Kejar Setoran di Laos, Cabang Bulu Tangkis Kirim Pemain Senior
Posted by valsus on September 4, 2009
JAKARTA – PB PBSI tak berdaya. Harapan mereka untuk mengirim pemain pelapis ke SEA Games XXV/2009 Laos terpaksa dibatalkan. Sebab, KON/KOI telah memutuskan untuk mengirimkan pemain senior demi memenuhi target medali.
Nama-nama seperti Sony Dwi Kuncoro, Maria Kristin Yulianti, Markis Kido/Hendra Setiawan, dan Nova Widianto/Liliyana Natsir bakal diterjunkan di Laos. Mereka diberi target untuk mempertahankan sukses Indonesia di SEA Games sebelumnya, yaitu menyapu bersih tujuh emas yang dilombakan.
“Kami sebenarnya tetap ingin memberangkatkan pemain muda. Tapi, kami diminta untuk mengirim pemain senior. Jadi, kami harus ikuti meski berat,” kata Lius Pongoh, ketua bidang pembinaan dan prestasi PB PBSI, kemarin (2/9).
Di mata Lius, keputusan itu cukup sulit. Pasalnya, dengan kondisi bulu tangkis Indonesia yang kering prestasi seperti saat ini, PBSI ingin semakin mematangkan pemain pelapis. PBSI ingin menyempitkan gap antara pemain utama dengan pelapis.
Tujuannya, dalam waktu yang tidak lama, Indonesia memiliki banyak pilihan pebulu tangkis berkualitas di level atas. Karena itu, PBSI ingin semakin memperluas kesempatan pemain pelapis di ajang internasional. Salah satu kesempatan itu adalah SEA Games di Laos Desember mendatang. Sebagai turnamen regional, SEA Games sebenarnya memang bukan ajang yang pas buat juara Olimpiade seperti Kido/Hendra dan pemain senior kelas dunia lain.
“Saya telah berusaha untuk bisa mengirim pemain muda agar mereka semakin matang. Tapi, kalau keputusan sudah seperti ini, ya kami harus mengirim pemain senior,” sebut Lius. Dengan menurunkan pemain senior, target sapu bersih medali emas memang berpeluang tercapai. Namun, untuk jangka panjang, keputusan itu dianggap kurang efektif karena dapat membuat prestasi pemain muda stagnan.
Hal itulah yang disayangkan PBSI. “Sebenarnya memang lebih baik pemain muda yang berangkat. Tujuannya, menumbuhkan kepercayaan diri mereka yang efeknya bisa terasa di masa berikutnya. Tapi, kalau keputusannya seperti ini, ya sudah,” ujar Richard Mainaky, pelatih ganda campuran. (fim/ang)







