Perkembangan Pelatnas : Variasi Latihan Sepi
Posted by valsus on September 15, 2009
Terbatasnya jumlah pemain di pelatnas PBSI saat ini membuat pemain tamu kadang menyemarakkan suasana latihan. Biasanya hal ini terlihat jika skuad pelatnas akan berangkat ke sebuah turnamen, seperti yang terlihat pada Jumat (11/9).
Keputusan untuk mengirim pemain pratama berlatih di kompleks Akmil, Magelang, membuat suasana di dalam hall latihan pelatnas PBSI, Cipayung, sehari-hari tak terlalu ramai. Hal ini tak terjadi tahun lalu, saat pelatnas utama dan pratama masih berlatih di Cipayung.
Kondisi tersebut berdampak bagi para pemain pelatnas utama. Saat berlatih gim, jika dulu menu bisa bervariasi melawan pemain pratama, kini tidak lagi.
Hal ini coba disiasati para pelatih. Pada nomor ganda putri, beberapa kali Shendy Puspa dkk. berlatih melawan para pemain junior putra dari PB Djarum. Kebetulan pemain ganda PB Djarum yang merupakan asuhan eks pemain ganda pelatnas, Sigit Budiarto, bermarkas di Jakarta. Jumlahnya pun cukup banyak.
“Kalau sparing melawan sesama pemain pelatnas lama-lama mereka bisa jenuh. Pola main juga sudah saling tahu. Jadi kurang variasi,” ujar Aryono Miranat.
Meski yang dihadapi pemain junior, Shendy cs. tak gampang menang. Pasalnya lawan yang dihadapi adalah pemain putra.
“Keuntungannya, saya bisa minta lawan macam apa yang dibutuhkan. Biasanya lawan juga tak mau begitu saja kalah. Mereka tentu merasa gengsi jika kalah,” sebut Aryono.
Hal yang mirip juga terjadi di nomor ganda putra. Hanya saja jumlah pemain tamu tak sebanyak di ganda putri.
“Bisa saya yang mengundang atau mereka yang minta izin untuk ikut latihan gim. Kualitas mereka masih bagus. Saya tentu tak akan mengundang sembarang pemain,” kata Sigit Pamungkas, pelatih ganda putra.
Eks pemain pelatnas seperti Hendra Gunawan, Alvent Yulianto, Joko Riyadi, hingga Rendra Wijaya beberapa kali terlihat ikut latihan gim. “Kalau ada yang absen latihan jumlah pemain jadi ganjil. Biasanya saya minta pemain tamu buat melengkapi. Tapi, kalaupun mereka datang sepasang, bisa ikut latihan gim. Kami membuat kompetisi sendiri,” ucap Sigit lagi.
Untuk menyiasati latihan, nomor ganda campuran memakai cara lain. Semua pemain diputar, dipasangkan dengan pemain yang bukan partner regulernya dalam latihan gim.
“Biasanya pemain yang lebih kuat dan berpengalaman dipasangkan dengan pemain muda. Hal ini berguna untuk makin meningkatkan kemampuan masing-masing. Yang lebih senior harus membimbing, sedang yang junior kemampuannya akan terangkat,” ujar Richard Mainaky.
Tunggal Sendiri
Untuk menambah variasi, pemain ganda putra seperti Markis Kido sempat berpasangan dengan Lita Nurlita. Richard tak khawatir pemain asuhannya kagok lantaran dipisah dari pasangannya saat latihan.
“Menjelang berangkat ke turnamen, mereka akan kembali bermain dengan pasangannya. Jadi tak masalah,” sebut Richard.
Hal yang berbeda dilakukan pelatih nomor tunggal, Davis Efraim (putra) dan Marlev Mainaky (putri). Pemain di dua nomor ini hampir tak pernah berlatih tanding dengan pemain luar pelatnas.
Jika sedang berlatih gim, mereka lebih sering berhadapan dengan rekan sendiri. Kadang dengan format satu lawan dua. Marlev bahkan tak jarang bermain melawan pemain asuhannya.
Ajang paling dekat yang dihadapi para pemain pelatnas utama adalah Super Series Jepang, 22-27 September. (Erwin Fitriansyah)







