Saatnya Akhiri Paceklik Super Series : Tim Pelatnas Yakin Raih Gelar di Jepang
Posted by valsus on September 18, 2009
JAKARTA – Tahun ini, Indonesia sudah cukup lama puasa gelar di arena bulu tangkis internasional. Hanya ada satu gelar bergengsi yang mampu diraih. Yakni, gelar ganda campuran Malaysia Super Series 2009 pada awal tahun.
Setelah menunggu berbulan-bulan, ambisi pebulu tangkis pelatnas untuk merebut gelar begitu membara. Mereka membidik Jepang Super Series pada 22-27 September mendatang sebagai ajang untuk mengakhiri paceklik itu.
Yang berjanji memberikan gelar tersebut, antara lain, Sony Dwi Kuncoro, ganda pria Markis Kido/Hendra Setiawan, tunggal wanita Maria Kristin, serta gada campuran Nova Widianto/Liliyana Natsir.
Mereka memandang, saat ini merupakan waktu yang tepat untuk mengakhiri puasa gelar. ”Persiapan kami jauh lebih matang. Kondisi kami juga sangat segar. Jadi, ini merupakan waktu yang bagus untuk kembali mengukir perstasi,” kata Nova kemarin.
Pernyataan senada datang dari Kido. ”Kami sudah lama istirahat. Kesempatan di Jepang nanti tentu menjadi arena pembuktikan bahwa kami masih bisa berprestasi,” tegas ganda pria nomor satu dunia tersebut.
Ya, Jepang Super Series 2009 merupakan tempat yang tepat untuk mengakhiri paceklik. Sebab, persiapan pebulu tangkis pelatnas lebih mantap. Sekitar sebulan mereka berkonsentrasi membenahi diri.
Sejak pulang dari Kejuaraan Dunia 2009 pertengahan Agustus lalu, pebulu tangkis pelatnas ditempa dalam latihan tanpa kompetisi. Mereka absen di Tiongkok Master Super Series yang saat ini berlangsung. Even tersebut hanya berselang dua hari dari Jepang Super Series. Dengan kondisi seperti itu, para pemain Indonesia akan lebih bugar.
”Bisa dibilang itu adalah keuntungan. Tapi, yang membuat kami lebih percaya diri adalah persiapan kami yang lebih matang. Secara pribadi, saya juga merasa sedang dengan tidak ditempatkan pada unggulan pertama,” papar Nova yang bersama Liliyana berada di unggulan ketiga Jepang Super Series.
Maria Kristin pun tak kalah semangat untuk menjadi yang terdepan di Jepang Super Series. Dia sangat termotivasi untuk mengakhiri kemandekan prestasi di sektor tunggal wanita. Sektor tersebut selalu menjadi titik terlemah Indonesia. ”Absen di satu even membuat saya lebih enak menatap Jepang Super Series. Tentu dengan kondisi ini, saya bisa meraih gelar juara,” ujarnya.
PB PBSI pun tidak tinggal diam. Mereka berusaha semakin menebalkan motivasi para pemain. Hal itulah yang tercermin dalam acara pelepasan tim kemarin. ”Semua akan percuma kalau kalian pulang tanpa prestasi. Jadi, inilah saatnya kalian menunjukkan bahwa bulu tangkis Indonesia masih sangat pantas disegani,” tegas I Gusti Made Oka, wakil ketua II PBSI, di hadapan para pebulu tangkis pelatnas kemarin. (fim/ang)







