Semarang, 28/9 (Antara/FINROLL Sports) – Pebulutangkis tunggal putra Andre Kurniawan akan memimpin tim Djarum Kudus tampil pada turnamen bulutangkis “Badminton Grand Prix Vietnam Open 2009″ yang berlangsung di Ho Chi Minh City, Vietnam, 5-11 Oktober 2009.
Ketua PB Djarum Kudus, FX Supandji ketika dihubungi dari Semarang, Senin, mengatakan selain Andre Kurniawan, klub yang bermarkas di Kabupaten Kudus, Jateng, juga akan menerjunkan Maria Febe, Anna Fransiska, Adityawarman, dan Maria Elfira.
“Kalau untuk nomor ganda baik putra maupun putri, saya belum tahu persis tetapi untuk tunggal putra maupun putri, mereka yang akan berangkat ke Vietnam mendatang,” katanya menegaskan.
Para peblutangkis tersebut, kata dia, berangkat ke luar negeri dengan biaya penuh dari PB Djarum Kudus. “Kalau mereka yang tergabung di pelatnas memang tanggungan dari PBSI tetapi mereka yang di luar pelatnas tetap menjadi tanggungan Djarum Kudus,” katanya.
Menurut dia, pengiriman pebulutangkis tampil di turnamen yang berlangsung di luar negeri ini merupakan komitmen PB Djarum Kudus untuk memajukan perbulutangkisan nasional.
Selain itu, kata dia, pengiriman atlet ke luar negeri ini juga untuk memotivasi seorang atlet karena kalau hanya berlatih dan berlatih tanpa ada turnamen yang diikuti tentunya akan menimbulkan kebosanan.
Di samping itu, kata dia, hal itu untuk mengukur kekuatan mereka di kancah perbulutangkisan dunia. “Mereka supaya tahu kekuatan atlet dunia dan menyadarkan mereka kalau hanya menjadi juara di Indonesia tidak ada artinya sama sekali tetapi prestasi itu harus dikembangkan sampai ke tingkat dunia,” katanya menegaskan.
Tentu saja, kata dia, pengiriman pebulutangkis mengikuti turnamen di luar negeri juga ada kriterianya, artinya tidak semua pebulutangkis Djarum Kudus bisa tampil di luar negeri tetapi harus memiliki kemampuan yang cukup.
Ketika ditanya soal target mereka tampil pada Vietnam Open, dia mengatakan, Djarum Kudus tidak pernah memasang target khusus terhadap pebulutangkisnya yang diterjunkan pada event-event luar negeri.
“Biasanya target itu muncul dari dalam diri pemain yang bersangkutan, misalnya saya harus mencapai ini, saya harus seperti itu,” katanya.
Pada saat yang bersamaan, PB Djarum Kudus juga menerjukan empat pebulutangkis juniornya tampil pada kejuaraan bulutangkis junior di Singapura. Mereka adalah Riyanto, Yeni, Rustawita, dan Anna Rusvita.








VIVAnews – Diwakili oleh Megawati Gustiani dan Viky Indra Okvana, Indonesia berhasil meraih gelar juara ganda campuran pada Turnamen Bulu Tangkis Internasional Yonex ke-38 yang diselenggarakan di kota Brno, Ceko, 24-27 September 2009. Turnamen itu diikuti sejumlah pemain dari 32 negara dengan hadiah total US$5000.
Absennya Xie Xingfang di Super Series Jepang bukan tanpa alasan. Pebulu tangkis Cina yang pernah menjadi peringkat satu dunia ini telah memutuskan untuk menggantung raket.
TOKYO, KOMPAS.com — Markis Kido/Hendra Setiawan meraih gelar Jepang Terbuka Super Series 2009. Di final, Minggu (27/9), ganda putra nomor satu dunia tersebut mengalahkan rekannya di Pelatnas Cipayung, Yonathan Suryatama Dasuki/Rian Sukmawan, dengan straight set 21-19 24-22.
TOKYO, KOMPAS.com — Taufik Hidayat untuk ketiga kalinya gagal meraih gelar di Jepang Terbuka Super Series. Pada final turnamen berhadiah 200.000 dollar AS ini, Minggu (27/9), dia menyerah dua set langsung 15-21 12-21 dari pemain China, Bao Chunlai.