Li Ning China Masters Super Series 2009 : Tekuk Boonsak, Lin Dan Lengkapi Pesta Kesuksesan China
Posted by valsus on September 21, 2009
CHANGZHOU, KOMPAS.com — Lin Dan melengkapi pesta kesuksesan China di turnamen bulu tangkis China Masters Super Series. Unggulan keempat tersebut mengalahkan unggulan ketujuh asal Thailand, Boonsak Ponsana, dengan straight set 21-17 21-17 untuk menjadi juara nomor tunggal putra.
Dengan hasil tersebut, China menyapu bersih kejuaraan yang berlangsung di negerinya tersebut yang berakhir Minggu (20/9). Pasalnya, selain nomor tunggal putra itu, terjadi all-Chinese final.
Seperti yang diperkirakan, Lin Dan memang masih terlalu tangguh bagi Boonsak. Meskipun sudah berjuang ekstra keras mengimbangi permainan lawan, Boonsak yang di semifinal menyingkirkan unggulan kedua dari China, Chen Jin, gagal membendung kehebatan peraih medali emas Olimpiade Beijing 2008 tersebut karena praktis sepanjang dua set perolehan poin Lin Dan tak pernah terkejar.
Boonsak hanya mampu memberikan perlawanan gigih dan ketat di set pertama. Meskipun tak pernah memimpin, tetapi tunggal utama Thailand itu bisa menyamakan poin Lin Dan pada kedudukan 1-1, 2-2, 3-3, 7-7 dan 14-14. Sedangkan di set kedua, selepas skor 2-2 Lin Dan yang di semifinal menyingkirkan pemain nomor satu dunia asal Malaysia, Lee Chong Wei, tak terkejar lagi sampai meraih kemenangan (yang ketiga di China Masters Super Series).
Lahir bintang baru di tunggal putri
Di empat partai lain memang China telah memastikan diri meraih semua gelar. Namun, ada kejutan besar di nomor tunggal putri, ketika pemain non-unggulan Wang Shixian mengalahkan unggulan kedua Wang Lin dalam pertarungan rubber set yang berkesudahan 21-14 14-21 21-14.
Wang Shixian menunjukkan perlawanan yang sangat gigih sehingga Wang Lin tampak frustrasi karena setiap bola pemberiannya (baik smes maupun drop shot) hampir selalu dikembalikan. Malah sebaliknya, Wang Shixian menunjukkan aksi memukau karena berhasil melakukan pukulan-pukulan yang menyulitkan Wang Lin.
Alhasil, Wang Shixian pun meraih gelar juara dan pemain berusia 19 tahun tersebut menjadi bintang baru China. Ini membuktikan bahwa regenerasi pemain di “Negeri Tirai Bambu” tersebut tak pernah putus dan mereka bakal terus mendominasi olahraga tepok bulu ini.
Di sektor ganda putra, pasangan unggulan ketujuh Guo Zhendong/Xu Chen tak perlu memeras keringat untuk menjadi juara. Pasalnya, pasangan Cai Yun/Fu Haifeng, yang merupakan unggulan utama, mengundurkan diri sebelum pertandingan. Fu Haifeng cedera sehingga pasangan peraih medali perak Olimpiade Beijing ini terpaksa menyerahkan gelar juara kepada Guo Zhendong/Xu Chen.
Nomor ganda campuran pun demikian. Unggulan ketiga, Xie Zhongbo/Zhang Yawen, tak perlu berjuang sampai akhir pertandingan karena lawan mereka yang non-unggulan, Tao Jiaming/Wang Xiaoli, mundur di set ketiga meskipun sedamg memimpin set ketiga dengan skor 8-4.
Di set pertama Xie Zhongbo/Zhang Yawen menang 21-13, tetapi di set kedua giliran Tao Jiaming/Wang Xiaoli yang meraih kemenangan dengan skor 21-19.
Sedangkan di nomor ganda putri, pasangan unggulan ketiga Du Jing/Yu Yan menang straight set 21-15 21-15 atas unggulan utama Cheng Shu/Zhao Yunlei.
- Hasil final
Ganda putri
(3) Du Jing/Yu Yang (China) vs (1) Cheng Shu/Zhao Yunlei (China): 21-15 21-15
Ganda putra
(7) Guo Zhendong/Xu Chen (China) vs (2) Cai Yun/Fu Haifeng (China): Walkover (WO)
Tunggal putri
Wang Shixian (China) vs (2) Wang Lin (China): 21-14 14-21 21-14
Ganda campuran
(3) Xie Zhongbo/Zhang Yawen (China) vs Tao Jiaming/Wang Xiaoli (China): 21-13 19-21 4-8 (Retired)
Tunggal putra
(4) Lin Dan (China) vs (7) Boonsak Ponsana (Thailand): 21-17 21-17







