Malaysia Kebingungan Jelang Piala Thomas
Posted by valsus on September 2, 2009
SINGAPURA, KOMPAS.com — Malaysia ternyata juga mengalami masalah regenerasi sektor tunggal putra menjelang penyelanggaraan Piala Thomas tahun depan.
Pelatih Kepala Malaysia Rashid Sidek mengaku bahwa ia saat ini tidak bisa berharap terlalu banyak kepada para pemain muda negara tersebut.
Menurut Sidek, kelima pemain muda tersebut, yaitu Tan Chun Seang, Chong Wei Feng, Mohd Arif Abdul Latif, Liew Daren, dan Chan Kwong Beng belum menunjukkan kematangan dalam permainan mereka. Kelimanya tersingkir dengan mudah di kejuaraan tingkat Gold Prix di Macau dan Taiwan.
Karena itulah, Rashid pesimistis jika kelima pemain ini akan sanggup menanggung beban mental yang besar dalam menghadapi perebutan Piala Thomas tahun depan. “Ini akan menjadi perhatian besar buat kami. Mereka mendapat pelatih baru, tetapi belum memperlihatkan perubahan,” kata Rashid lagi.
Saat ini, para pemain muda Malaysia tersebut ditangani pelatih asal Indonesia, Hendrawan. Juara dunia 2001 ini dikontrak oleh Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM) sejak Juli lalu. “Saat ini Hendrawan sudah memiliki gambaran yang lebih jelas tentang tugasnya. Saya harap ini akan membuat para pemain lebih baik.”
Tampaknya hingga saat ini, Malaysia tidak memiliki pilihan lain sebagai pelapis tunggal putra nomor satu dunia, Lee Chong Wei. Malaysia masih mengandalkan dua pemain veteran, Wong Choong Hann dan Mohd Hafiz Hashim.
Choong Hann yang merupakan peringkat 12 dunia tampil baik di Macau dan Taiwan dengan mengalahkan pemain China, Chen Jin, serta pemain veteran Indonesia, Taufik Hidayat. Ia tampil sebagai finalis.
“Choong Hann merupakan pemain yang mandiri tanpa pelatih. Namun, ia mampu bermain baik. Sementara itu, Hafiz (Hashim) memperlihatkan keinginannya untuk tampil baik kembali. Kami harap, antusiasme Hafiz kali ini akan menjadi sungguhan.”
“Jika Choong Hann dan Hafiz mampu terus tampil baik, kami akan memberi mereka kesempatan untuk tampil di putaran final Piala Thomas. Jika tidak, kami memiliki peluang yang kecil untuk meraih poin di sektor tunggal.”







