AKURASI PUKULAN ATLET INDONESIA PERLU DIPERBAIKI
Posted by valsus on August 20, 2009
Semarang, 18/8 (Antara/FINROLL News) – Ketua PB Djarum Kudus, FX Supandji berpendapat, akurasi pukulan pebulutangkis Indonesia perlu diperbaiki menyusul kegagalan pebulutangkisnya membawa pulang gelar juara pada kejuaraan bulutangkis dunia yang berlangsung di Gachibowli Indoor Stadium Hyderabad, India.
“Saya lihat kekalahan pebulutangkis Indonesia terutama untuk nomor tunggal putra, yaitu Taufik Hidayat dan Sony Dwi Kuncoro kurang baik, karena masih sering gagal mengantisipasi pukulan dari lawan-lawannya,” katanya ketika dihubungi dari Semarang, Selasa.
Menurut dia, saat terjadi pukulan reli-reli panjang yang dilakukan di lapangan, tiba-tiba lawannya melancarkan serangan atau smash ternyata tidak bisa diantisipasi pebulutangkis Indonesia.
“Saya melihatnya dari sisi teknis permainan, ternyata pebulutangkis Indonesia, terutama saat bertemu pebulutangkis China, kurang mengantisipasi serangan yang cepat,” katanya.
Ketika ditanya apakah dengan faktor usia itu bisa memperbaiki akurasi pukulan, dia mengatakan, masih bisa diperbaiki dengan latihan-latihan yang lebih baik lagi.
“Kemudian, konsentrasi pemain harus tetap dijaga saat berada di lapangan karena kalau sampai lengah sedikit, tentunya lawan akan dengan mudah memperdaya kita,” katanya.
Soal kegagalan ganda campuran, pasangan Nova Widianto/Lilyana Natsir yang mempertahankan gelar juara dunia setelah dikalahkan pasangan Denmark, Thomas Laybourn/Kamilla Rutter Juhl, dia mengatakan, sebenarnya pasangan Nova/Natsir bisa memenangkan pertandingan tersebut.
“Saya sendiri kecewa dengan penampilan mereka, padahal di atas kertas pasangan Nova/Natsir masih unggul dibandingkan ganda campuran Denmark tersebut. Saya juga tidak tahu kenapa mereka bisa tampil seperti itu,” katanya.
Pebulutangkis Indonesia harus pulang dengan kepala tertunduk, setelah gagal meraih gelar pada Kejuaraan Dunia 2009 di Gachibowli Indoor Stadium Hyderabad, India, yang berakhir Minggu (16/8).
Pasangan ganda campuran Nova Widianto/Liliyana Natsir yang menjadi harapan terakhir “Tim Merah Putih”, bermain di,bawah “form” terbaiknya dan menyerah 13-21, 17-21 dari ganda Denmark, Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl.
Hasil buruk tanpa gelar ini mengulang kegagalan para pebulutangkis Indonesia saat berlaga di Kejuaraan Dunia 2006 di Madrid, Spanyol.
Taufik Hidayat gagal melangkah ke babak final setelah dikalahkan pebulutangkis China, Chen Jin, 16-21, 6-21, sedangkan Sony Dwi Kuncoro dikalahkan Lin Dan (akhirnya menjadi juara dunia) dengan 14-21, 21-13, 15-21.







