SEJAHTERA BADMINTON CLUB

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

Archive for September, 2009

ANDRE PIMPIN TIM DJARUM KE VIETNAM OPEN

Posted by valsus on September 29, 2009

Semarang, 28/9 (Antara/FINROLL Sports) – Pebulutangkis tunggal putra Andre Kurniawan akan memimpin tim Djarum Kudus tampil pada turnamen bulutangkis “Badminton Grand Prix Vietnam Open 2009″ yang berlangsung di Ho Chi Minh City, Vietnam, 5-11 Oktober 2009.

Ketua PB Djarum Kudus, FX Supandji ketika dihubungi dari Semarang, Senin, mengatakan selain Andre Kurniawan, klub yang bermarkas di Kabupaten Kudus, Jateng, juga akan menerjunkan Maria Febe, Anna Fransiska, Adityawarman, dan Maria Elfira.

“Kalau untuk nomor ganda baik putra maupun putri, saya belum tahu persis tetapi untuk tunggal putra maupun putri, mereka yang akan berangkat ke Vietnam mendatang,” katanya menegaskan.

Para peblutangkis tersebut, kata dia, berangkat ke luar negeri dengan biaya penuh dari PB Djarum Kudus. “Kalau mereka yang tergabung di pelatnas memang tanggungan dari PBSI tetapi mereka yang di luar pelatnas tetap menjadi tanggungan Djarum Kudus,” katanya.

Menurut dia, pengiriman pebulutangkis tampil di turnamen yang berlangsung di luar negeri ini merupakan komitmen PB Djarum Kudus untuk memajukan perbulutangkisan nasional.

Selain itu, kata dia, pengiriman atlet ke luar negeri ini juga untuk memotivasi seorang atlet karena kalau hanya berlatih dan berlatih tanpa ada turnamen yang diikuti tentunya akan menimbulkan kebosanan.

Di samping itu, kata dia, hal itu untuk mengukur kekuatan mereka di kancah perbulutangkisan dunia. “Mereka supaya tahu kekuatan atlet dunia dan menyadarkan mereka kalau hanya menjadi juara di Indonesia tidak ada artinya sama sekali tetapi prestasi itu harus dikembangkan sampai ke tingkat dunia,” katanya menegaskan.

Tentu saja, kata dia, pengiriman pebulutangkis mengikuti turnamen di luar negeri juga ada kriterianya, artinya tidak semua pebulutangkis Djarum Kudus bisa tampil di luar negeri tetapi harus memiliki kemampuan yang cukup.

Ketika ditanya soal target mereka tampil pada Vietnam Open, dia mengatakan, Djarum Kudus tidak pernah memasang target khusus terhadap pebulutangkisnya yang diterjunkan pada event-event luar negeri.

“Biasanya target itu muncul dari dalam diri pemain yang bersangkutan, misalnya saya harus mencapai ini, saya harus seperti itu,” katanya.

Pada saat yang bersamaan, PB Djarum Kudus juga menerjukan empat pebulutangkis juniornya tampil pada kejuaraan bulutangkis junior di Singapura. Mereka adalah Riyanto, Yeni, Rustawita, dan Anna Rusvita.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Ganda Campuran RI Juara di Ceko

Posted by valsus on September 29, 2009

VikyVIVAnews – Diwakili oleh Megawati Gustiani dan Viky Indra Okvana, Indonesia berhasil meraih gelar juara ganda campuran pada Turnamen Bulu Tangkis Internasional Yonex ke-38 yang diselenggarakan di kota Brno, Ceko, 24-27 September 2009. Turnamen itu diikuti sejumlah pemain dari 32 negara dengan hadiah total US$5000.

Bermain di final pada Minggu 27 September 2009, setelah bertanding selama 27 menit, Mega dan Viky akhirnya mengalahkan Mads Conrad Petersen dan Anne Skelbaek dari Denmark dengan skor 21-11 dan 21-13. Keduanya menggondol hadiah sebesar US $ 1000.

Menurut siaran pers Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Praha, Ceko, selain tampil di ganda campuran, Mega berpasangan dengan Katarina Tomalova (Ceko) di turnamen ganda putri. Namun, mereka dikalahkan oleh pasangan Swiss pada babak delapan besar.

Sedangkan Viky hanya tampil di ganda campuran. Selain mereka tampil juga Rizky Kurniawan yang berdomisili di Denmark tapi juga bertanding membawa nama Indonesia.

Mega dan Viky merupakan atlet bulu tangkis Indonesia yang tengah melatih para pemain bulu tangkis di Klub Bulu Tangkis Kota Benatky, Ceko. Keduanya dikontrak oleh klub itu sampai akhir April 2010.

Selama di Ceko keduanya diperbolehkan bermain atas nama klub mupun membawa nama Indonesia. Mega dan Viky yang berasal dari Klub Suryanaga, Surabaya ini menyampaikan bahwa tantangan tebesar selama melatih dan bermain di Ceko adalan membawa nama Indonesia dan klub yang mengkontraknya.

Selain itu, kesempatan melatih ini juga akan mereka gunakan untuk meningkatkan kemampuan karena akan sering bertanding melawan para pemain Eropa.

Klub Bulu Tangkis Benatky yang dipimpin oleh Petr Martinek, mantan pemain bulu tangkis nasional Ceko, merupakan salah satu yang terbaik di Ceko. Pada 15 Oktober 2010 mendatang, klub tersebut mengundang PBSI untuk melakukan pertandingan ekshibisi antara pemain bulu tangkis nasional Indonesia seperti Simon Santoso, Ryan Sukmawan, Yonathan Suryadarma, Gracia Polii, dan Nitya Khrisinda. Rencananya mereka akan melawan para pemain bulu tangkis Ceko dari klub tersebut.

KBRI Praha menilai bahwa kehadiran para pemain bulu tangkis Indonesia ini turut mempromosikan potensi Indonesia di Ceko akan semakin mempereat people-to-peple contact. Kehadiran mereka itu sepenuhnya disponsori oleh PBSI, Klub Bulu Tangkis Kota Benatky dan didukung oleh KBRI Praha.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Cedera Greysia Kambuh

Posted by valsus on September 29, 2009

JAKARTA - PB PBSI memang bisa tersenyum seiring hasil Jepang Terbuka Super Series 2009. Sebab, paceklik gelar telah berakhir. Tapi, mereka juga harus menerima kenyataan kurang menyenangkan dari gelaran yang berakhir Minggu lalu (27/9) itu.

Situasi kurang menyenangkan tersebut menyusul cedera yang dialami Greysia Polii. Pebulu tangkis ganda wanita Indonesia tersebut mengalami cedera lutut kanan. Cedera itu menimpa Grace -sapaan Greysia- saat melakoni pertandingan semifinal melawan ganda Tiongkok Ma Jin/Wang Xiaoli. Tepatnya pada game ketiga ketika kedudukan 10-17 untuk keunggulan Ma Jin/Wang. Karena cedera itu, Grace yang berpasangan dengan Nitya Krishinda Maheswari tidak bisa melanjutkan pertandingan.

“Dari kabar yang saya terima, cedera Grace tidak terlalu parah. Namun, kami akan memeriksanya kembali. Cedera Grace itu merupakan cedera yang sama dengan yang dialami pada 2007,” sebut Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI Lius Pongoh kemarin (28/9).

Grace memang memiliki riwayat cedera lutut kanan. Ketika mengikuti Kejuaraan Dunia 2007, pebulu tangkis berusia 22 tahun itu dihantam cedera lutut kanan. Grace pun harus absen cukup lama. Kala itu, pebulu tangkis kelahiran Jakarta tersebut butuh waktu lebih dari tiga bulan untuk memulihkan kondisinya.

“Mudah-mudahan, apa yang terjadi pada 2007 tidak terjadi lagi dan Grace hanya butuh istirahat tidak lama. Kami berharap itu. Apalagi, permainannya bersama Nitya semakin menjanjikan,” kata Lius.

Grace dan Nitya terbilang pasangan baru pelatnas. Baru sekitar setahun mereka dipasangkan. Mereka pun mulai berbicara di even internasional. Grace/Nitya mampu menjadi finalis Singapura Super Series 2009. Yang terbaru, tentu langkah mereka sampai ke semifinal Jepang Terbuka Super Series 2009.

“Melihat apa yang terjadi di Jepang, kami tidak hanya cukup senang dengan penampilan Grace/Nitya. Tapi, kami juga lega karena paceklik gelar berakhir dan senang dengan penampilan pemain muda lainnya,” tutur Lius. (fim/ang)

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

BWF World Ranking Top 100 Peringkat Atlit Indonesia per 24 September 2009

Posted by valsus on September 29, 2009

Bulutangkis.com – Peringkat atlit Indonesia kali ini sesuai pengumuman yang dirilis BWF pada 24 Sepetember 2009 banyak mengalami penurunan dibandingkan dengan hasil dengan peringkat yang dikeluarkan seminggu lalu pada 17 September 2009.

Pada tunggal putra sebelumnya menempatkan dua atlitnya di sepuluh besar Taufik Hidayat (4) dan Sony Dwi Kuncoro (6) kini hanya menempatkan Taufik Hidayat di posisi 5 dan Sony terlempat ke posisi 12. Sementara Simon turun ke posisi 19 dari posisi 16. Secara keseluruhan tunggal putra Indonesia hanya ada 7 atlitnya yang bercokol di 100 besar.

Adriyanti Firdasari masih merupakan atlit putri Indonesia pada peringkat 20, sementara Maria Kristin Yulianti merosot jauh ke posisi 52 dari sebelumnya di posisi 37. Sebuah catatan prestasi yang memprihatinkan. Pada Yonex Open Japan Super Series 2009 yang baru berlangsung di Tokio kemarin (Minggu, 27/09/09) dua tunggal putri Indonesia tidah berhasil menuai prestasi menggembirakan. Maria Kristin Yulianti kandas di babak pertama, sementara Adriyanti Firdasari yang sukses menekuk Zhou Mi di babak pertama harus takluk pada babak kedua saat melawan tunggal putri Jerman Nicole Grether.

Ganda putra Indonesia juga mengalami penurunan yang mencolok pada tiga pasangan. Markis Kido/ Hendra Setiawan turun tiga tingkak ke posisi empat, Mohammad Ahsan/ Bona Septano turun 6 tingkat ke posisi 16 dan Rian Sukmawan/Yonathan Suryatama Dasuki paling merosot dari peringkat 12 ke posisi 23.

Peringkat BWF ini dirilis saat berlagsungnya Yonex Open Japan Super Series 2009. Dan diharapkan pada rilis yang dikeluarkan pada minggu depan posisi peringkat ganda putra akan lebih baik dengan prestasi yang dicapai pada Yonex Open Japan Super Series 2009.

Pada ganda putri dan ganda campuran posisi atlit Indonesia tidak banyak mengalami perubahan posisi kecuali Greysia/Nitya yang terlempar dari 10 besar ke posisi 15. Penurunan drastis ini hanya terjadi pada peringkat atlit-atlit yang sudah tidak bermain bersama lagi yaitu Lilyana Natsir/Vita Marissa dan Muhammad Rijal/Vita Marissa . (Contribute by: Fildzah Adhania)

Tunggal Putra :
5. Taufik Hidayat (-1)
12. Sony Dwi Kuncoro (-6)
17. Andre Kurniawan Tedjono (+1)
19. Simon Santoso (-3)
41. Dionysius Hayom Rumbaka (+1)
93. Ari Yuli Wahyu Hartanto
95. Andreas Adityawarman

Tunggal Putri :
20. Adrianti Firdasari
21. Maria Febe Kusumastuti
52. Maria Kristin Yulianti (-15)
61. Pia Zebadiah Bernadet (-8)
62. Rosaria Yusfin Pungkasari (-2)
76. Maria Elfira Christina (-3)
77. Fransiska Ratnasari (-8)

Ganda putra :
4. Markis Kido/Hendra Setiawan (-3)
7. Alvent Yulianto CHandra/Hendra Aprida Gunawan (+1)
16. Ahsan Mohammad/Bona Septano (-6)
24. Rian Sukmawan/Yonathan Suryatama Dasuki (-12)
35. Lingga Lie/Fernando Kurniawan (+1)
40. Afiat Yuris Wirawan/Wifqi Windarto
52. Rendra Wijaya/Fran Kurniawan
72. Luluk Hadiyanto/Joko Riyadi (+1)
85. Joko Riyadi/Candra Wijaya (-1)

Ganda putri :
9. Shendy Puspa Irawati/Meiliana Jauhari
15. Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari (-5)
36. Annisa Wahyuni/Anneke Feinya Agustin (+1)
46. Liliyana Natsir/Vita Marissa (-18)
53. Nadya Melati/Vita Marissa (+1)
56. Rani Mundiasti/Jo Novita (+1)
59. Debby Susanto/Pia Zebadiah Bernadet (+1)
76. Lita Nurlita/Endang Nursugianti (+2)
84. Vita Marissa/Mona Santoso
86. Dewi Komala/Keshya Nurvita Hanadia

Ganda Campuran :
3. Nova Widianto/Liliyana Natsir
17. Devin Lahardi Fitriawan/Lita Nurlita
26. Hendra Aprida Gunawan/Vita Marissa (-1)
31. Flandy Limpele/Anastasia Russkikh [INA/RUS]
45. Ahmad Tontowi/Richi Dili Puspita (+2)
47. Fran Kurniawan/Pia Zebadiah Bernadet (+1)
48. Fran Kurniawan/Shendy Puspa IRAWATI (+1)
51. Rendra Wijaya/Meiliana JAUHARI (+1)
53. Muhammad Rijal/Debby Susanto (+3)
85. Flandy Limpele/Vita Marissa (+3)
91. Endang Nursugianti/Anggun Nugroho (+2)
99. Muhammad Rijal/Vita Marissa (-65)

Keterangan :
( – ) : Turun peringkat
( + ) : Naik peringkat.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | 1 Comment »

Awas, Thailand Mengancam

Posted by valsus on September 29, 2009

SINYAL kuning bagi tim bulu tangkis Indonesia. Meski mengakhiri paceklik gelar di Jepang Terbuka Super Series melalui ganda pria Markis Kido/Hendra Setiawan, Indonesia harus waspada dalam perburuan medali di SEA Games 2009 yang ber­lang­sung di Laos Desember mendatang.

Sapu bersih medali emas seperti yang dilakukan Indonesia di SEA Games sebe­lumnya menghadapi ancaman. Itu terlihat dari hasil akhir Jepang Terbuka. Ganda campuran Thailand Songphon Anugrita­yawon/Kulchala Voravichitchaikul mem­per­sembahkan gelar bagi negerinya.

Di final yang berlangsung kemarin (27/9), Songphon/Kulchala menundukkan pasangan Denmark Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen dengan skor 13-21, 21-16, 22-20. Nielsen/Pedersen ada­lah pasangan yang mengalahkan ganda cam­puran terbaik Indonesia Nova Widianto/Liliyana Natsir di semifinal. Sedangkan Songphon/Kulchala juga mengalahkan ganda Indonesia lainnya, Hendra Aprida Gunawan/Vita Marisa.

Indonesia menurunkan tiga pasangan terbaiknya di ganda campuran untuk ber­saing di Jepang. Selain Nova/Liliyana dan Hendra/Vita, satu pasangan lagi adalah Devin Lahardi/Lita Nurlita. Devin/Lita sudah tersingkir di perempat final.

Pada SEA Games 2007 yang berlangsung di Nakhon Ratchasima, Thailand, tujuh medali emas yang disediakan bulu tangkis disikat habis oleh tim Indonesia. Selama ini, saingan terberat datang dari Malaysia. Keberhasilan Songphon/Kulchala membuat rival Indonesia makin subur.

Songphon/Kulchala mempersembahkan gelar kedua bagi Thailand dalam sejarah Jepang Terbuka. Sebelumnya, Thailand me­raih gelar pada edisi 2005, juga melalui ganda campuran, yakni pasangan Sudket Pra­pakamol/Saralee Thungthongkam. Tak urung, Songphon maupun Kulchala me­nyam­but gelar tersebut dengan sangat gembira.

“Saya sangat senang. Sebab, ini adalah kali pertama kami meraih gelar di luar negara kami,” kata Songphon.

“Saya sangat antusias. Kami sudah pernah meraih semifinal dan final sebelumnya, tapi belum pernah meraih gelar selain Thailand Terbuka (Juli, Red),” sambung Kulchala.

Songphon menambahkan, mereka akan berusaha mengikuti jejak Sudket/Saralee yang dianggapnya sebagai panutan dan ganda campuran tersukses di Thailand. “Harapan kami, kami bisa memenangkan lebih banyak gelar setelah kemenangan ini,” tutur Songphon. (ady/ang)

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Xie Xingfang Ingin Menutup dengan Manis

Posted by valsus on September 28, 2009

Xie Xingfang - The WinnerAbsennya Xie Xingfang di Super Series Jepang bukan tanpa alasan. Pebulu tangkis Cina yang pernah menjadi peringkat satu dunia ini telah memutuskan untuk menggantung raket.

Rencananya, Xie akan tampil dalam turnamen terakhir di Shandong National Games pada Oktober dengan membela Provinsi Guandong.

“Xie telah membuktikan bahwa ia merupakan salah satu pebulu tangkis terbaik dunia. Kami menghormati keputusannya dan saya yakin bahwa ia akan terus mengabdikan diri bagi bulu tangkis,” kata Li Yongbo, tim manajer Cina, seperti dilansir situs resmi BWF.

Pebulu tangkis berusia 28 tahun itu pun belum memiliki rencana setelah pensiun.

“Yang pasti, saya akan beristirahat setelah tak bermain lagi. Tapi, sekarang saya masih harus menyiapkan diri untuk National Games dan ingin menutup karier dengan kenangan yang manis. Jadi saya berharap meraih emas di ajang tersebut,” sebut kekasih Lin Dan ini.

Sepanjang kariernya, Xie pernah dua kali menjadi juara dunia, tiga kali punya andil merebut Piala Uber, dan meraih perak di Olimpiade Beijing 2008. Mundurnya Xie juga demi regenerasi di skuad bulu tangkis Cina. (prel)

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

PB Djarum Sasar Tangkas Alfamart Open II

Posted by valsus on September 28, 2009

Bulutangkis.com – PB Djarum sebagai salah satu klub besar di Indonesia tak pernah absen mengirimkan atlit-atlit binaannya pada turnamen-turnamen berkelas untuk menambah jam terbang tanding dan mengasah kemampuan serta mengukur sejauh mana kemajuan anak-anak didik dalam berlatih.

Pada kejuaraan Tangkas Alfamart Open II sebuah turnamen yang berkategori Junior Event ini berhadiah total sebesar USD 15.000. Kejuaraan berlangsung dari tanggal 5 Oktober 2009 hingga 10 Oktober 2009 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta.

Sebagaimana yang kami kutip dari situs resmi PB Djarum (www.pbdjarum.com) PB Djarum akan berpartisipasi penuh pada Tangkas Alfamart Open II dan merilis nama-nama atlit yang turun bertanding pada turnamen tersebut :

Tunggal Putra Taruna :
1. Riyanto Subagja
2. Arief Gifar Rahmadhan
3. Shesar Hiren Rhustavito
4. Kho Henrikho Wibowo
5. Kenas Adi Haryanto
6. Thomi Azizan Mahbub
7. Ryan Fajar Satrio
8. Rudi Cahyadi Budhiawan

Tunggal Putri Taruna :
1. Ayu Wanda Tika Wulandari
2. Yeni Asmarani
3. Rischa Meissiani
4. Sesaria Nisa Afifi

Ganda Putra Taruna :
1. Dandi Prabudita / Jones Ralfy Jansen
2. Praveen Jordan / Rangga Yave Rianto
3. Ferdian Fascal Wardhanni Rusman / Alvin Iqshandhy
4. Darmiko / Yudha Wiratama
5. Sigit Sudrajad / Ganjar Rismawardani
6. Felix Kinalsal / Arya Maulana Aldiartama
7. Kevin Sanjaya Sukamuljo / Kenny Putra Aviancy
8. Robby Insan Wahyudi / Bagus Hariyanto
9. Jusan Ahmad / Firman Ramadhan
10. Anugrah Tri Setyo / (pasangan dalam konfirmasi)

Ganda Putri Taruna :
1. Nurbeta Kwanrico / Aulia Putri Darajat
2. Lidya Pradita / Yayu Rahayu
3. Gloria Emanuelle Widjaja / Deariska Putri Medita
4. Khaeriah Rosmini / Ummi Khanifah
5. Farah Amalia Triyani / Ririn Amelia
6. Dara Ayu Setiawati / Melati Daeva Oktaviani

Ganda Campuran Taruna :
1. Didit Juang Indrianto / Yayu Rahayu
2. Jones Ralfy Jansen / Nurbeta Kwanrico
3. Praveen Jordan / Gloria Emanuelle Widjaja
4. Dandi Prabudita / Deariska Putri Medita
5. Darmiko / Khaeriah Rosmini
6. Rangga Yave Rianto / Ririn Amelia
7. Sigit Sudrajad / Farah Amalia Triyani
8. Ganjar Rismawardani / Lidya Pradita
9. Ferdian Fascal Wardhanni Rusman / Melati Daeva Oktaviani
10. Alvin Iqshandhy / Ummi Khanifah
11. Yudha Wiratama / Aulia Putri Darajat.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Jepang Terbuka Super Series : Kido/Hendra Juara

Posted by valsus on September 28, 2009

KindraTOKYO, KOMPAS.com — Markis Kido/Hendra Setiawan meraih gelar Jepang Terbuka Super Series 2009. Di final, Minggu (27/9), ganda putra nomor satu dunia tersebut mengalahkan rekannya di Pelatnas Cipayung, Yonathan Suryatama Dasuki/Rian Sukmawan, dengan straight set 21-19 24-22.

Ini merupakan gelar kedua Kido/Hendra pada tahun 2009. Sebelumnya, peraih medali emas Olimpiade Beijing 2008 ini telah menjuarai Malaysia Terbuka Super Series pada bulan Januari lalu.

Dalam partai all-Indonesian final ini, pertarungan berlangsung dalam tempo yang sangat tinggi. Yonathan/Rian mampu memberikan perlawanan yang seimbang sehingga mereka tak pernah tertinggal jauh dalam pengumpulan poin.

Di set pertama, Kido/Hendra sempat unggul jauh seusai skor 8-8 karena unggulan pertama tersebut memimpin 13-9. Namun, Yonathan/Rian bisa mengejar dan sempat menyamakan lagi kedudukan menjadi 18-18, sebelum Kido/Hendra menyelesaikan set tersebut dengan kemenangan 21-19.

Seperti sebelumnya, pada game kedua pertandingan tetap berlangsung dalam tempo tinggi. Adu drive dan smes mewarnai duel sepanjang 30 menit tersebut.

Yonathan/Rian tampaknya akan memaksa rubber set ketika mereka sudah unggul 20-16. Sayang, pasangan muda pelatnas ini gagal memanfaatkan empat game point yang dimiliki karena mereka kehilangan empat poin sehingga terjadi deuce, yang akhirnya dimenangkan Kido/Hendra dengan 24-22, untuk memastikan diri sebagai juara.

Di turnamen berhadiah 200.000 dollar AS ini, Indonesia hanya bisa membawa pulang satu gelar karena di nomor tunggal putra, Taufik Hidayat gagal menjadi juara. Mantan pemain pelatnas ini menyerah dua set langsung dari pemain China, Bao Chunlai.

China sempurna

Dalam kejuaraan ini, China yang tidak menurunkan kekuatan terbaiknya, pulang dengan hasil yang sempurna karena tiga wakilnya yang tampil di final berhasil menjadi juara. Selain Wang Yihan yang memenangkan all-Chinese final di nomor tunggal putri melawan Wang Xin, serta Bao Chunlai yang menaklukkan Taufik, ganda putri Ma Jin/Wang Xiaoli juga sukses setelah mengalahkan pasangan tuan rumah Miyuki Maeda/Satoko Suetsuna.

Dalam duel yang berlangsung 54 menit, pasangan unggulan kelima ini menang straight set 21-19 21-18 atas Maeda/Suetsuna, yang merupakan unggulan ketujuh.

Meskipun gagal menjadi juara, tetapi Maeda/Suetsuna sudah bisa membangkitkan lagi gairah bulu tangkis Jepang. Pasalnya, mereka untuk pertama kalinya menjadi pemain Jepang yang lolos ke final turnamen di negeri sendiri ini, setelah 19 tahun tak pernah ada wakil yang bermain di partai puncak.

Maeda/Suetsuna lolos ke final setelah menyingkirkan unggulan kedua dari Korea Selatan Ha Jung Eun/Kim Min Jung. Dalam partai semifinal yang berlangsung 1 jam 15 menit, Maeda/Suetsuna menang 19-21 21-18 21-14.

Berikut Hasil lengkapnya :

Jepang Final

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Jepang Terbuka Super Series : Wang Yihan Pertahankan Gelar

Posted by valsus on September 28, 2009

TOKYO, KOMPAS.com — Wang Yihan berhasil mempertahankan gelar juara Jepang Terbuka Super Series. Di final turnamen berhadiah total 200.000 dollar AS ini, Minggu (27/9), unggulan keempat tersebut mengalahkan kompatriotnya Wang Xin dengan straight set 21-8 21-9.

Dengan demikian, Wang Yihan untuk kedua kalinya berturut-turut meraih gelar super series ini. Pasalnya, tahun lalu pemain berusia 21 tahun ini juga menjadi jawara.

Di luar dugaan, Wang Yihan sangat mudah meraih kemenangan ini. Sebaliknya, Wang Xin yang dalam perjalanan ke final mengalahkan sejumlah pemain top seperti Maria Kristin (babak pertama), Tine Rasmussen (babak kedua), dan rekan senegaranya yang merupakan unggulan kedua, Wang Lin (semifinal), bermain buruk.

Pada set pertama, Wang Xin sempat memberikan perlawanan yang cukup menyulitkan Wang Yihan. Drop shot silang dan penempatan yang akurat membuat pemain kidal ini selalu membuntuti Wang Yihan.

Namun, setelah permainannya sudah terbaca dan Wang Yihan juga tak kenal putus asa untuk mengejar ke mana pun arah bola, Wang Xin mulai terlihat putus asa. Kesempatan ini bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh Wang Yihan untuk melaju setelah skor 7-7 karena dia bisa meraup 11 poin secara beruntun untuk unggul 18-7, sebelum memenangkannya dengan 21-8.

Di set kedua, Wang Yihan terus menunjukkan determinasi tinggi dan kerja keras yang luar biasa sehingga drop shot dan pukulan silang yang menjadi senjata andalan Wang Xin selalu mental. Alhasil, Wang Yihan langsung unggul 4-0, dan terus memimpin jalannya pertandingan sampai meraih kemenangan 21-9, sekaligus memastikan diri menjadi juara untuk kedua kalinya.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Jepang Terbuka Super Series : Taufik Gagal Lagi Jadi Juara

Posted by valsus on September 28, 2009

Oopik JemTOKYO, KOMPAS.com — Taufik Hidayat untuk ketiga kalinya gagal meraih gelar di Jepang Terbuka Super Series. Pada final turnamen berhadiah 200.000 dollar AS ini, Minggu (27/9), dia menyerah dua set langsung 15-21 12-21 dari pemain China, Bao Chunlai.

Dengan demikian, Taufik belum mampu mewujudkan impiannya menjadi juara di turnamen ini. Sebelumnya, dia juga dua kali tampil di final pada tahun 2006 dan 2007, tetapi secara berturut-turut dikalahkan jagoan China Lin Dan dan pemain Malaysia yang saat ini menempati peringkat satu dunia, Lee Chong Wei.

Hasil ini juga memastikan, Indonesia hanya berhasil membawa satu gelar dari Jepang Terbuka. Pasalnya, di nomor ganda putra terjadi all-Indonesian final antara Markis Kido/Hendra Setiawan versus Yonathan Suryatama Dasuki/Rian Sukmawan.

Meskipun mendapat dukungan dari suporter Indonesia di Jepang, Taufik yang merupakan unggulan keempat gagal menaklukkan Bao Chunlai. Pemain China itu yang memiliki ranking BWF 25, selalu unggul dalam pengumpulan angka.

Di set pertama, Taufik hanya bisa mengimbanginya sampai skor 3-3 karena setelah itu Bao Chunlai terus melaju kencang. Bahkan setelah unggul 12-9, Bao Chunlai bisa menambah lima poin secara beruntun untuk melebarkan jarak sampai memenangkan set ini dengan 21-15.

Pada set kedua, Bao Chunlai bermain lebih agresif. Strategi ini menunjukkan hasil bagus karena dia langsung unggul 6-1. Kondisi ini membuat Taufik semakin tertekan dan sulit bangkit. Alhasil, pemain jangkung ini mengakhiri duel selama 39 menit tersebut dengan kemenangan 21-12.

Kemenangan Bao Chunlai membuat China telah menggondol dua gelar. Pada partai sebelumnya terjadi all-Chinese final di nomor tunggal putri, di mana Wang Yihan mampu mempertahankan gelarnya setelah menaklukkan Wang Xin. China masih berpeluang meraih gelar di nomor tunggal putri melalui unggulan kelima Ma Jin/Wang Xiaoli, yang menghadapi pemain tuan rumah Miyuki Maeda/Satoko Suetsuna.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,801 other followers