas Pratama, Namrih salah satu staf pelatih di tim Pelatnas Pratama menjelaskan, dari lima turnamen yang diikuti termasuk tiga seri Djarum Sirkuit nasional akan dijadikan bahan evaluasi bagi tim pelatih untuk menilai kecakapan, mental bertanding, dan skill yang perlu ditingkatkan bagi pasukan Magelang ini.
”Yang luar biasa hasil yang dicapai di turnamen Astec di mana pelatnas Pratama mampu menempatkan tiga wakilnya di babak final yakni di ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran,” ujar Namrih usai mendampingi pemain-pemainnya bertarung di Gor Klungkung.
Dikepung Pasukan Magelang
Tunggal dewasa putra Arianto Hariadi menjadi satu-satu kuarter finalis selain dari Pelatnas Pratama yang dipusatkan di Magelang.
Arianto dari Tangkas Jakarta unggul atas pemain tuan rumah Komang Agus Budi dalam dua game 21-13, 24-22, di babak ketiga Djarum Sirkuit Nasional Badminton Bali-NTB-NTT Open 2009 di GOR Sweca Pura, Klungkung, Bali , Kamis (13/8).
Arianto unggul melalui permainan menekan dengan smesh ke sisi kiri dan kanan Komang Agus Budi. Di game pertama Komang terlalu berhati-hati dan sering ragu-ragu dalam mengembalikan bola.
“Saya masih membaca permainan sendiri dan penampilan lawan. Selain juga terlalu berhati-hati,” kata Komang.
Hampir saja pertandingan akan berlanjut dalam tiga game jika Komang tidak terburu-buru ingin menyelesaikan game kedua. Memimpin 20-18, Komang malah lengah dan terkejar sehingga game kedua pun kahirnya jatuh ke tangan Arianto yang tercatat sebagai mahasiswa Perbanas Jakarta.
“Ini ulangan pertemuan saya dengan Komang di Kejuaraan Mahasiswa Juni lalu. Waktu itu di babak delapan besar kejadiannya hampir sama dengan pertandingan ini. Waktu itu kami bermain tiga game,” kenang Arianto yang memenangkan game di Kejuaraan Mahasiswa itu.
Kemenangannya kali ini, menurut Arianto lebih istimewa karena mereka bertarung di turnamen yang lebih bergengsi Djarum Sirkuit Nasional seri Bali-NTB-NTT.
”Pesertanya lebih banyak dan persaingan lebih keras,” tegas Arianto yang akan berhadapan dengan Nanang Arif S di perempat final. (sihc/sic)







