Kepastian Kido-Nitya
Posted by valsus on September 9, 2009
Pelatnas PBSI berencana menurunkan seluruh pemain utama di turnamen Super Series Jepang, 22-27 September. Saat ini, dua di antaranya masih dalam kondisi tanda tanya.
Nitya Krishinda (depan), belum bisa latihan setelah cedera mata dan sempat dirawat. (Foto: Erly Bahtiar/BOLA)
Pemain ganda putri Nitya Krishinda sejak pekan lalu tidak bisa berlatih. Nitya mengalami cedera di mata kanan akibat terkena kok saat berlatih gim rutin.
Saat kejadian, Nitya tengah berpasangan dengan Meiliana Jauhari. Kok yang menyasar ke matanya berasal dari smes Greysia Polii yang berusaha dikembalikan Meiliana.
“Jadi bukan terkena smes Grace, tapi karena pantulan dari pengembalian Meiliana yang tak sempurna. Saya juga dalam kondisi tak siap karena tak mengira kok dari kawan mengarah ke mata,” ujar Nitya.
Nitya sempat dirawat di RS Meylia, Cibubur, karena ada perdarahan di dalam matanya. “Selama 2 X 24 jam saya harus tidur dalam keadaan duduk. Tujuannya supaya perdarahan tak melebar,” sebut Nitya, yang biasa berpasangan dengan Grace.
Putri mantan pesepak bola Panus Korwa ini sudah terlihat di Pelatnas Cipayung, Jumat (4/9). Namun, Nitya belum ikut latihan.
“Kadang masih ada sinar putih di mata. Kalau berada di tempat yang bercahaya terang masih terasa cepat lelah. Makanya dokter belum memperbolehkan saya latihan. Nanti akan diperiksa lagi,” ujar Nitya.
Satu pemain lagi yang masih belum mendapat lampu hijau untuk berangkat adalah Markis Kido. Pasangan Hendra Setiawan ini masih ditunggu dan dipantau perkembangan kondisinya.
Bulan lalu, Kido batal pergi ke Kejuaraan Dunia karena tekanan darahnya naik. Alasan itu yang membuat Kido menjalani serangkaian pemeriksaan pada Rabu (2/9).
“Pemeriksaan meliputi jantung, tekanan darah, dan denyut nadi. Hasilnya bagus. Cukup normal. Hanya denyut nadinya saja yang agak cepat. Tes dilakukan dalam keadaan maksimal,” sebut Sigit Pamungkas, pelatih ganda putra.
Untuk mengantisipasi supaya kondisi tetap terjaga, dokter menganjurkan Kido tetap mengonsumsi obat. Saat pertandingan, selama tekanan darahnya tetap terjaga, tak akan ada masalah.
“Harus disiplin menjaga konsumsi makanan dan minum obat,” ucap Sigit lagi.
Meski ada sinyal positif, pengurus PBSI tak mau ambil risiko. Kido diminta untuk membuat surat pernyataan dan tanda tangan di atas materai.
Usul Berangkat
“Pemeriksaan akan dilakukan secara maksimal. Tapi, segala sesuatunya akan menjadi tanggung jawab pribadi” kata Kabid Binpres PBSI, Lius Pongoh.
Selain itu, keberangkatannya ke Jepang juga masih belum diputuskan. “Kami akan lihat perkembangannya. PBSI tentu tak akan sembarangan dalam menangani masalah ini,” tutur Sekjen PBSI, Jacob Rusdianto.
Pada nomor ganda campuran, pelatih Richard Mainaky menyiapkan Nova Widianto/Lilyana Natsir dan Devin Lahardi/Lita Nurlita untuk turun di Jepang. Tapi, tak tertutup kemungkinan satu pasangan pelapis diselipkan di sisa turnamen super series 2009. Nomor ini memiliki Fran Kurniawan/Pia Zebadiah, M. Rijal/Debby Susanto, dan Tontowi Achmad/Richi Puspita Dilli sebagai pelapis.
“Kalau ada yang saya nilai siap tanding tentu akan diusulkan untuk berangkat. Mereka butuh pengalaman di level tinggi jika sudah siap. Hal ini juga sebagai bukti buat negara lain bahwa kita masih punya pasangan pelapis,” ujar Richard. (Erwin Fitri







