SEJAHTERA BADMINTON CLUB

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

Taiwan Gold GP 2009 : Ujian Pertama Rijal/Butet

Posted by valsus on August 26, 2009

Turnamen Taiwan Gold Grand Prix, yang dihelat di Stadion Taipei County Shinjuang, 25-30 Agustus, menjadi ujian buat M. Rijal, yang akan dipasangkan dengan Lilyana Natsir.

RijalAwalnya, Butet, sapaan akrab Lilyana, diproyeksikan untuk coba dipasangkan dengan Tontowi Achmad, partner Richi Puspita Dilli. Keputusan ini merupakan bagian dari rencana PBSI untuk mencari penerus Nova Widianto, yang bersama Butet sudah menjadi andalan selama beberapa tahun belakangan ini.

Namun, dalam masa persiapan ke Taiwan, cedera punggung dialami Debby Susanto, pasangan Rijal. Akhirnya diputuskan Rijal akan turun bersama Butet. Rijal/Debby rencananya akan dipasangkan lagi di GP Vietnam, Oktober.

“Daripada Richi yang fit tak bermain, lebih baik Rijal yang dicoba bersama Butet karena Debby sempat cedera,” kata Richard Mainaky, pelatih ganda campuran.

Rijal tak asing lagi dengan pasangan yang lebih senior. Tahun lalu, Rijal pernah sukses dan menjadi juara Super Series Jepang ketika dipasangkan dengan Vita Marissa. Padahal, saat itu adalah kesempatan pertama mereka tampil di turnamen resmi. Sayang, tidak adanya kecocokan nilai kontrak dengan PBSI membuat Vita memutuskan keluar dari pelatnas dan berkarier secara profesional sejak awal 2009.

“Saya sih siap dipasangkan dengan siapa saja. Yang pasti saya akan berusaha untuk tampil maksimal,” ujar Rijal.

Karakter Vita dinilai agak berbeda dengan Butet. Setidaknya hal inilah yang harus dihadapi Rijal.

“Vita sudah terbukti bisa membimbing Rijal dan lebih fleksibel berganti-ganti pasangan. Hal inilah yang harus dibuktikan Butet,” kata Richard.

Selain dengan Rijal, Vita sempat berpasangan dengan Nova, Flandy Limpele, dan kini bersama Hendra Aprida Gunawan. Sementara itu Butet selama ini harus diakui lebih banyak dibimbing dan ditutup Nova, yang memang lebih senior.

“Ya, kali ini saya harus lebih banyak membimbing Rijal. Ini ujian buat saya,” sebut Butet.

“Butet terbiasa dengan Nova, yang sudah matang dan punya skill bagus. Sekarang Butet harus belajar untuk mencari solusi di lapangan,” ucap Richard.

Belum Selamanya

Rijal dinilai memiliki modal untuk bermain dengan pasangan yang lebih senior.

“Kemampuan Rijal untuk main dengan seniornya sudah ada. Dia cukup bagus mengikuti kemampuan pemain yang lebih berpengalaman,” kata Richard.

Rijal/Butet belum akan dipasangkan selamanya. Di ajang super series, Nova/Butet masih akan dipercaya untuk turun mengingat kemampuan pasangan ini dinilai masih yang terbaik di pelatnas.

“Kita masih akan cari siapa kombinasi terbaik untuk Butet. Diharapkan, ketika Nova nanti betul-betul istirahat, Butet sudah siap,” tutur Richard.

Yang jelas, Rijal/Butet akan menghadapi tantangan berat di kesempatan turnamen pertama. Mereka berada di pul yang sama dengan unggulan pertama Lee Yong-dae/Lee Hyo-jung (Korea). Pertemuan dengan juara Olimpiade 2008 itu akan terjadi jika mereka lolos ke perempat final. (Erwin Fitriansyah)

PEMAIN INDONESIA KE TAIWAN
———————————————————-
Tunggal Putra Tommy Sugiarto, Nugroho Andi Saputro, Yoga Pratama
Tunggal Putri Linda Wenifanetri, Aprilia Yuswandari
Ganda Putra Fernando Kurniawan/Lingga Lie, Afiat Yuris/Wifqi Windarto
Ganda Putri Komala Dewi/Keishya Nurvita, Anneke Feinya/Annisa Wahyuni
Ganda Campuran Fran Kurniawan/Pia Zebadiah, M. Rijal/Lilyana Natsir, Tontowi Achmad/Richi Puspita Dilli

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,801 other followers