Ai Goto Pemain Mungil Yang Cabe Rawit
Posted by valsus on August 15, 2009
(Bulutangkis.com) – Di awal set pertama ini Zhou Mi paham betul bagaimana bermain menghadapi pemain Jepang yang berpostur mungil dan pendek yaitu Ai Goto.
Walaupun Ai Goto memiliki postur yang pendek, namun memiliki semangat main yang sangat baik, bahkan mampu menguasai lapangan dengan baik untuk ukuran pemain dengan postur kecil.
Secara angka, Zhou Mi langsung melejit pada posisi 10-4. Zhou Mi sendiri harus memahami bahwa dirinya tidak memiliki pilihan selain untuk meyelesaikan pertandingan dalam dua set karena di perempat final, dia akan berhdapan dengan Xie Xingfang yang mengalahkan Salakjit Ponsana 21-16, 14-21, 21-9.
Angka yang dikumpulkan Zhou Mi terus bertambah dengan mengunci Ai Goto di posisi 14-5, dan susudah itu Ai Goto berhasil menambah 3 angka menjadi 14-8. Nampaknya tidak akan sulit bagi Zhou Mi untuk menyelesaikan pertandingan ini, yang memang pada akhirnya menjadi kenyataan dengan menutup set pertama di posisi 21-11.
Tiga unforced error membuka set kedua untuk keunggulan Ai Goto yang mulai menyerang dengan smash-smashnya. Ada kemungkinan Kanako Yonekura yang sekarang membidani tunggal putri Jepang menginstruksikannya untuk mulai bermain agresif.
Hal ini membuat Ai Goto unggul hingga 10-7 di set kedua ini. Bola-bola penempatan Ai Goto mulai diarahkan ke garis belakang lapangan Zhou Mi. Pemain China yang kini bermain untuk Hongkong tidak tinggal diam. Zhou Mi mencoba untuk mengcover lapangan, kemanapun bola diarahkan lawan.
Ai Goto mencoba untuk meraih angka dengan cara menguras tenaga Zhou Mi yang nampak sudah mulai kelelahan di paruh kedua set kedua ini. Sayangnya, hal ini tidak menghalangi Zhou Mi untuk merebut set kedua sekaligus melenggang ke babak perempat final. Set kedua ini Zhou Mi menang 21-18.
Ai Goto bisa dikatakan adalah pemain masa depan Jepang. Pemain yang sangat ulet dalam bermain dan mencari celah untuk menyerang walaupun sulitnya lawan sekelas Zhou Mi. Walaupun kalah, saya yakin Ai Goto kalah dengan terhormat karena membuah Zhou Mi menang dengan susah payah. (Tomi Arifin) (Bulutangkis.com) – Di awal set pertama ini Zhou Mi paham betul bagaimana bermain menghadapi pemain Jepang yang berpostur mungil dan pendek yaitu Ai Goto.
Walaupun Ai Goto memiliki postur yang pendek, namun memiliki semangat main yang sangat baik, bahkan mampu menguasai lapangan dengan baik untuk ukuran pemain dengan postur kecil.
Secara angka, Zhou Mi langsung melejit pada posisi 10-4. Zhou Mi sendiri harus memahami bahwa dirinya tidak memiliki pilihan selain untuk meyelesaikan pertandingan dalam dua set karena di perempat final, dia akan berhdapan dengan Xie Xingfang yang mengalahkan Salakjit Ponsana 21-16, 14-21, 21-9.
Angka yang dikumpulkan Zhou Mi terus bertambah dengan mengunci Ai Goto di posisi 14-5, dan susudah itu Ai Goto berhasil menambah 3 angka menjadi 14-8. Nampaknya tidak akan sulit bagi Zhou Mi untuk menyelesaikan pertandingan ini, yang memang pada akhirnya menjadi kenyataan dengan menutup set pertama di posisi 21-11.
Tiga unforced error membuka set kedua untuk keunggulan Ai Goto yang mulai menyerang dengan smash-smashnya. Ada kemungkinan Kanako Yonekura yang sekarang membidani tunggal putri Jepang menginstruksikannya untuk mulai bermain agresif.
Hal ini membuat Ai Goto unggul hingga 10-7 di set kedua ini. Bola-bola penempatan Ai Goto mulai diarahkan ke garis belakang lapangan Zhou Mi. Pemain China yang kini bermain untuk Hongkong tidak tinggal diam. Zhou Mi mencoba untuk mengcover lapangan, kemanapun bola diarahkan lawan.
Ai Goto mencoba untuk meraih angka dengan cara menguras tenaga Zhou Mi yang nampak sudah mulai kelelahan di paruh kedua set kedua ini. Sayangnya, hal ini tidak menghalangi Zhou Mi untuk merebut set kedua sekaligus melenggang ke babak perempat final. Set kedua ini Zhou Mi menang 21-18.
Ai Goto bisa dikatakan adalah pemain masa depan Jepang. Pemain yang sangat ulet dalam bermain dan mencari celah untuk menyerang walaupun sulitnya lawan sekelas Zhou Mi. Walaupun kalah, saya yakin Ai Goto kalah dengan terhormat karena membuah Zhou Mi menang dengan susah payah. (Tomi Arifin)







