Program Khusus Sektor Ganda, Paksa Menjadi Ganda Campuran selama Latihan
Posted by valsus on September 4, 2009
JAKARTA - Gebrakan dilakukan Pelatnas PB PBSI di Cipayung. Setelah menuai kegagalan pada kejuaraan dunia dan beberapa even lain, mereka menyusun program latihan baru untuk pemain ganda pria, wanita, dan campuran.
Seperti apa gebrakan itu ? Program baru tersebut berupa pencampuradukkan para pebulu tangkis sektor ganda yang jumlahnya mencapai 28 atlet dalam sesi latihan game. Semua pemain dipaksa bermain sebagai ganda campuran. Pasangan pemain ganda campuran diacak.
Setiap pasangan hasil pengacakan itu akan diadu dalam pertandingan setiap Rabu. Agar latihan tersebut mendekati atmosfer kompetisi, ada hadiah bagi pemenang. Setiap pemain dipungut Rp 50 ribu untuk menyediakan hadiah itu.
“Ini kami lakukan agar para pemain lebih matang. Terutama dalam hal mengontrol permainan. Tujuan lainnya, mereka lebih bisa mengatur ritme permainan,” kata Kasubbid Pelatnas PB PBSI Christian Hadinata.
Menurut dia, model latihan seperti itu bisa mempercepat proses belajar para pemain pelapis. Sebab, mereka mendapatkan kesempatan untuk berpasangan dengan pemain senior dalam sebuah pertandingan. “Dengan model tersebut, pemain belakang (pria) akan lebih bisa mengontrol dan mengatur ritme permainan. Pemain wanita pun sama. Mereka bisa lebih peka,” paparnya.
Pelatih ganda pelatnas Richard Mainaky menyatakan, model itu akan memberikan efek positif dalam membentuk mental bertanding. Menurut dia, seorang pemain yang lebih senior akan merasakan beban sebagai seorang leader ketika berpasangan dengan pemain yang lebih muda. Secara tidak langsung, dalam jangka panjang, hal tersebut akan mengasah kepemimpinan seorang pemain.
Richard lantas memberi contoh. Menurut dia, kepemimpinan pemain ganda campuran Liliyana Natsir selama ini kurang terasah. Sebab, dia selalu berpasangan dengan pemain senior seperti Nova Widianto. Karena itu, setelah kejuaraan dunia lalu, pemain yang akrab dipanggil Butet tersebut dipasangkan dengan pemain yang lebih muda, Muhammad Rijal. “Jika Butet memiliki itu (leadership), dia akan bisa matang dan dipasangkan dengan siapa saja,” jelasnya.
Pelatnas merasa perlu mencarikan pasangan baru untuk Butet sejalan dengan usia Nova yang semakin senior. Sepanjang 2009, tren Nova/Butet juga menurun. Meski mereka adalah satu-satunya wakil pelatnas yang bisa merebut gelar super series di Malaysia awal tahun lalu. Namun, saat ini mereka tidak lagi menduduki peringkat pertama BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia). (fim/ang)







