BEDAH BUKU ‘BULU TANGKIS 2′: Pelatih Harus Pilih Program Terbaik
Posted by valsus on October 3, 2009
BANDAR LAMPUNG (Lampost): Pelatih tidak hanya harus pandai teknik, tetapi juga mampu memilih program latihan terbaik bagi atlet. Khususnya latihan fisik yang harus disesuaikan dengan kemampuan diri.
Hal itu dikatakan Marta Dinata dalam bedah buku dengan tajuk Bulu Tangkis 2, Kamis (1-10). Marta mengatakan adanya program latihan bagi atlet sangat penting. Khususnya pada cabang bulu tangkis.
Pebulu tangkis dituntut memiliki fisik prima. Sebab fleksibilitas, kualitas kekuatan, dan daya tahan serta koordinasi gerak yang baik mutlak ada untuk menopang pencapaian prestasi gemilang.
Untuk itu, kata Marta, peran pelatih yang benar-benar menguasai bulu tangkis sangat dibutuhkan. Pelatih harus mampu menguasai teknik dengan benar serta menerapkannya dalam program latihan yang sesuai dengan atlet. Dia menguraikan dalam bulu tangkis setidaknya terdapat empat jenis latihan fisik.
Pertama latihan fartlek, yakni latihan untuk meningkatkan daya tahan (endurance) dan daya tahan kekuatan (strength endurance). Lalu latihan interval, yakni latihan selang istirahat (lari cepat diselingi dengan joging atau jalan cepat).
Marta mengatakan Liem Swie King menggunakan jenis latihan ini. “Saat kuliah dulu, saya pernah melihat Liem berlatih. Dia menggunakan jenis latihan interval dengan lari 100 m kemudian 100 m berikutnya dilakukan dengan joging.”
Kemudian jenis ketiga ialah latihan repetition running. Latihan lari dengan ulangan ini untuk meningkatkan energi anaerobik atau daya tahan kecepatan (speed endurance). Terakhir latihan continous slow running, yakni lari jauh pelan-pelan secara terus-menerus.
Marta mengatakan sistem latihan ini dipakai Icuk Sugiarto. Legenda tunggal putra bulu tangkis Indonesia ini joging mengitari lapangan dengan cepat selama 20–30 menit.
“Latihan harus disesuaikan dengan atlet,” kata pengarang beberapa buku olahraga ini saat ditemui di auditorium Perpustakaan Unila.
Marta melanjutkan bulu tangkis merupakan olahraga kebanggaan Indonesia. Namun, di sisi lain, sumber pengetahuan cabang yang bernaung di bawah bendera Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) ini sangat minim.
Hal itulah yang mendorong Marta Dinata, dosen Program Studi Pendidikan Jasmani dan Kesehatan FKIP Unila tersebut merilis buku bertajuk Bulu Tangkis 2. n CR-3/O-2







