SEJAHTERA BADMINTON CLUB

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

Archive for October, 2009

Perancis Terbuka Super Series 2009 : Tontonan Menarik Taufik dan Gade

Posted by valsus on October 31, 2009

JAKARTA, Kompas.com – Pebulutangkis non-Pelatnas Taufik Hidayat akan menghadapi rival sekaligus temannya, Peter Gade di babak semifinal turnamen bulu tangkis Perancis Terbuka Super Series, Sabtu (31/10) ini.

Taufik Hidayat  maju ke semifinal setelah berhasil menyingkirkan pemain China Chen Long 22-20, 21-15 dalam 50 menit. Sementara  Peter Gade yang menjadi unggulan kedua  menang atas Bao Chunlai dari China  dalam rubber game 21-15, 14-21, 21-13.

“Chen Long selalu menjadi pemain yang bagus dan sulit dilawan bagi saya, syukurlah pertandingannya berpihak pada saya,” kata Taufik melalui laman pribadinya. “Saya akan melawan teman saya Peter besok. Seperti kerap saya ucapkan, apapun hasilnya, mudah-mudahan kami bisa menampilkan pertandingan yang menghibur bagi penonton besok,” tambahnya.

Di semifinal lainnya, dua pemain China, unggulan pertama Lin Dan dan unggulan ketiga Chen Jin akan saling membunuh.

Sementara itu, pasangan Bona Septano/Mohammad Ahsan gagal melangkah ke babak berikutnya setelah langkah mereka dihentikan unggulan ketiga asal Denmark Mathias Boe/Carsten Mogensen yang mengalahkan mereka 18-21, 21-12, 15-21.

Sebelumnya, tiga ganda yakni pasangan Markis Kido/Hendra Setiawan, Nova Widianto/Liliyana Natsir serta Hendra Aprida Gunawan/Vita Marissa sudah lolos ke semifinal lebih dulu. (Ant)

Pertandingan semifinal turnamen berhadiah 200 ribu dolar itu akan digelar Sabtu mulai pukul dua siang waktu setempat (sekitar pukul 20.00 WIB).

Berikut ini adalah jadwa semifinal :

France Seme

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Taufik Beri Harapan Raih Gelar di Perancis

Posted by valsus on October 31, 2009

TaufikPARIS, Kompas.com – Taufik Hidayat memberikan harapan bagi Indonesia untuk membawa pulang gelar tunggal putra dari Perancis. Unggulan keempat ini maju ke babak empat besar Perancis Terbuka Super Series setelah menang straight set 22-20, 21-15 atas pemain muda China, Chen Long, di Stadium Pierre de Coubertin, Jumat (30/10).

Di semifinal, Sabtu (31/10), Taufik menunggu pemenang antara unggulan kedua dari Denmark Peter Hoeg Gade dan pemain China, Bao Chunlai. Siapapun lawannya, dipastikan unggulan keempat ini harus berjuang ekstra keras, termasuk jika menghadapi Bao Chunlai yang bulan lalu mengalahkannya di final Jepang Terbuka Super Series.

Taufik menjadi satu-satunya pemain Indonesia yang tersisa di nomor tunggal putra. Pasalnya, dua pemain lainnya, Sony Dwi Kuncoro dan Simon Santoso, sudah tersingkir di babak kedua.

Duel berdurasi 50 menit ini hanya berlangsung ketat di set pertama. Taufik sempat unggul 4-1, kemudian 7-4. Tetapi Chen Long mampu mengejar dan menyamakannya menjadi 8-8, dan mulailah terjadi pertarungan alot karena mereka selalu hanya terpaut satu poin dan saling mendahului.

Taufik sempat dalam kondisi kritis karena tertinggal 19-20. Tetapi mantan pemain Pelatnas ini bisa bangkit dan meraih tiga poin secara beruntun untuk menyudahi set pertama dengan 22-20.

Di set kedua, Taufik tak terbendung lagi. Peraih medali emas Olimpiade Athena ini langsung melejit usai tertinggal 1-2 dengan raihan empat poin secara berturut-turut, dan terus melaju sampai unggul 18-11. Di sini, Chen Long sempat menahan laju Taufik untuk memangkas ketinggalannya menjadi 15-18. Tetapi setelah itu, Taufik merebut tiga poin terakhir untuk menang 21-15.

Sementara itu di partai semifinal lainnya terjadi pertarungan antara sesama pemain China. Unggulan pertama Lin Dan, yang menang 21-19, 21-16 atas unggulan keenam Joachim Persson (Denmark), akan menghadapi unggulan ketiga, Chen Jin, yang menang 19-21, 21-14, 21-15 atas Hu Yun (Hongkong).

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Perancis Terbuka Super Series 2009 : Dua Langkah Lagi, Kido/Hendra Pertahankan Gelar

Posted by valsus on October 31, 2009

PARIS, Kompas.com – Markis Kido/Hendra Setiawan semakin dekat dengan impiannya untuk mempertahankan gelar juara Perancis Terbuka Super Series. Ganda putra nomor satu dunia ini maju ke semifinal usai menyingkirkan pasangan Malaysia, Mohd Zakry Abdul Latif/Mohd Tazari Mohd Fairuzizuan, dengan straight set 21-11, 21-17, di Stadium Pierre de Coubertin, Jumat (30/10).

Di semifinal, Sabtu (31/10), Kido/Hendra yang merupakan unggulan pertama ini akan bertemu pemenang antara duel sesama pemain China, Sun Junjie/Tao Jiaming vs unggulan kedelapan Guo Zhendong/Xu Chen.

Pasangan peraih medali emas Olimpiade Beijing 2008 ini memang masih terlalu tangguh bagi lawannya. Di set pertama, mereka dengan mudah melaju setelah sempat ditempel ketat hingga skor 8-6. Karena selepas itu, mereka mendulang sembilan poin hingga akhirnya menang 21-11.

Pada set kedua, ganda Malaysia hannya memberikan perlawanan ketat sampai skor 10-10. Karena setelah itu, lagi-lagi Kido/Hendra menyabet tujuh poin dengan cukup mudah, hingga mengakhirinya dengan kemenangan 21-17 dan memastikan diri maju ke semifinal.

Kesuksesan Kido/Hendra ini melengkapi keberhasilan dua ganda campuran, Nova Widianto/Liliyana Natsir dan Hendra AG/Vita Marissa, yang juga ke semifinal. Hanya tunggal putri Adriyanti Firdasari, yang tersingkir.

Di sisi lain, Kido/Hendra berpeluang menambah gelar setelah bulan lalu menjadi juara di Jepang Terbuka Super Series.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Perancis Terbuka Super Series 2009 : Sempat Kritis, Nova/Liliyana ke Semifinal

Posted by valsus on October 31, 2009

PARIS, Kompas.com – Dua ganda campuran Indonesia maju ke semifinal turnamen bulu tangkis Perancis Terbuka Super Series. Unggulan kedua Nova Widianto/Liliyana Natsir mengakhiri pertarungan yang penuh dramatis atas pasangan India, sedangkan unggulan ketujuh Hendra Aprida Gunawan/Vita Marissa, menang mudah atas pasangan gado-gado Jerman/Rusia.

Hendra AG/Vita lebih dulu memastikan diri maju ke babak empat besar. Dalam duel di Stadium Pierre de Coubertin, Jumat (30/10), mantan pasangan Pelatnas Cipayung ini hanya perlu waktu 27 menit untuk menang 21-18, 21-9 atas Kristof Hopp (Jerman)/Anastasia Russkikh (Rusia).

Di set pertama, meskipun perbedaan poinnya tidak terlalu jauh, tetapi Hendra AG/Vita selalu memimpin. Hopp/Russkikh hanya bisa mengejar dan menyamakannya saat kedudukan 9-9 dan 13-13, sebelum Hendra AG/Vita mengakhirinya dengan kemenangan 21-18.

Pada set kedua, Hendra AG/Vita mendominasi permainan. Mereka mengawalinya dengan keunggulan 6-0, dan terus melebarkan jarak sampai akhirnya menang 21-9 dan memastikan diri maju ke semifinal.

Nova/Liliyana sempat kritis

Tak seperti Hendra AG/Vita, Nova/Liliyana sempat kritis karena nyaris tersingkir. Pasangan nomor satu Indonesia tersebut harus bertarung selama 42 menit untuk menaklukkan pasangan India yang merupakan unggulan keenam, Diju Valiyaveetil/Jwala Gutta, dengan 6-21, 22-20, 21-10.

Nova/Liliyana mengawali pertarungan ini dengan sangat buruk. Kesempatan tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh pasangan India yang sedang naik daun itu, sehingga mereka langsung membukanya dengan keunggulan 9-0. Nova/Liliyana berusaha bangkit, tetapi jarak yang sudah terlalu jauh membuat Nova/Liliyana “merelakan” set pertama ini untuk kemenangan Diju/Jwala dengan skor mencolok, 21-6.

Di set kedua, pasangan India berusaha tampil agresif untuk memastikan diri maju ke semifinal. Perjuangan mereka menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan, karena sempat memimpin 6-2.

Namun, dengan pengalaman dan mental bertandingan yang lebih bagus, Nova/Liliyana secara perlahan bangkit dan mengejar hingga bisa unggul 7-6. Setelah itu, pertarungan berlangsung alot dan ketat karena terjadi kejar-mengejar poin hingga deuce yang dimenangkan Nova/Liliyana dengan 22-20.

Pada set penentuan, Nova/Liliyana memegang kendali permainan sehingga peraih medali perak Olimpiade Beijing ini dengan cukup mudah mendulang poin. Mereka langsung unggul 5-0, dan terus menjauh hingga 18-7. Diju/Jwala sempat menambah tiga poin, sebelum Nova/Liliyana mengakhiri perjuangan mereka dengan kemenangan 21-10.

Di semifinal, Sabtu (31/10), Hendra AG/Vita menghadapi lawan yang tangguh, karena bertemu pasangan China Tao Jiaming/Zhang Yawen/ Unggulan kedelapan ini lolos setelah menang 21-12, 21-17 atas pasangan Malaysia Koo Kien Keat/Wong Pei Tty.

Tak jauh berbeda, Nova/Liliyana juga dipastikan menghadapi lawan yang sangat berat. Unggulan kedua ini akan bertemu He Hanbin/Yu Yang. Unggulan kelima asal China tersebut ke semifinal setelah menaklukkan unggulan keempat dari Denmark, Joachim Fischer Nielsen/Christina Pedersen, dengan 21-17, 22-20.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Perancis Terbuka Super Series 2009 : Firdasari Gagal Lagi

Posted by valsus on October 31, 2009

PARIS, Kompas.com – Adriyanti Firdasari gagal melanjutkan kejutan di turnamen bulu tangkis Perancis Terbuka Super Series. Setelah mendepak unggulan keempat dari Denmark Tine Rasmussen, Firdasari malah tersungkur di perempat final.

Dalam duel di Stadium Pierre de Coubertin, Jumat (30/10), Firdasari yang merupakan satu-satunya tunggal putri Indonesia di kejuaraan ini kalah 21-18, 19-21, 15-21 dari pemain Belanda, Yao Jie. Dengan demikian, sektor tunggal putri Indonesia harus tanpa gelar lagi di ajang Super Series sepanjang tahun 2009 ini.

Firdasari mengawali perjuangannya selama 53 menit ini dengan sangat bagus. Di set pertama dia langsung unggul 3-0, dan terus memimpin jalannya pertandingan sampai menang 21-18.

Di set kedua, Yao Jie yang merupakan pemain imigrasi dari China ini, mampu bangkit dan hampir selalu memimpin perolehan poin. Meskipun demikian, Firdasari mampu mengimbangi dan sempat unggul 7-6. Tetapi setelah itu, dia tertinggal lagi sampai akhirnya kalah 19-21.

Pada game penentuan, Firdasari sempat menguak harapan untuk meraih tiket ke semifinal karena dia terus memimpin perolehan poin hingga 8-6. Sayang, Firdasari tidak mampu tampil konsisten, sehingga lawan bisa membalikkan keadaan setelah meraup empat poin berturut-turut untuk unggul 10-8.

Dari sinilah kekalahan Firdasari mulai nampak. Meskipun sudah mengeluarkan semua kekuatannya, Firdasari gagal mengejar Yao Jie yang akhirnya menang 21-15 dan berhak ke semifinal untuk bertemu dengan pemenang antara unggulan pertama dari China Wang Lin melawan unggulan kedelapan dari India, Saina Nehwal.

Sedangkan bagi Firdasari, kegagalan ini merupakan ulangan di Denmark Terbuka Super Series pekan lalu. Waktu itu, Firdasari juga tersingkir di perempat final karena dikalahkan Rasmussen.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Perancis Terbuka Super Series 2009 : Hendra AG/Vita Lolos ke Semifinal

Posted by valsus on October 31, 2009

PARIS, Kompas.com – Ganda campuran Indonesia, Hendra Aprida Gunawan/Vita Marissa tidak menemui kesulitan berarti untuk lolos ke babak semifinal turnamen bulu tangkis Perancis Terbuka Super Series, Jumat.

Hendra AG/Vita yang sama-sama telah menjadi alumni pelatnas Cipaytung ini menyingkirkan ganda gado-gado Kristof Hopp dari Jerman dan pemain Rusia, Anastasia Russkikh. Hendra/Vita menang dua game 21-18 21-9 hanya dalam 27 menit.

Di babak kedua, Kamis (29/10), Hendra/Vita menyingkirkan ganda campuran pelatnas Cipayung Fran Kurniawan/Pia Zebadiah Bernadet juga dalam dua game 21-12 21-18 dalam 29 menit.

Di babak semifinal Hendra/Vita akan menghadapi unggulan delapan asal China Tao Jiaming/Zhang Yawen. Pasangan Tao/Zhang di babak perempatfinal mengalahkan pasangan Malaysia, Koo Kien Keat/Wong Pei Tty 21-12 21-17

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Kejuaraan Dunia Junior Indonesia Loloskan Empat Ganda ke Semifinal

Posted by valsus on October 31, 2009

JAKARTA, Kompas.com – Indonesia menyisakan empat ganda di Kejuaraan Dunia Junior yang digelar di Alor Star, Kedah, Malaysia. Mereka lolos ke babak semifinal.

Dalam pertandingan perempat final, Jumat (30/10) malam, ganda campuran Angga Pratama/Della Destiara lebih dulu mencapai semifinal. Mereka menyisihkan unggulan 9/16 Nitiphon Phuangphuapet 21-17, 21-13.

Selanjutnya, Angga/Della akan memperebutkan tiket ke final melawan pasangan unggulan pertama dari China, Lu Kai/Bao Yixin.

Angga juga membukukan tempat di babak empat besar ganda putra. Berpasangan dengan Rendy Sugiarto, unggulan teratas ini menang atas unggulan 5/8 dari Jepang, Shohei Hoshino/Akira Kobayashi, dengan 21-15, 21-14.

Ganda putri Suci Rizki Andini/Tiara Rosalia Nuraidah yang sempat tertinggal 10-15 hingga 12-16 pada game pertama, berhasil mengejar dan menumbangkan unggulan kedua asal China, Bao Yixin/Luo Yu, dengan straight set 21-18, 21-19.

Suci/Tiara akan melawan unggulan 3/4 Poon Lok Yan/Tse Ying Suet dari Hongkong, untuk meraih satu tempat di babak perebutan gelar.

Pasangan terakhir yang meraih tempat di semifinal adalah unggulan 5/8 Berry Angriawan/Muhammad Ulinnuha, yang menyingkirkan unggulan kedua asal China Liu Peixuan/Lu Kai dalam pertarungan tiga game 21-17, 15-21, 21-13.

Angga/Rendy dan Berry/Ulinnuha bisa menciptakan final antar-pasangan Indonesia jika mampu mengalahkan lawan-lawan mereka di semifinal.

Angga/Rendy akan bertemu unggulan 3/4 asal Malaysia Chooi Kah Ming/Ow Yao Han yang menang 21-17, 22-20 atas Chang Kai Liang/Lin Yu Te. Sementara itu Berry/Ulinnuha berjumpa unggulan 3/4 asal Thailand, Tin D Caballes/Nitiphon Phuangpuapet.

“(Dari semuanya) yang paling berpeluang maju ke final ada di ganda putra. Saya rasa kalau besok dua pasangan bisa main maksimal, dua-duanya bisa menang,” ujar pelatih ganda Pelatnas Pratama Namrih Suroto.

“Sebenarnya ganda putri juga besar peluangnya, yang agak berat di ganda campuran,” tambahnya.

Adapun langkah dua tunggal putri yang lolos ke perempat final, Siti Anida Lestari Qoryatin dan Anna Rovita, semuanya terhenti. Siti Anida dikalahkan unggulan teratas dari China Chen Xiaojia 8-21, 12-21, sedang Anna tumbang di tangan pemain Thailand Ratchanok Intanon 9-21, 11-21.

Sementara itu, pemain tunggal putra semuanya sudah tersingkir sebelum mencapai perempat final.

Mengenai hasil yang diraih pemain tunggal, pelatih Pelatnas Pratama Rony Agustinus mengatakan, masalah mental menjadi problem utama. Pasalnya, secara teknik mereka tidak ketinggalan dari pemain lain.

“Kita perlu mental tanding yang kuat, karena fisik dan teknik tidak terlalu ketinggalan dari pemain lain,” kata Rony.

Menurutnya, mental para pemain masih kalah terutama dalam menahan rasa lelah. “Tetapi anak-anak sudah berusaha maksimal,” tambahnya.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Perancis Terbuka Super Series 2009 : Ganda Campuran Berpeluang ke Semifinal

Posted by valsus on October 31, 2009

PARIS, Kompas.com – Ganda campuran Indonesia, Hendra AG/Vita Marissa serta Nova Widianto/Liliyana Natsir berpeluang lolos ke babak perempatfinal turnamen Perancis Terbuka Super Series, Jumat ini.

Di babak perempatfinal, Jumat (30/10), Hendra AG/Vita Marissa akan menghadapi pasangan gado-gado Kristof Hopp dari Jerman yang berpasangan dengan pemain Rusia Anastasia Russkikh. Baik Russkikh mau pun Vita Marissa pernah berpasangan dengan pemain Indonesia, Flandy Limpele.

Sementara ganda campuran utama Indonesia, Nova Widianto/Lilyana Natsir akan ditantang ganda India yang tengah menanjak, Diju Valiyaveetil/Jwala Gutta. Dalam turnamen yang berlangsung di Stadium Pierre de Coubertin ini, Nova/Butet diunggulkan di tempat kedua, sementara pasangan India menjadi unggulan keenam.

Di nomor tunggal, dua pemain Indonesia, Adriyanti Firdasari dan Taufik Hidayat akan menghadapi lawan cukup tangguh meski non unggulan. Firda yang menyingkirkan unggulan 4 Tine Rasmussen di babak kedua, Kamis (29/10) akan menghadapi imigran China di Belanda, Yao Jie. Sementara Taufik yang diunggulkan di tempat empat ditantang naga muda China, Chen Long.

Jadwal lengkap pemain Indonesia:

Kristof Hopp [GER]/Anastasia Russkikh [RUS]-Hendra AG/Vita Marissa [INA/7]

Diju Valiyaveetil/Jwala Gutta [IND/6]-Nova Widianto/Liliyana Natsir [INA/2]

Adriyanti Firdasari [INA]-Yao Jie [NED]

Markis Kido/Hendra Setiawan [INA/1]-Mohd Zakry Abdul Latif/Mohd Fairuzizuan M Tazari [MAS/5]

Chen Long [CHN]-Taufik Hidayat [INA/4]

Mohammad Ahsan/Bona Septano [INA]-Mathias Boe/Carsten Mogensen [DEN/3]

Lena Frier-Kristiansen/Kamilla Rytter-Juhl [DEN/4]-Nitty Krishinda Maheswari/Greysia Polii [INA/8]

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Wawancara dengan Pelatih PB Djarum : Sigit Budiarto

Posted by valsus on October 30, 2009

SigitMantan pemain ganda putra Indonesia, Sigit Budiarto memiliki segudang prestasi internasional. Saat ini dia melatih di klub PB Djarum, tempat dimana pada saat ia meniti karir menjadi pemain Bulutangkis. Berbincang ringan di sela- sela istirahat melatih anak didiknya (23/10/2009), ia bercerita singkat tentang dirinya dari kecil hingga kini, dan tanggapannya tentang situasi perbulutangkisan saat ini.

PB Djarum : Bagaimana awal bermain bulutangkis ?

Sigit : Kebetulan Ayah memiliki klub bulutangkis kecil di daerah Prambanan Jogjakarta dan saya sering diajak untuk mendampingi beliau. Kemudian saya sedikit demi sedikit diajari dan akhirnya saya menjadi senang bermain bulutangkis.

PB Djarum : Lalu bagaimana kisah bergabung di PB Djarum ?

Sigit : Saya masuk di salah satu klub yang punya nama di Jogjakarta, setelah sekian waktu saya mencoba untuk melakukan tes ke PB Djarum, dengan metode seleksi yang ketat, saya akhirnya bisa di terima. Dari sana-lah saya merasa untuk serius menekuni menjadi pemain bulutangkis. Kemudian setelah saya mencoba untuk bermain tunggal dan ganda putra, pelatih melihat saya memiliki kemampuan di nomor ganda putra. Pasangan saya di klub ada beberapa, dan yang paling akhir adalah Ade Lukas.

PB Djarum : Kapan bergabung di pelatnas ?

Sigit : Masuk ke pelatnas tahun 1995, berpasangan dengan beberapa pemain disana. Saya dicocokan oleh pelatih untuk berpasangan dengan Candra Wijaya sekitar tahun 1996 akhir.

PB Djarum : Gelar juara yang paling membanggakan dan peringkat terbaik pada saat menjadi pemain ?

Sigit : Peringkat terbaik adalah peringkat 1 dunia pada tahun 1997 berpasangan dengan Candra Wijaya. Untuk gelar juara yang membanggakan adalah kejuaraaan dunia tahun 1997 di Skotlandia.

PB Djarum : Musuh bebuyutan pada saat menjadi pemain siapa saja ?

Sigit : (Sambil tertawa) Di dalam negeri ada Ricky Subagja/ Rexy Mainaky senior saya, lalu Antonius/ Denny Kantono. Untuk dari luar negeri ada Cheah Soon Kit/ Yap Kim Hock dari Malaysia, Lee Dong Soo/ Yoo Yong Sung dari Korea.

PB Djarum : Keinginan apa yang pada saat itu tidak sempat terwujudkan ?

Sigit : Yang jelas gelar juara Olimpiade saya tidak sempat mewujudkannya.

PB Djarum : Kapan pensiun ?

Sigit : Tahun 2006 pensiun dari pelatnas, lalu kembali masuk klub PB Djarum selama 1 tahun berpasangan dengan Fran Kurniawan, setelah itu saya pensiun dari atlet dan menjadi pelatih di PB Djarum

PB Djarum : Bagaimana jalannya dari pensiun lalu menjadi pelatih, dan apa perbedaanya pada saat menjadi atlet ?

Sigit : Awalnya saya mencoba berwiraswasta, pada saat saya menjelang pensiun waktu itu, namun sepertinya tidak bisa menjadi jodohnya saya. Mungkin karena dunia saya adalah bulutangkis. Saya mencoba melamar sebagai pelatih ke PB Djarum, dan saya dapat diterima. Perbedaannya pada saat menjadi pemain dan pelatih adalah, kalau menjadi pemain, saya mengurusi diri sendiri untuk mencapai target yang saya inginkan dengan dibantu pelatih, menjadi pelatih saya harus memantau perkembangan, melatih dan mengurusi segala tanggung jawab yang berkaitan terhadap prestasi atlet- atlet yang saya didik. Kemauan pelatih dan atlet harus sama dalam mencapai target. Saat ini saya mengurusi kelompok taruna.

PB Djarum : Punya cita- cita apa menjadi pelatih ?

Sigit : Ingin anak – anak didik saya ingin juara nasional dan tentunya juga ingin kelak anak didik saya memiliki prestasi internasional.

PB Djarum : Menjelang pensiun waktu dulu, adakah tawaran untuk menjadi pelatih negara lain ?

Sigit : (Sambil tersenyum) pada saat itu salah satunya adalah negara Rusia, pemerintahnya menawarkan untuk menangani tim nasional Rusia. Namun, saya memang masih ingin melatih di Indonesia, sehingga tawaran tersebut bukan jodohnya saya.

PB Djarum : Bagaimana prestasi Indonesia saat ini ?

Sigit : Prestasi yang dicapai cenderung belum stabil, kecuali di ganda putra dan ganda campuran kita masih memiliki pemain handal. Untuk tunggal putra dan putri, ganda campuran belum terlihat. Ganda putra stok pemain Indonesia yang ada di pelatnas cukup mumpuni. Selain Markis Kido/ Hendra, ada dukungan dari pelapis seperti Rian Sukmawan/ Yonathan, Bona/ Ahsan.

PB Djarum : Ada yang salah kah dengan kepelatihan di Indonesia ?

Sigit : Dibilang salah itu tidak benar ya, karena semua unsur di perbulutangkisn Indonesia ingin atlet- atlet terus meraih juara, namun kita harus bisa melihat, memperhatikan atau belajar bagaimana pola kepelatihan yang dilakukan negara lain seperti China, Korea, dan juga Malaysia yang semakin maju untuk gandanya. Kita tidak terlalu ketinggalan, mungkin banyak faktor yang menyebabkan hal tersebut, apakah itu bahan bakunya yang kurang, kalau dulu di Indonesia banyak sekali.

PB Djarum : Bagaimana untuk menjawab permasalahan tersebut ?

Sigit : Pemerintah harus memberikan support yang nyata dengan mengucurkan fasilitas, seperti China, Korea, Malaysia. Disana di beberapa daerah diberikan fasilitas seperti pelatnas utama, sehingga mereka tidak akan pernah kekurangan stok. Mantan- mantan pemain yang banyak stoknya bisa menjadi pelatih dan melakoninya di daerah- daerah, dan tidak selalu terpusat.

PB Djarum : Tanggapan mengenai banyaknya pelatih- pelatih Indonesia yang berkarir di luar negeri ?

Sigit : Mereka tidak bisa disalahkan, karena mereka butuh penghidupan yang layak, apalagi bagi mereka yang berkeluarga. Mengingat banyaknya stok- stok pelatih (mantan- mantan pemain) yang ada sedangkan tempatnya terbatas, mereka melatih ke luar negeri. Satu hal yang pasti, di hati kecil mereka saya sangat yakin mereka yang melatih di negeri lain sangat mencintai Indonesia. Karena mereka pernah membela merah putih di setiap turnamen internasional.

PB Djarum : Terimakasih Sigit, atas waktunya.

Sigit : Sama- sama dan sukses selalu

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis, Tokoh | Leave a Comment »

JAYAWIJAYA RAIH PIALA BUPATI BIAK

Posted by valsus on October 30, 2009

Biak, 29/10 (Antara/FINROLL News) – Tim bulu tangkis Kabupaten Jayawijaya meraih juara pertama perebutan Piala Bupati 2009 Kabupaten Biak Numfor setelah mengalahkan PB Artha Makmur Permai (AMP) Biak dengan skor 3 – 0.

Ketua Panitia yang juga Asisten III Sekda Biak, Yunius Luchas Rumere, mengatakan di Biak, Kamis, PB Jayawijaya diperkuat pemain dunia dari Vietnam Mu Yen Thien serta sejumlah pemain nasional Indonesia berhasil merebut piala Bupati dan hadiah uang sebesar Rp 40 juta serta juara dua PB Artha Makmur Permai meraih hadiah uang Rp 20 juta.

Pada pertandingan final yang berlangung awal minggu ini, juara tiga beregu Piala Bupati Biak disabet klub PB Wapoga Biak yang diperkuat tiga pemain Bulutangkis Malaysia diantaranya Than Hung Seang dan Kho Cung Cheat dan Hong Ching Hun dan mendapat uang pembinaan Rp 10 juta.

“Setelah selesai mengikuti Piala Bupati 2009 di Biak para atlet nasional seperi Fauzi Adnan, Wempi Mahardi, Jeffer Resobin, Flady Limpele, Chandra Wijaya Luluk Hadiyanto dan Yoga P kembali ke Jakarta untuk persiapan kejuaraan Jepang terbuka,” kata Luchas Rumere.

Ia mengakui, kehadiran pemain bulutangkis nasional dan dunia pada event Piala Bupati Biak 2009 diharapkan menjadi motivasi dan pengalaman bertanding bagi atlet lokal.

“Keikutsertaan para pemain dunia dan atlet nasional dapat menggairahkan perkembangan bulu tangkis serta memberikan tontonan menarik bagi masyarakat pengemar olahraga bulutangkis,” ungkap Luchas Rumere.

Hadiah uang Rp 40 juta dan Piala Bupati Biak kepada juara satu PB Jayawijaya diserahkan Ketua DPRD Nehemia Wospakrik sementara juara dua PB AMP Biak diberikan Wakil Bupati Jayawijaya Jhon Banua serta juara tiga PB Wapoga Biak diserahkan Ketua Panitia Luchas Rumere.

Pertandingan Piala Bupati 2009 akan dilanjutkan dengan partai tunggal dan ganda putra akan berlangsung hingga 30 Oktober 2009.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,801 other followers